alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Diduga Mabuk, Tiang Listrik ‘Diseruduk’ Grandmax

TANJUNG SELOR – Diduga mabuk atau dalam pengaruh alkohol, pengendara Grandmax warna putih dengan nomor polisi (nopol) DD 8446 RW berinisial RI mengalami kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) pada malam kemarin.

Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar melalui KBO Sat Lantas Polres Bulungan IPDA Jumono menjelaskan, kronologis lakalantas yang terjadi tepatnya pukul 00.05 Wita dengan TKP di Jalan Jelarai Raya, Kecamatan Tanjung Selor, Bulungan.

Yakni, kendaraan roda empat (R4) jenis Grandmax melaju dari arah kilometer (Km) 2 menuju ke arah Telur Pecah, Tanjung Selor.

Namun, sesampainya di Jalan Jelarai Raya, tepatnya di depan CV Indo Baja Interior.

Kendaraan yang dikendarainya justru tak dapat dikendalikan lagi. Akhirnya, kendaraan tersebut menabrak tiang listrik di lokasi itu.

“Dari dugaan yang ada, pengendara ini benar dalam pengaruh alkohol saat berkendara. Sehingga saat melajukan kendaraannya jadi tak terkontrol dan OC (out of control),” jelasnya kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi, Sabtu (8/7).

Baca Juga :  Pembentukan Prodi Kedokteran UBT Disetujui Menkes

Lanjutnya, dari kejadian itu pun pengendara mengalami luka lebam pada bagian kaki sebelah kiri. Dan untuk total kerugian materil dari kejadian ini belum diketahui secara pasti.

“Petugas saat tiba di lokasi. Korban sudah tidak ada. Sehingga unit kendaraan yang ada di TKP sementara diamankan,” ujar IPDA Jumono.

Lebih lanjutnya, dari kejadian ini diimbau kepada masyarakat selaku pengendara untuk tidak dalam pengaruh alkohol saat berkendara.

Bahkan, berkendara saat dalam pengaruh alkohol ada undang-undang yang mengaturnya apabila dilanggar.

Hal ini mengacu pada Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 106.

Artinya, pengendara yang melanggar ketentuan tersebut. Maka, bisa terancam sanksi pidana atau denda maksimal yang sudah ditentukan.

Baca Juga :  Kudapan Empuk Nan Lembut Ala Pemula

Seperti tercantum pada Pasal 283 disebutkan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

“Untuk itu diimbau kepada masyarakat untuk dapat tertib berlalulintas. Dari kejadian ini diharapkan tidak sampai terulang lagi. Ya, karena ke depan bisa jadi tak hanya pengendara sendiri yang jadi korban. Melainkan orang lain dapat menjadi korbannya,” tutupnya. (dni/lim)

TANJUNG SELOR – Diduga mabuk atau dalam pengaruh alkohol, pengendara Grandmax warna putih dengan nomor polisi (nopol) DD 8446 RW berinisial RI mengalami kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) pada malam kemarin.

Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar melalui KBO Sat Lantas Polres Bulungan IPDA Jumono menjelaskan, kronologis lakalantas yang terjadi tepatnya pukul 00.05 Wita dengan TKP di Jalan Jelarai Raya, Kecamatan Tanjung Selor, Bulungan.

Yakni, kendaraan roda empat (R4) jenis Grandmax melaju dari arah kilometer (Km) 2 menuju ke arah Telur Pecah, Tanjung Selor.

Namun, sesampainya di Jalan Jelarai Raya, tepatnya di depan CV Indo Baja Interior.

Kendaraan yang dikendarainya justru tak dapat dikendalikan lagi. Akhirnya, kendaraan tersebut menabrak tiang listrik di lokasi itu.

“Dari dugaan yang ada, pengendara ini benar dalam pengaruh alkohol saat berkendara. Sehingga saat melajukan kendaraannya jadi tak terkontrol dan OC (out of control),” jelasnya kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi, Sabtu (8/7).

Baca Juga :  Nelayan di Kecamatan Ini Terima Bantuan Rp 4,2 M

Lanjutnya, dari kejadian itu pun pengendara mengalami luka lebam pada bagian kaki sebelah kiri. Dan untuk total kerugian materil dari kejadian ini belum diketahui secara pasti.

“Petugas saat tiba di lokasi. Korban sudah tidak ada. Sehingga unit kendaraan yang ada di TKP sementara diamankan,” ujar IPDA Jumono.

Lebih lanjutnya, dari kejadian ini diimbau kepada masyarakat selaku pengendara untuk tidak dalam pengaruh alkohol saat berkendara.

Bahkan, berkendara saat dalam pengaruh alkohol ada undang-undang yang mengaturnya apabila dilanggar.

Hal ini mengacu pada Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 106.

Artinya, pengendara yang melanggar ketentuan tersebut. Maka, bisa terancam sanksi pidana atau denda maksimal yang sudah ditentukan.

Baca Juga :  Bupati Usul NAM Air Layani Pedalaman

Seperti tercantum pada Pasal 283 disebutkan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

“Untuk itu diimbau kepada masyarakat untuk dapat tertib berlalulintas. Dari kejadian ini diharapkan tidak sampai terulang lagi. Ya, karena ke depan bisa jadi tak hanya pengendara sendiri yang jadi korban. Melainkan orang lain dapat menjadi korbannya,” tutupnya. (dni/lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/