Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Panen Perdana Jewawut di Long Mutan Tembus Pasar Malaysia

Asrullah RT • Rabu, 18 Februari 2026 | 13:09 WIB
PERDANA : Produk pertanian Jewawut (Binamud) di Desa Long Mutan, Kecamatan Krayan menjadi primadona negeri jiran Malaysia.
PERDANA : Produk pertanian Jewawut (Binamud) di Desa Long Mutan, Kecamatan Krayan menjadi primadona negeri jiran Malaysia.

NUNUKAN - Panen perdana jewawut (Binamud) di Desa Long Mutan, Kecamatan Krayan Tengah menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes dan TP PKK. Di lahan dua hektare yang dibuka melalui BUMDes menghasilkan ratusan kilogram.

Ketua TP PKK Kecamatan Krayan Tengah, Fetrahayu Marjuni menyampaikan ini merupakan bentuk dukungan dan pembinaan dari tingkat kecamatan. Dan panen perdana yang dilakukan tidak hanya tentang hasil pertanian. Tetapi tentang kebersamaan dan semangat membangun desa melalui potensi lokal yang dimiliki.

“Kami hadir untuk memberikan semangat dan memastikan bahwa program desa berjalan sejalan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucap Fetrahayu Marjuni, Selasa (17/2).

Dijelaskan, Jewawut yang menjadi potensi unggulan desa dapat terus dikembangkan secara bersama-sama. Sehingga, kerjasama yang solid antara pemerintah desa, BUMDes dan TP PKK menjadi kunci keberhasilan program.

“Jewawut ini harus kita jadikan program bersama, jaga kualitas produksinya dan buat kemasan yang menarik agar pemasaran ke luar daerah semakin baik,” pesannya.

Ia menegaskan, komoditas ini dinilai memiliki potensi ekonomi besar karena tingginya permintaan dari Malaysia. Di wilayah Krayan, jewawut dijual dengan harga berkisar Rp 80.000 hingga Rp 100.000 per kilogram.

Sementara di Malaysia, harga jualnya mencapai RM 40 hingga 45 ringgit Malaysia per kilogram, dengan nilai tukar sekitar Rp 4.312 per ringgit, harga 40 ringgit setara kurang lebih Rp172.000. Dalam satu hektare, hasil panen jewawut diperkirakan dapat mencapai sekitar 750 kilogram.

"Peluang pasar ini harus dimanfaatkan dengan baik masyarakat. Permintaan Jewawut sangat tinggi dan harganya bagus, ini peluang besar untuk meningkatkan pendapatan warga. Tinggal bagaimana kita menjaga kualitas dan pemasaran,” tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#nunukan #panen padi #malaysia #pertanian