NUNUKAN - Konsulat RI Tawau kembali melaksanakan Consulate Goes to Community Learning Center (CLC) di CLC Segaria dan Pegagau di Semporna, Sabah. Momen ini mendapat sambutan hangat dari siswa yang merupakan anak Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin mengatakan, melalui Consulate Goes to CLC diawali dengan pengibaran bendera dan tarian selamat datang. Total ada 240 siswa yang ada di CLC Segaria terdiri dari kelas 1 hingga kelas 9. Sementara, kegiatan di CLC Pegagau diikuti 48 peserta yang berasal dari kelas 4 hingga kelas 9.
Ia menegaskan, Consulate Goes to CLC, memberikan materi wawasan kebangsaan. Para siswa diberi pemahaman tentang bangsa Indonesia yang didirikan dalam keragaman budaya, bahasa dan agama. Namun memiliki persatuan yang kokoh karena adanya bahasa persatuan bahasa Indonesia, dasar negara Pancasila dan moto Bhineka Tunggal Ika.
"Meski setiap suku bangsa di Indonesia memiliki bahasa masing-masing, namun dengan adanya bahasa Indonesia, siapapun yang bepergian ke seluruh wilayah Indonesia dari Sabang hingga Merauke dapat berkomunikasi dengan lancar," ujar Acting Konsul RI Tawau, Dino Hasanuddin.
Dijelaskan, selain wawancara kebangsaan para siswa diberikan pengetahuan tentang Child Grooming yang sedang marak belakangan ini dibahas di sosial media. Tak tertutup kemungkinan, fenomena ini juga dialami siswa CLC meski mereka tinggal di ladang sawit.
"Kemungkinan ini diperkuat dengan fakta bahwa hampir semua siswa CLC memiliki telpon genggam dan terbiasa mengakses platform Tik Tok," jelasnya.
Ia menegaskan, Child Grooming dalam bahasa sederhana dan istilah-istilah gaul yang dikenal siswa CLC, khusunya kelas 4 ke atas. Para siswa diberi pengertian tentang ciri-ciri adanya indikasi Child Grooming, bagaimana meresponnya dan bagaimana mengatasi untuk mereka yang terdampak Child Grooming.
Diharapkan juga peran guru untuk memberi bantuan yang diperlukan. Sekiranya para guru merasa perlu melakukan konsultasi khusus, dapat menghubungi Dharma Wanita Persatuan Konsulat RI Tawau yang salah satu program utamanya adalah terkait bidang pendidikan.
"Apresiasi kepada perwakilan Syarikat Boustead di mana CLC Segaria berada dan Syarikat Sawit Kinabalu di mana CLC Pegagau berlokasi, atas dukungan mereka. Sehingga, proses belajar mengajar anak-anak PMI dapat berlangsung dengan baik," katanya.
Ia menceritakan, wakil syarikat juga menyampaikan bahwa keberadaan CLC telah memberi dampak positif pada produktifitas pekerja Indonesia. Karena itu, akan mengupayakan untuk dari waktu ke waktu meningkatkan fasilitas CLC. Termasuk terkait guru pamong sehingga rasio guru dan murid semakin baik.
"Konsulat RI Tawau akan terus menyelengarakan program Consulate Goes to CLC di wilayah kerja Tawau yang saat berjumlah 101 CLC dengan jumlah murid lebih dari 8.000 siswa. Melalui program ini, Konsulat memberi dukungan nyata atas keberadaan CLC, meningkatkan wawasan kebangsaan dan memberi motivasi kepada para siswa," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT