Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

ODGJ di Nunukan Aniaya Ibu Kandung

Riko Aditya • Selasa, 11 November 2025 | 14:53 WIB
DIAMANKAN: Untuk mendapatkan obat penenang, RM terpaksa harus diamankan paksa oleh Satpol PP Nunukan FOTO:DOK DSP3A NUNUKAN   
DIAMANKAN: Untuk mendapatkan obat penenang, RM terpaksa harus diamankan paksa oleh Satpol PP Nunukan FOTO:DOK DSP3A NUNUKAN  

NUNUKAN - Kasus penganiayaan yang melibatkan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) kembali terjadi di Nunukan.

Kali ini, peristiwa memilukan itu terjadi di lingkungan keluarga sendiri, ketika seorang pria berinisial RM (32) menganiaya ibunya yang sudah berusia 60 tahun, hingga sang ibu harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan, Parmedy, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi akibat RM tidak rutin mengkonsumsi obat penenang yang seharusnya dikonsumsi secara teratur.

“Kehabisan obat menjadi pemicu kambuhnya gangguan kejiwaan RM,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Selasa (11/11).

Setelah situasi tak terkendali, personel Satpol PP Nunukan turun tangan untuk mengamankan RM. Ia kemudian dibawa ke Puskesmas pada Selasa (11/11) pagi dan diberikan kembali obat penenang agar kondisinya bisa stabil.

Menurut Parmedy, kasus ini harus menjadi perhatian serius bagi keluarga dan masyarakat sekitar. RM diketahui tinggal hanya bertiga bersama ibunya dan tantenya yang juga sudah lanjut usia, sehingga pengawasan terhadap perilakunya menjadi sangat terbatas.

“Peran lingkungan sekitar sangat dibutuhkan dalam mengontrol dan memperhatikan kondisi ODGJ seperti RM. Kami menghimbau warga agar ikut mengawasi dan melaporkan bila ada tanda-tanda perilaku agresif,” tegas Parmedy.

Pihak DSP3A juga menyoroti pentingnya ketersediaan obat dan dukungan pengawasan rutin bagi penyandang gangguan jiwa di Nunukan. Selain itu, ditemukan pula informasi bahwa RM kerap diajak mengonsumsi minuman keras, yang diduga memperburuk kondisi kejiwaannya.

Parmedy berharap sinergi antara keluarga, masyarakat, dan instansi terkait dapat ditingkatkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kita tidak bisa hanya menyerahkan semua tanggung jawab kepada dinas. Pengawasan di tingkat keluarga dan lingkungan juga sangat menentukan,” pungkas Parmedy. (raw)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #nunukan #odgj