alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Layar Harus Lewati Tiga Seri

TARAKAN – Cabang olahraga layar yang merupakan salah satu cabor andalan Kaltara yang berpeluang mendulang prestasi di PON 2020 mendatang, dipastikan akan berjuang untuk lolos di PON.

Diketahui untuk pelaksanaan Pra PON layar akan dilaksanakan pada Maret 2019 mendatang. Cabor layar tentunya harus mengikuti kurang lebih tiga race tanding hingga November 2019 yang kemungkinan menjadi race terakhir untuk kualifikasi PON, serta seleksi atlet jelang pelaksanaan Sea Games yang akan dilaksanakan di Filipina. Sehingga sebagai salah satu daerah yang berpeluang untuk lolos di pra PON, tim layar Kaltara akan berjuang untuk memperebutkan kursi agar dapat melaju hingga ke PON 2020 Papua.

Ketua Umum Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Kaltara Widodo Dwi Santoso mengatakan, hasil dari rapat kerja nasional Porlasi di Jakarta, sudah memastikan kualifikasi PON akan berjalan selama tiga seri dimulai sejak Maret dan berakhir November 2019. “Tiga seri ini memang menjadi ajang seleksi atlet untuk Sea Games, karena pengurus pusat belajar dari kegagalan di Asian Games lalu. Sehingga di seri terakhir nantinya dibarengi dengan pelaksanaan kualifikasi PON 2020 mendatang,” tuturnya kepada media ini.

Baca Juga :  Dinas Pariwisata Harus Bisa Fokus

Mengingat keterbatasan tuan rumah PON 2020, berdampak dengan kuota atlet yang akan diboyong. Widodo melanjutkan pengurangan kuota ini pastinya akan berdampak kepada seluruh cabor, sehingga akan menjadi tugas berat yang akan dihadapi pada 2019 nantinya. “Karena memang tuan rumah ini keterbatasan, sehingga berdampak. Pengurangan kuota atlet tidak hanya layar, pastinya ke seluruh cabor. Ini menjadi tugas yang berat bagi semua daerah karena bersaing cukup ketat untuk meloloskan atletnya. Di cabang layar kuotanya hanya 90 atlet saja dari 17 nomor tanding yang akan memperebutkan medali,” lanjutnya.

Bahkan dalam satu nomor tanding untuk cabor layar hanya diisi dengan lima atlet saja, sehingga akan bersaing memperebutkan lima tiket di PON. “Sedangkan ada 22 provinsi yang akan bersaing di Pra PON nantinya untuk memperebutkan tiket itu. Tentunya kami akan memperhatikan strategi dan taktik saja, namun pastinya kami juga menunggu anggaran yang nantinya dikhususkan untuk PON. Memang kami gagal pada PON lalu, yang awal pra PON kami mendapatkan perak namun pada saat PON kami gagal. Sedangkan lawan yang di Pra PON sama dengan yang di PON 2016 lalu. Karena dengan kesiapan yang seadanya tidak pernah try out dan akhirnya di PON kita peringkat empat. Untuk PON kali ini kami tidak akan berleha-leha,” ungkapnya. (puu/ash)

Baca Juga :  DLH : Belajar Itu Tidak Malu

TARAKAN – Cabang olahraga layar yang merupakan salah satu cabor andalan Kaltara yang berpeluang mendulang prestasi di PON 2020 mendatang, dipastikan akan berjuang untuk lolos di PON.

Diketahui untuk pelaksanaan Pra PON layar akan dilaksanakan pada Maret 2019 mendatang. Cabor layar tentunya harus mengikuti kurang lebih tiga race tanding hingga November 2019 yang kemungkinan menjadi race terakhir untuk kualifikasi PON, serta seleksi atlet jelang pelaksanaan Sea Games yang akan dilaksanakan di Filipina. Sehingga sebagai salah satu daerah yang berpeluang untuk lolos di pra PON, tim layar Kaltara akan berjuang untuk memperebutkan kursi agar dapat melaju hingga ke PON 2020 Papua.

Ketua Umum Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Kaltara Widodo Dwi Santoso mengatakan, hasil dari rapat kerja nasional Porlasi di Jakarta, sudah memastikan kualifikasi PON akan berjalan selama tiga seri dimulai sejak Maret dan berakhir November 2019. “Tiga seri ini memang menjadi ajang seleksi atlet untuk Sea Games, karena pengurus pusat belajar dari kegagalan di Asian Games lalu. Sehingga di seri terakhir nantinya dibarengi dengan pelaksanaan kualifikasi PON 2020 mendatang,” tuturnya kepada media ini.

Baca Juga :  Pembinaan, Dirbinmas Polda Kaltara Kunjungi Satpol PP

Mengingat keterbatasan tuan rumah PON 2020, berdampak dengan kuota atlet yang akan diboyong. Widodo melanjutkan pengurangan kuota ini pastinya akan berdampak kepada seluruh cabor, sehingga akan menjadi tugas berat yang akan dihadapi pada 2019 nantinya. “Karena memang tuan rumah ini keterbatasan, sehingga berdampak. Pengurangan kuota atlet tidak hanya layar, pastinya ke seluruh cabor. Ini menjadi tugas yang berat bagi semua daerah karena bersaing cukup ketat untuk meloloskan atletnya. Di cabang layar kuotanya hanya 90 atlet saja dari 17 nomor tanding yang akan memperebutkan medali,” lanjutnya.

Bahkan dalam satu nomor tanding untuk cabor layar hanya diisi dengan lima atlet saja, sehingga akan bersaing memperebutkan lima tiket di PON. “Sedangkan ada 22 provinsi yang akan bersaing di Pra PON nantinya untuk memperebutkan tiket itu. Tentunya kami akan memperhatikan strategi dan taktik saja, namun pastinya kami juga menunggu anggaran yang nantinya dikhususkan untuk PON. Memang kami gagal pada PON lalu, yang awal pra PON kami mendapatkan perak namun pada saat PON kami gagal. Sedangkan lawan yang di Pra PON sama dengan yang di PON 2016 lalu. Karena dengan kesiapan yang seadanya tidak pernah try out dan akhirnya di PON kita peringkat empat. Untuk PON kali ini kami tidak akan berleha-leha,” ungkapnya. (puu/ash)

Baca Juga :  DLH : Belajar Itu Tidak Malu

Most Read

Artikel Terbaru

/