NUNUKAN - Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan terus mendorong penguatan industri kerajinan berbasis kearifan lokal. Itu dibuktikan dengan pembinaan dan fasilitasi industri kerajinan anyaman rotan dan bambu yang dilaksanakan di sejumlah desa di Kecamatan Tulin Onsoi dan Lumbis.
Diantaranya, kelompok pengrajin Baatug Tinampak I, Kecamatan Tulin Onsoi, Baatug Intan Sukses Kecamatan Lumbis, Baatug Lumbis Sejahtera, serta Baatug Lasuon Tonodon, Kecamatan Lumbis.
Kepala Bidang Perindustrian DKUKMPP Nunukan, Muhammad Nur menyampaikan pembinaan yang dilakukan menyasar kelompok-kelompok pengrajin anyaman rotan dan bambu yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat desa.
"Industri kerajinan rotan dan bambu dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas apabila mendapat dukungan berkelanjutan dari pemerintah," ucap Muhammad Nur.
Dijelaskan, para pengrajin masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Mulai dari keterbatasan alat produksi yang berdampak pada kualitas produk. Kemudian, minimnya inovasi desain hingga pemasaran yang masih bersifat konvensional.
"Serta, rendahnya minat generasi muda karena profesi pengrajin dianggap kurang menjanjikan," ungkapnya.
Melalui pembinaan ini, DKUKMPP Nunukan berharap dapat mendorong pertumbuhan UMKM berbasis kearifan lokal dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
"Serta menumbuhkan minat generasi muda untuk menjadi penerus pengrajin anyaman rotan dan bambu yang lebih modern dan berdaya saing," tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT