MEMASUKI hari keenam puasa, apa menu selanjutnya yang akan bunda siapkan untuk sahur dan berbuka nanti? Jangan sampai kehabisan ide menu yang akan dihidangkan untuk keluarga di rumah.
Selama bulan Ramadan, biasanya berbagai menu makanan dihidangkan. Apalagi untuk buka puasa. Menjelang berbuka, pasti banyak makanan yang dijual. Mulai dari kudapan manis, asin hingga makanan berat.
Nah, khusus menu buka puasa, sebagian orang memiliki menu sendiri yang akan dihidangkan. Menjadi turun-temurun dan tradisi keluarga. Tapi tetap saja, bulan Ramadan identik pula dengan buah kurma. Juga menu yang manis-manis seperti minuman segar, tak pernah ketinggalan disajikan saat berbuka. Yang manis-manis dikonsumsi saat baru berbuka, sebelum menyantap makanan berat.
Sebenarnya hidangan saat bulan puasa dan menu sehari-harinya tidaklah jauh berbeda. Hanya saja, saat bulan puasa begitu banyak pilihan menu yang disajikan untuk mengembalikan energi. Seperti aneka olahan ikan, ayam, sayur mayur, goreng-gorengan dan menu lainnya.
Salah seorang penjual takjil, Asmawati (40) mengatakan makanan yang disajikannya seperti menu rumahan pada umumnya. Tetapi khusus di bulan Ramadan ini, banyak pilihan menu. Ya, menu-menu yang dipilih pastinya mengandung gizi dan dapat mengembalikan energi setelah berpuasa seharian.
Tetapi ada pula menu yang jarang ditemukan pada hari biasanya, dijajakan saat bulan Ramadan. Ya, seperti ikan pari asap. Masakan nusantara pada umumnya bermain dengan bumbu dan rempah-rempah. Sebenarnya tidak ada kesulitan dalam memulai membuat masakan, asal saja takaran bumbu dan rempahnya pas.
“Kalau menunya umum saja, tidak ada yang begitu khas tapi rumahan. Ada ikan pari bakar juga tidak sulit buatnya, mungkin karena sudah biasa,” terang wanita berhijab ini.
Nah, olahan ceker juga banyak diburu loh. Padahal menu yang satu ini kerap ada saat hari-hari biasanya. Teksturnya yang empuk, dengan cita rasa lezat dimasak pedas, membuat lidah ketagihan.
“Ceker banyak yang suka. Karena biasa mereka tanya, nggak jual ceker kah? Jadi kita jual menu yang umum saja, khas rumahan begitu,” tutupnya. (*/one/zia)
Editor : Azwar Halim