NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkut (SOA) barang untuk sejumlah kecamatan ditargetkan berjalan Oktober 2024. Itu berdasarkan progres SOA barang yang dilakukan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Perindustrian Perdagangan (DKUMKMPP) Nunukan.
Kepala Bidang Perdagangan DKUMKPP Nunukan, R Dior Frames menyampaikan SOA barang yang ditargetkan berjalan bulan ini akan melayani delapan kecamatan yang sulit dijangkau di wilayah Nunukan. Dan perkembangannya, DKUMKPP Nunukan tengah mengunggah berkas permohonan penawaran bagi jasa penerbangan melalui sistem e-katalog.
"Saat ini berkasnya sudah siap semua. Kami tinggal menunggu PPTK menyelesaikan monitoring dari Krayan. Setelah itu, kita upload ke e-katalog LPSE," ucap R Dior Frames kepada Radar Tarakan, Kamis (3/10).
Dijelaskan, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya agar proses lelang nantinya tidak terhambat. Seperti, membangun komunikasi dengan sejumlah jasa penerbangan yang maskapai jenis caravan yang kerap melayani wilayah pedalaman.
"Informasi sudah kami sampaikan ke pemilik jasa penerbangan agar mencantumkan berapa biaya per kilogramnya untuk setiap kali penerbangan rute Nunukan-Krayan. Prosesnya kita lihat nilai yang terendah dan negosiasi melalui sistem e-katalog," bebernya.
Disebutkan, SOA barang yang dialokasikan untuk delapan kecamatan. Rinciannya, lima kecamatan di Dataran Tinggi Krayan dan untuk distribusi kebutuhan masyarakat berupa sembilan bahan pokok (Sembako). Dengan estimasi 10 hingga 11 kali flight.
SOA barang via udara ini akan melayani rute dari Nunukan menuju Krayan. Selanjutnya, dari Krayan menggunakan jalur darat menuju Krayan Timur dan Krayan Barat. "Ini juga melihat kemampuan pesawat. Untuk Krayan Tengah dan Krayan Selatan kurang lebih lima kali flight," sebutnya.
Sementara, untuk SOA barang via sungai menyasar tiga kecamatan. Diantaranya, Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan dan Lumbis Hulu. Hadirnya SOA barang ini bertujuan untuk menyamakan harga yang ada di wilayah pedalaman dengan harga sembako yang sama di wilayah perkotaan.
"Semoga tidak ada kendala lagi, kita berharap bulan ini sudah rampung dan bisa kita launching. Mengapa kita di tiga bulan terakhir? Karena, program dari Pemerintah Pusat dan provinsi saat ini juga sudah berlangsung," pungkasnya. (akz)
Editor : Azwar Halim