Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Arena Jogging Track Baru Teralisasi 200 Meter

Azwar Halim • Jumat, 29 Juni 2018 | 16:01 WIB
arena-jogging-track-baru-teralisasi-200-meter
arena-jogging-track-baru-teralisasi-200-meter

MALINAU-Sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melakukan tugas pembinaan program RT Bersih di Desa Wisata Pulau Sapi Kecamatan Mentarang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan pendampingan. Bukan hanya mendampingi, tetapi DLH juga melihat potensi yang bisa dikembangkan yang ada di Desa Wisata Pulau Sapi ini.


Salah satu potensi yang bisa dibuat, dikatakan Kepala DLH Malinau, Frent Tomi Lukas,  yakni membangun gazebo dan membuat jogging track di sepanjang bantaran sungai. Fungsi utamanya dari arena jogging track ini tidak lain di antaranya mencegah masyarakat untuk membuang sampah ke pinggir sungai. Dengan adanya arena jogging track ini, menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. “Karena kebersihannya bukan hanya di depan rumah saja. Tetapi juga di halaman belakang rumah juga harus bersih,” ungkap Frent Tomi Lukas saat dikonfirmasi media ini  Selasa (26/6) kemarin.


Dijelaskan Frent Tomi Lukas, gazebo ini ada 4 titik yang dibangun dengan ukuran kurang lebih 4 x 5 jadi jogging track ini kurang lebih 2 kilo meter jika semuanya sudah menyambung dan terselesaikan. DLH sendiri memperkirakan, pada Oktober tahun ini sudah bisa digunakan. Sampai saat ini, sudah banyak yang berwisata di area jogging track Desa Wisata Pulau Sapi. Dari luar daerah pun juga ada. Namun sayang, yang baru terealisasikan saat ini baru sekitar 200 meter saja dengan pola pengerjaannya sistem swakelola. Jika dihitung dari sisi anggaran untuk di RT 05 ini sekitar Rp 60 juta, tetapi secara keseluruhan sepanjang 2 kilo meter tersebut, Frent Tomi Lukas juga mengaku belum menghitungnya secara detil. Karena swakelola ini pasti bisa terlaksana. “Perkiraan dana itu, sekitar Rp 300 juta sudah kelar semua termasuk taman-tamannya,” jelas mantan kepala Dinas kehutanan Kabupaten Malinau ini.


Sebab, sambung Frent Tomi Lukas, di sekitar area jogging track ini banyak hal yang bisa dilihat. Terutama pada saat msuim kemarau, di pinggir sungai ini nanti akan terlihat batu andras yang sangat menarik minat pengunjung untuk bermain air atau bermandi-mandi sekalipun karena airnya juga dangkal. Sore harinya, pengunjung bisa berlari-lari sambil menikmati segarnya udara lingkungan Desa Wisata Pulau Sapi. “Sekali lagi, bersihnya itu bukan hanya di depan saja. Tetap di belakang juga,” ungkap Frent Tomi Lukas.


Semua itu, sambung Tomi Lukas, merupakan inisiatif dari DLH untuk berpartisipasi langsung setelah melihat potensi desa yang bisa digali. Kegiatan ini juga tidak menggunakan dana yang bersumber APBD. Melainkan murni dari hasil swadaya dan sumbangan donatur dari berbagai pihak, perusahaan tambang melalui program bantuan Coorporate Social Responsibiity (CSR) dari BDMS/MA, KPUC. Sedangkan perusahaan lain belum ada respon dan diharapkan mereka bisa berpartisipasi langsung untuk kegiatan ini. “Jadi, ini murni swadaya. Tidak menggunakan APBD. Semua bersumber dari bantuan dan peran aktif masyarakat sangat baik,” ujarnya.


Terkait dengan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan di lokasi jogging track, semua RT dilibatkan untuk melakukan kerja bakti bersama. “Ada program tambahan, jika sore para bapak dan ibu-ibunya keliling kampung dan RT, untuk peran pembangunannya, bantu sama-sama, angkut pasir dan lainnya. Namun tetap ada kami bantukan tukang yang handal sebagai tenaga ahlinya,” tukasnya. (ida/fly)

Editor : Azwar Halim