alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

PON 2020 Asky Wakili Kaltim

TARAKAN – Asky, atlet squash andalan Kaltara pada PON 2016 Jawa Barat lalu kini hijrah ke Kaltim. Sehingga dapat dipstikan, atlet yang sebelumnya menyumbangkan dua medali emas untuk Paser Penajam Utara (PPU) di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim belum lama ini, akan mewakili Bumi Etam di Pra PON 2019 dan PON Papua tahun 2020.

Kepada Radar Tarakan, Asky mengatakan, dirinya terpaksa hijrah karena di Kaltara khususnya Tarakan tidak memiliki fasilitas untuk latihan, salah satunya lapangan.

Namun bagi personel Gegana Brimob Tarakan, PPU sudah tidak asing lagi bagi dirinya.Sebab, PPU merupakan rumah pertama dirinya mengenal squash.

“Pengurus squash PPU memanggil saya untuk memperkuat PPU. Sehingga saya mutasi atlet ke PPU,” ungkpnya.

Baca Juga :  Keliling Sekolah Perjuangkan Suara Pemilih Pemula

Sehingga Asky dipastikan tidak akan memperkuat Kaltara lagi, tapi Kaltim. Di Kaltim Asky menjadi atlet nomor satu karena berhasil menyabet 2 medali emas pada Porprov Kaltim.

Bahkan Asky mengaku sudah mendapat panggilan untuk memperkuat Kaltim.

“Karena saya dahulunya memang berasal dari Penajam Paser Utara,”tandas Asky.

Meski begitu, Asky belum mendapatkan informasi  perkembangan cabor squash akan memperebutkan medali atau tidak di PON Papua.

“Yang jelas untuk pelaksanaan Pra PON 2019 akan digelar di Kupang,”ujarnya.

Sehingga dirinya harus terus mempersiapkan diri, meski belum ada informasi valid tentang squash di PON 2020 mendatang.
 Terlepas dari itu, kata dia, lahan untuk pembangunan lapangan di Tarakan sudah diberikan pemerintah. Yang menjadi kendala,tidak adanya anggaran untuk merealisasikan fisik lapangan hingga ujung tahun ini.

Baca Juga :  Bupati Wajibkan Masyarakat Berperan Aktif Dalam Gerdema

“Jadi selama saya di Tarakan, saya hanya latihan fisik saja dan menyaksikan beberapa video pertandingan sebagai bahan pembelajaran saya,”pungkasnya.(puu)

TARAKAN – Asky, atlet squash andalan Kaltara pada PON 2016 Jawa Barat lalu kini hijrah ke Kaltim. Sehingga dapat dipstikan, atlet yang sebelumnya menyumbangkan dua medali emas untuk Paser Penajam Utara (PPU) di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim belum lama ini, akan mewakili Bumi Etam di Pra PON 2019 dan PON Papua tahun 2020.

Kepada Radar Tarakan, Asky mengatakan, dirinya terpaksa hijrah karena di Kaltara khususnya Tarakan tidak memiliki fasilitas untuk latihan, salah satunya lapangan.

Namun bagi personel Gegana Brimob Tarakan, PPU sudah tidak asing lagi bagi dirinya.Sebab, PPU merupakan rumah pertama dirinya mengenal squash.

“Pengurus squash PPU memanggil saya untuk memperkuat PPU. Sehingga saya mutasi atlet ke PPU,” ungkpnya.

Baca Juga :  Resep Green Tea

Sehingga Asky dipastikan tidak akan memperkuat Kaltara lagi, tapi Kaltim. Di Kaltim Asky menjadi atlet nomor satu karena berhasil menyabet 2 medali emas pada Porprov Kaltim.

Bahkan Asky mengaku sudah mendapat panggilan untuk memperkuat Kaltim.

“Karena saya dahulunya memang berasal dari Penajam Paser Utara,”tandas Asky.

Meski begitu, Asky belum mendapatkan informasi  perkembangan cabor squash akan memperebutkan medali atau tidak di PON Papua.

“Yang jelas untuk pelaksanaan Pra PON 2019 akan digelar di Kupang,”ujarnya.

Sehingga dirinya harus terus mempersiapkan diri, meski belum ada informasi valid tentang squash di PON 2020 mendatang.
 Terlepas dari itu, kata dia, lahan untuk pembangunan lapangan di Tarakan sudah diberikan pemerintah. Yang menjadi kendala,tidak adanya anggaran untuk merealisasikan fisik lapangan hingga ujung tahun ini.

Baca Juga :  Menghadapi UNBK, Pemerintah Kecamatan Pujungan Motivasi Pelajar

“Jadi selama saya di Tarakan, saya hanya latihan fisik saja dan menyaksikan beberapa video pertandingan sebagai bahan pembelajaran saya,”pungkasnya.(puu)

Most Read

Resep Beef Szechuan

Seorang Ibu Rela Jadi Kurir Sabu

Artikel Terbaru

/