Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pasutri di Sebatik Tewas Tersengat Listrik

Radar Tarakan • Sabtu, 15 Juni 2024 | 09:00 WIB
OLAH TKP: Polisi saat melakukan olah TKP di rumah korban pasutri yang meninggal diduga tersengat listrik. FOTO: DOK POLSEK SEBATIK TIMUR
OLAH TKP: Polisi saat melakukan olah TKP di rumah korban pasutri yang meninggal diduga tersengat listrik. FOTO: DOK POLSEK SEBATIK TIMUR

NUNUKAN - Pasangan suami istri (pasutri) yang tinggal di Jalan Sultan Hasanuddin, Desa Seberang, Sebatik Utara, diduga tersengat aliran listrik di rumahnya sendiri. Meski sempat dibawa ke puskesmas, nyawa pasutri tersebut tidak terselamatkan.

Saat dibawa ke puskesmas, kedua pasutri bernama Aristan (39) dan Satriani (33) tersebut, memang sudah tidak sadarkan diri, meski sempat mendapatkan pemeriksaan intensif, pihak puskesmas menyatakan nyawa keduanya sudah tidak tertolong lagi.

Kepala Polsek Sebatik Timur, Iptu Wisnu Bramantyo mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 Wita, Kamis (13/6) kemarin. Keduanya awalnya ditemukan oleh keponakannya bernama Imbran dan anak kedua korban bernama Fais.

“Jadi saksi Imbran dan Fais inilah yang awalnya melihat, mereka lihat bahwa korban telah tergeletak di tempat samping rumahnya saat itu, jadi keponakannya ini langsung memanggil tantenya saksi juga bernama Suhartati, nah saksi inilah yang akhirnya memanggil warga dan akhirnya membawa kedua korban ke Puskesmas Sungai Nyamuk,” ujar Wisnu ketika dihubungi, Jumat (14/6).

Wisnu mengaku, sempat dilakukan pemeriksaan oleh pihak dokter di puskesmas, namun sayangnya, kedua korban sudah dinyatakan meninggal dunia oleh pihak puskesmas.

“Ya, dokter mengaku keduanya kaku, dan terdapat luka bakar di tangan kiri dan kanan suami, istrinya luka bakar di leher, telapak tangan dan kaki kiri,” tambah Wisnu.

Wisnu mengaku, saat dilakukan oleh TKP, ditemukan untaian kawat sepanjang kurang lebih 4 meter, kemudian juga terdapat gulungan kawat dan bekas daging dan rambut terbakar pada gulungan kawat tersebut.

Sementara itu, Wisnu menambahkan, dari keterangan pihak PLN, memang ditemukan dinding rumah yang terbuat dari seng yang dimana terdapat tegangan listrik. Saat pihak PLN melakukan pengecekan juga terdapat kabel yang terluka atau terkelupas di sela-sela seng rumah dan kanopi. Saat itu juga langsung dilakukan perbaikan dan petugas PLN memastikan kabel telah normal kembali.

“Jadi dugaannya penyebab terkelupasnya kabel tersebut, karena imbas dari pembangunan kanopi yang terkena kabel, dan pada saat pembangunan kanopi nya tidak ada laporan kepada PLN untuk dilakukan pemindahan jalur, akhirnya kabel dipaksakan di posisi sela-sela kanopi depan dan seng rumah yang mengalirkan listrik ke kawat,” beber Wisnu.

Setelah dinyatakan meninggal, keduanya dipulangkan kembali ke kediamannya, keluarga juga telah mengikhlaskan kejadian kecelakaan tersebut. Disisi lain, pihak dokter juga memastikan, tidak ditemukan adanya perbuatan tindak pidana saat melakukan pemeriksaan terhadap kedua pasutri tersebut. (raw/lim)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #tersengat listrik #nunukan #pasutri