Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

HUT ke-27 Nunukan, Irwan Sabri: Momentum Evaluasi dan Refleksi

A
Penulis: Asrullah RT❯
KEBERSAMAAN : Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, Ketua DPRD Nunukan, Hj. Rahma Leppa saat bersama Wakil Ketua I dan II DPRD Nunukan saat penyerahan tumpeng. ASRULLAH/RADAR TARAKAN
KEBERSAMAAN : Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, Ketua DPRD Nunukan, Hj. Rahma Leppa saat bersama Wakil Ketua I dan II DPRD Nunukan saat penyerahan tumpeng. ASRULLAH/RADAR TARAKAN

Advertisement

NUNUKAN - Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menegaskan lima misi pembangunan sebagai arah kebijakan pemerintah daerah untuk mewujudkan Kabupaten Nunukan yang inovatif, sejahtera, adil, dan mandiri. Dimasa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Nunukan, Hermanus peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, percepatan pembangunan infrastruktur yang merata menjadi prioritas. 

Pernyataan itu disampaikan saat Paripurna HUT ke-27 Nunukan, Senin (12/10). Baginya, peringatan hari ulang tahun ini merupakan momentum yang sangat istimewa untuk melakukan evaluasi dan refleksi atas perjalanan Kabupaten Nunukan selama 27 tahun.

Saat pertama kali berdiri pada 1999, Kabupaten Nunukan hanya memiliki lima kecamatan. Kini, jumlah kecamatan telah berkembang menjadi 21 kecamatan. Pertambahan jumlah kecamatan ini menjadi salah satu gambaran dinamika dan perkembangan pembangunan di Kabupaten Nunukan.

Advertisement

Pertambahan pusat pelayanan administrasi pemerintahan tersebut juga diiringi pertumbuhan jumlah penduduk yang signifikan, dari sekitar 107 ribu jiwa pada 1999 menjadi 235.283 jiwa pada 2025. Artinya, jumlah penduduk bertambah sekitar 128 ribu jiwa dalam kurun waktu tersebut.

Pertumbuhan jumlah penduduk ini menggambarkan bahwa Kabupaten Nunukan memiliki potensi besar dan menjadi daerah yang menjanjikan bagi masyarakat untuk mencari penghidupan.

"Sebagai daerah yang terbuka, kita tidak pernah membeda-bedakan siapa pun. Apa pun agama, suku, dan latar belakangnya, silakan datang dan mencari penghidupan di Kabupaten Nunukan, sepanjang memiliki semangat yang sama untuk hidup rukun, damai, dan saling menghormati," jelasnya. 

Advertisement

Ia menceritakan, awal berdirinya Kabupaten Nunukan kerap diidentikkan dengan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kita dianggap sebagai daerah yang masih terisolasi, miskin dan terbelakang.

Namun, stigma tersebut tidak pernah menyurutkan semangat. Sebaliknya, kondisi itu menjadi pemacu untuk bekerja lebih keras dalam mengejar ketertinggalan. Hasilnya, Kabupaten Nunukan kini semakin dikenal sebagai daerah perbatasan yang memiliki potensi besar, bermartabat dan memberikan harapan bagi masyarakatnya.

"Begitu banyak prestasi dan keberhasilan yang telah kita capai hingga hari ini. Namun, pada kesempatan yang baik ini, saya juga ingin menyampaikan bahwa masih banyak persoalan dan pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan," katanya. 

Adapun pekerjaan rumah tersebut angka stunting yang masih relatif tinggi berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), belum meratanya pembangunan infrastruktur, serta indeks pembangunan manusia (IPM) yang masih perlu ditingkatkan merupakan sejumlah persoalan yang harus situntaskan bersama.

Advertisement
Editor : Januriansyah RT

Artikel Terkait

Kepastian Titik Pembangunan PLBN di Seimanggaris Tunggu Pembahasan Forum JTC Indonesia-Malaysia

Kepastian Titik Pembangunan PLBN di Seimanggaris Tunggu Pembahasan Forum JTC Indonesia-Malaysia

Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT) mematangkan persiapan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Temajuk d

Tingkatkan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, PKM di Krayan Tengah Segera Beroperasi

Tingkatkan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, PKM di Krayan Tengah Segera Beroperasi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan terus meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah perbatasan. Itu d

Penilaian Ganti Rugi Lahan, KJPP Turun ke Embung Lapri di Sebatik

Penilaian Ganti Rugi Lahan, KJPP Turun ke Embung Lapri di Sebatik

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) melakukan penilaian lahan Embung Lapri di Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara. Ini dilakukan, bersama Peme

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer