alexametrics
27.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Dikunjungi Pejabat, Masyarakat Long Jelet Senang

MALINAU – Rombongan Perjalanan Ibadah Natal Bupati Malinau Tahun 2018 bersama masyarakat Kecamatan Pujungan merayakan Natal di Desa Long Jelet, Selasa (18/12). Ini merupakan tempat ke 12 yang dikunjungi oleh rombongan perjalanan ibadah Natal.

Menurut keterangan Sekretaris Desa, Sumi, Desa Long Jelet adalah pindahan dari Desa Mesahan yang berada lebih jauh ke hulu Pujungan dan sekarang sudah tidak berpenghuni. Perpindahan penduduk dimulai pada tahun 1976 sampai tahun 1979.

“Kami sangat senang karena akhirnya ada pejabat yang datang ke Desa ini, selamat datang dan selamat Natal kepada bapak Sekda dan rombongan,” ucap Camat Pujungan Muling Lengkan, SE.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Malinau Drs. Hendris Damus, M.Si mewakili Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si yang tidak dapat hadir dikarenakan tidak adanya jadwal penerbangan ke Pujungan pada tanggal yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  PKPU Belum Memuat Sanksi Pelanggaran Protokol Kesehatan

“Bapak Bupati menyampaikan salam dan selamat merayakan natal kepada warga masyarakat di Kecamatan Pujungan,” ujarnya.

Tema Natal yang dikeluarkan oleh Persatuan Gereja Indonesia (PGI) dan KWI adalah “Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita” (Bdk. 1 Korintus 1:30a) mengingatkan kepada kita bahwa sebagai manusia harus berhikmat atas anugerah-anugerah yang telah diberikan kepada kita.

Contohnya Gunung Rinjani di NTB dan Taman Nasional Kayan Mentarang. Kedua tempat ini adalah anugerah Tuhan yang diberikan kepada warga sekitar untuk dijaga dan dipelihara dengan potensi-potensi yang ada. Jika mengabaikannya maka kedua tempat tersebut pada akhirnya tidak akan menjadi apa-apa dan dilupakan semua orang.

Terlebih Kabupaten Malinau yang dikenal dengan kabupaten perbatasan dan kabupaten konservasi sebagai salah satu paru-paru dunia. “Tetapi hal tersebut tidak akan berarti apa-apa jika kita tidak memanfaatkannya dengan baik,”ujarnya.

Baca Juga :  Resep Sosis Tahu Udang Saus Manis

Bupati Malinau di awal tahun 2018 telah membentuk tim untuk mengkaji dan meneliti kawasan Kabupaten Malinau agar mengetahui apa yang menjadi kebutuhan pembangunan di daerah yang sangat luas ini. “Mari kita doakan agar tim ini dapat berkeja dengan baik dan memberikan langkah-langkah yang baik untuk membangun Kabupaten Malinau,” ucapnya. (hms/fly)

MALINAU – Rombongan Perjalanan Ibadah Natal Bupati Malinau Tahun 2018 bersama masyarakat Kecamatan Pujungan merayakan Natal di Desa Long Jelet, Selasa (18/12). Ini merupakan tempat ke 12 yang dikunjungi oleh rombongan perjalanan ibadah Natal.

Menurut keterangan Sekretaris Desa, Sumi, Desa Long Jelet adalah pindahan dari Desa Mesahan yang berada lebih jauh ke hulu Pujungan dan sekarang sudah tidak berpenghuni. Perpindahan penduduk dimulai pada tahun 1976 sampai tahun 1979.

“Kami sangat senang karena akhirnya ada pejabat yang datang ke Desa ini, selamat datang dan selamat Natal kepada bapak Sekda dan rombongan,” ucap Camat Pujungan Muling Lengkan, SE.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Malinau Drs. Hendris Damus, M.Si mewakili Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si yang tidak dapat hadir dikarenakan tidak adanya jadwal penerbangan ke Pujungan pada tanggal yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  PKPU Belum Memuat Sanksi Pelanggaran Protokol Kesehatan

“Bapak Bupati menyampaikan salam dan selamat merayakan natal kepada warga masyarakat di Kecamatan Pujungan,” ujarnya.

Tema Natal yang dikeluarkan oleh Persatuan Gereja Indonesia (PGI) dan KWI adalah “Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita” (Bdk. 1 Korintus 1:30a) mengingatkan kepada kita bahwa sebagai manusia harus berhikmat atas anugerah-anugerah yang telah diberikan kepada kita.

Contohnya Gunung Rinjani di NTB dan Taman Nasional Kayan Mentarang. Kedua tempat ini adalah anugerah Tuhan yang diberikan kepada warga sekitar untuk dijaga dan dipelihara dengan potensi-potensi yang ada. Jika mengabaikannya maka kedua tempat tersebut pada akhirnya tidak akan menjadi apa-apa dan dilupakan semua orang.

Terlebih Kabupaten Malinau yang dikenal dengan kabupaten perbatasan dan kabupaten konservasi sebagai salah satu paru-paru dunia. “Tetapi hal tersebut tidak akan berarti apa-apa jika kita tidak memanfaatkannya dengan baik,”ujarnya.

Baca Juga :  Lulusan IPDN Harus Siap Berada di Tengah Masyarakat

Bupati Malinau di awal tahun 2018 telah membentuk tim untuk mengkaji dan meneliti kawasan Kabupaten Malinau agar mengetahui apa yang menjadi kebutuhan pembangunan di daerah yang sangat luas ini. “Mari kita doakan agar tim ini dapat berkeja dengan baik dan memberikan langkah-langkah yang baik untuk membangun Kabupaten Malinau,” ucapnya. (hms/fly)

Most Read

Artikel Terbaru

/