alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Sikapi Demo Warga, Tim Terpadu Diminta Turun ke Krayan

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid kembali memimpin rapat bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Nunukan usai rapat bersama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Pertemuan ini dilakukan merupakan bentuk tindak lanjut dari persoalan blokade jalan Desa Long Midang, Krayan yang dilakukan masyarakat Adat Lundayeh Dataran Tinggi Krayan.

Dimana, hasil rapat merekomendasikan kepada Bupati Nunukan agar kembali bersurat ke Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, untuk membentuk tim terpadu. Selanjutnya, tim terpadu akan bertugas menyelesaikan persoalan yang terjadi di Krayan.

“Jika ada pertanyaan kenapa baru sekarang? Karena kita menunggu surat tertulis dengan rincian kronologis lengkap dari Camat Krayan terkait persoalan yang terjadi di masyarakat sebagai acuan dan dasar. Hasil rapat Forkopimda Nunukan meminta (merekomendasikan) pertama saya segera bersurat ke Gubernur membentuk tim terpadu penyelesaian di Krayan,” ucap Hj. Asmin Laura Hafid.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Cabul: SR Salahgunakan Hubungan Ibu dan Anak Angkat

Dijelaskan, masyarakat Krayan meminta pemerintah mulai dari Bupati Nunukan, Gubernur Kaltara serta Perwakilan Pemerintah Pusat untuk turun langsung ke Krayan melihat dan mendengarkan aspirasi masyarakat Krayan.

Dengan harapan persoalan yang terjadi dapat segera terselesaikan.

“Permintaan masyarakat Krayan, kirim tim terpadu ke Krayan untuk turun langsung dan duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi. Saya sudah berkomunikasi dengan gubernur. Dan beliau sudah merespon pesan saya atas permintaan masyarakat,” jelasnya.

Kemudian, langkah cepat menindaklanjuti hasil rapat bersama Forkopimda Nunukan, pihaknya telah memerintahkan kepada staf Pemkab Nunukan untuk melayangkan surat ke Pemprov Kaltara.

Dengan target usai Iduladha Gubernur Kaltara surat Pemkab Nunukan dapat direspons.

Baca Juga :  Resep Ayam Merah

“Satu saja permintaan masyarakat kirim tim terpadu ke Krayan. Intinya baik Pemprov Kaltara maupun Pemkab Nunukan akan bergerak cepat menyelesaikan persoalan. Makanya kita fokus bentuk tim terpadu kemudian ke Krayan,” pungkasnya. (akz/lim)

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid kembali memimpin rapat bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Nunukan usai rapat bersama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Pertemuan ini dilakukan merupakan bentuk tindak lanjut dari persoalan blokade jalan Desa Long Midang, Krayan yang dilakukan masyarakat Adat Lundayeh Dataran Tinggi Krayan.

Dimana, hasil rapat merekomendasikan kepada Bupati Nunukan agar kembali bersurat ke Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, untuk membentuk tim terpadu. Selanjutnya, tim terpadu akan bertugas menyelesaikan persoalan yang terjadi di Krayan.

“Jika ada pertanyaan kenapa baru sekarang? Karena kita menunggu surat tertulis dengan rincian kronologis lengkap dari Camat Krayan terkait persoalan yang terjadi di masyarakat sebagai acuan dan dasar. Hasil rapat Forkopimda Nunukan meminta (merekomendasikan) pertama saya segera bersurat ke Gubernur membentuk tim terpadu penyelesaian di Krayan,” ucap Hj. Asmin Laura Hafid.

Baca Juga :  Dugaan Penyelundupan Kayu Nibung, DPRD Nunukan Desak Pemkab Bertindak

Dijelaskan, masyarakat Krayan meminta pemerintah mulai dari Bupati Nunukan, Gubernur Kaltara serta Perwakilan Pemerintah Pusat untuk turun langsung ke Krayan melihat dan mendengarkan aspirasi masyarakat Krayan.

Dengan harapan persoalan yang terjadi dapat segera terselesaikan.

“Permintaan masyarakat Krayan, kirim tim terpadu ke Krayan untuk turun langsung dan duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi. Saya sudah berkomunikasi dengan gubernur. Dan beliau sudah merespon pesan saya atas permintaan masyarakat,” jelasnya.

Kemudian, langkah cepat menindaklanjuti hasil rapat bersama Forkopimda Nunukan, pihaknya telah memerintahkan kepada staf Pemkab Nunukan untuk melayangkan surat ke Pemprov Kaltara.

Dengan target usai Iduladha Gubernur Kaltara surat Pemkab Nunukan dapat direspons.

Baca Juga :  Tambang Emas Sekatak Meluas, Begini Dampaknya

“Satu saja permintaan masyarakat kirim tim terpadu ke Krayan. Intinya baik Pemprov Kaltara maupun Pemkab Nunukan akan bergerak cepat menyelesaikan persoalan. Makanya kita fokus bentuk tim terpadu kemudian ke Krayan,” pungkasnya. (akz/lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/