Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Nunukan Perluas Akses Kebutuhan Pokok Lewat Program Pasar Murah

R
Penulis: Riko Aditya❯
MENYASAR KECAMATAN: Pasar murah juga terus dilakukan di sejumlah kecamatan terpencil di Nunukan. FOTO: DOK DINAS PERDAGANGAN NUNUKAN
MENYASAR KECAMATAN: Pasar murah juga terus dilakukan di sejumlah kecamatan terpencil di Nunukan. FOTO: DOK DINAS PERDAGANGAN NUNUKAN

NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab Nunukan) terus memperkuat strategi pengendalian inflasi dengan memastikan distribusi kebutuhan pokok tetap merata hingga wilayah perbatasan.


Advertisement

Salah satu langkah yang ditempuh adalah menghadirkan Pasar Murah di kecamatan-kecamatan terpencil, termasuk Kecamatan Sembakung yang menjadi titik pelaksanaan pada Rabu (19/11).

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan, Mukhtar mengungkapkan, program tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan harga lebih murah, tetapi juga untuk memperpendek rantai pasok barang kebutuhan pokok yang selama ini menjadi salah satu pemicu kenaikan harga di wilayah pedalaman.

“Ya, jadi dengan menghadirkan langsung komoditas dari pemerintah kabupaten melalui dinas kita (DKUKMPP), masyarakat tidak lagi bergantung pada distribusi toko ritel yang kerap terhambat cuaca dan akses transportasi,” ujar Mukhtar kepada wartawan, Rabu (19/11).

Advertisement

Sementara pemerintah Kecamatan Sembakung juga menyebutkan bahwa kegiatan pasar murah memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan barang bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kabupaten.

“Mereka banyak mengakui, pasar murah ini bukan hanya soal harga murah, tetapi juga memastikan barang kebutuhan pokok benar-benar sampai ke masyarakat,” tambah Mukhtar.

Apalagi pihak kecamatan juga mengaku, tantangan utama di Sembakung adalah keterbatasan akses yang menyebabkan barang sering terlambat dan berpengaruh pada harga.

Advertisement

Namun, setelah pasar murah digelar, antusias warga sejak pagi sudah terlihat antri, menunjukkan bahwa pasar murah menjadi salah satu momen yang ditunggu, terutama karena banyak kebutuhan sehari-hari yang sulit diperoleh jika distribusi terhambat.

Warga pun dapat membeli berbagai barang pokok, seperti gula, beras, minyak goreng, hingga kebutuhan rumah tangga yang disediakan dalam 18 jenis komoditas dengan harga terjangkau.

Selain memberikan keringanan bagi masyarakat, program tersebut diklaim sekaligus menjadi indikator pemerintah dalam memetakan kebutuhan riil di lapangan.

“Dengan interaksi langsung dengan warga, pemerintah dapat menilai komoditas mana yang paling dibutuhkan dan wilayah mana yang masih rawan fluktuasi harga,” ungkap Mukhtar.

Pihaknya pun menegaskan, bahwa pasar murah akan terus diperluas ke kecamatan lain sebagai bagian dari langkah jangka panjang dalam memperkuat stabilitas harga dan ketahanan ekonomi daerah.

Dengan pendekatan distribusi langsung ke masyarakat, Mukhtar berharap gejolak harga dapat ditekan sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat terhadap ketersediaan bahan pokok.

“Program ini menjadi salah satu bukti bahwa pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui regulasi, tetapi juga melalui distribusi aktif yang menyentuh masyarakat hingga ke wilayah perbatasan,” beber Mukhtar. (raw)

Advertisement

Artikel Terkait

Bidik Juara Umum di Porprov II Kaltara, Bupati Nunukan Janjikan Bonus untuk Atlet dan Pelatih

Bidik Juara Umum di Porprov II Kaltara, Bupati Nunukan Janjikan Bonus untuk Atlet dan Pelatih

Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menyiapkan reward atau bonus kepada atlet, pelatih, manajer dan panitia jika meraih juara umum pada Pekan Olah

Buruh Desak UMP Kaltara 2027 Mendekati Kebutuhan Hidup Layak

Buruh Desak UMP Kaltara 2027 Mendekati Kebutuhan Hidup Layak

Besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Utara (Kaltara) 2027 mulai menjadi perhatian kalangan buruh. Mereka meminta pemerintah tidak

Mobilitas Menyusut, Penumpang Speedboat di Kaltara Turun 6,36 Ribu Orang

Mobilitas Menyusut, Penumpang Speedboat di Kaltara Turun 6,36 Ribu Orang

Jumlah penumpang angkutan sungai dan penyebrangan (ASDP) menggunakan speedboat di Kalimantan Utara (Kaltara) pada September 2026 mengalami p

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer