alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Sempat Padam, PLN Kaltara Sebut Penurunan Suplai Gas Medco dan Pertamina

TARAKAN – Adanya pemadaman listrik secara bergilir yang terjadi di Tarakan pada minggu ini menimbulkan keresahan dari berbagai kalangan.

PLN pun meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pemadaman.

Manager PLN UP3 Kalimantan Utara (Kaltara), Aditya Darmawan menerangkan jika pemadaman listrik tersebut merupakan insiden tidak terencana akibat menurunnya suplai gas.

“Saya jelaskan dulu terkait pemadaman listrik, jadi penyebab pemadaman ada dua pertama pemadaman terencana, kedua pemadaman tidak terencana. Sama dengan peralatan listrik di rumah kita, setiap peralatan listrik itu harus dipelihara, harus di maintenance. Pada saat pemeliharaan itu namanya pemadaman terencana,” ujarnya, Jumat (8/7).

“Kenapa harus padam, supaya petugas kami tidak tersengat listrik, kalau pemadaman tidak terencana berarti ada sesuatu yang menganggu pasokan energi. Sebagai contoh misalnya di jaringan kalau kita lihat kawat 3 fase itu mungkin pohon, untuk melistriki masyarakat ini kan mulai dari suplai bahan bakar dari gas atau minyak,” sambungnya.

Ia mencontohkan seperti kendaraan mesin pembangkit pun juga tentunya memerlukan suplai cukup agar dapat terus bekerja.

Sehingga dengan berkurangnya suplai yang diterima membuat pihaknya harus melakukan manajemen pemanfaatan bahan bakar agar tetap mendistribusikan listrik kepada masyarakat.

Baca Juga :  FKKRT Pecah? Begini Kronologisnya

Salah satunya ialah dengan melakukan pemadaman bergilir.

“Tentunya itu proses A sampai Z bisa jadi suatu proses bisa jadi butuh pemeliharaan bisa dibutuhkan. Salah satunya adalah karena ada gangguan suplai dari energi primer. Jadi kalau motor kita tidak ada bensinnya tidak bisa jalan juga,” terangnya.

“Jadi suplai ini memang ada dari pihak eksternal PLN dalam hal ini Pertamina EP dan Medco. Tapi kita komunikasi dengan mereka. Supaya, suplai ke pembangkit kita ini bisa lebih maksimal dalam melayani masyarakat. Berbagai upaya sudah kami lakukan supaya listrik tidak padam. Sebenarnya kalau energi sekarang kita maish sama. Hanya kita rolling, kita coba alihkan supaya masyarakat lebih banyak yang menyala,” lanjutnya.

Manajer Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan (UPDK) PLN Tarakan, Marihot Oktavianus Hutapea menerangkan, dalam situasi seperti itu pihaknya harus memanfaatkan suplai minim tersebut untuk membagi sasaran agar distribusi listrik dirasakan secara merata.

“Kalau yang dipakai gas asso (associated gas) bukan sumur gas murni. Ada infonya terjadi penurunan produksi untuk suplai, sehingga kami melakukan manajemen beban agar masyarakat tetap bisa menikmati listrik meski harus bergantian,” terangnya.

Baca Juga :  Angkutan Udara Bandara Juwata Naik 17 Persen

“Ini kan sebenarnya faktor alam yah, sebagai contoh kalau ada beberapa gangguan, gangguan itu kan tidak bisa diprediksi. Seperti kalau misalnya gangguan karena pohon tumbang, mau tidak mau kita minta izin masyarakat agar pohonnya kita pangkas, kalau untuk suplai tentunya kami bergantung kepada suplai Pertamina dan Medco. Kalau produksi suplai mereka menurun maka itu berdampak kepada pelayanan listrik,” tukasnya.

Kendati demikian, ia memastikan jika distribusi listrik sudah berjalan normal dan ia memastikan tidak ada lagi pemadaman listrik.

Menurutnya, tentunya semua pihak tidak menginginkan adanya pemadaman listrik tak terkecuali PLN.

“Sehingga hari ini tidak ada lagi pemadaman listrik. Tapi kami juga memohon doanya kepada teman-teman media dan masyarakat. Kami kalau mati lampu sebenarnya juga sedih, karena piringan kWh di rumah masyarakat kan tidak berputar. Sehingga pendapatan di kami juga tidak berjalan,” pungkasnya. (*/zac/lim)

TARAKAN – Adanya pemadaman listrik secara bergilir yang terjadi di Tarakan pada minggu ini menimbulkan keresahan dari berbagai kalangan.

PLN pun meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pemadaman.

Manager PLN UP3 Kalimantan Utara (Kaltara), Aditya Darmawan menerangkan jika pemadaman listrik tersebut merupakan insiden tidak terencana akibat menurunnya suplai gas.

“Saya jelaskan dulu terkait pemadaman listrik, jadi penyebab pemadaman ada dua pertama pemadaman terencana, kedua pemadaman tidak terencana. Sama dengan peralatan listrik di rumah kita, setiap peralatan listrik itu harus dipelihara, harus di maintenance. Pada saat pemeliharaan itu namanya pemadaman terencana,” ujarnya, Jumat (8/7).

“Kenapa harus padam, supaya petugas kami tidak tersengat listrik, kalau pemadaman tidak terencana berarti ada sesuatu yang menganggu pasokan energi. Sebagai contoh misalnya di jaringan kalau kita lihat kawat 3 fase itu mungkin pohon, untuk melistriki masyarakat ini kan mulai dari suplai bahan bakar dari gas atau minyak,” sambungnya.

Ia mencontohkan seperti kendaraan mesin pembangkit pun juga tentunya memerlukan suplai cukup agar dapat terus bekerja.

Sehingga dengan berkurangnya suplai yang diterima membuat pihaknya harus melakukan manajemen pemanfaatan bahan bakar agar tetap mendistribusikan listrik kepada masyarakat.

Baca Juga :  Konsep Vintage yang Instagramable

Salah satunya ialah dengan melakukan pemadaman bergilir.

“Tentunya itu proses A sampai Z bisa jadi suatu proses bisa jadi butuh pemeliharaan bisa dibutuhkan. Salah satunya adalah karena ada gangguan suplai dari energi primer. Jadi kalau motor kita tidak ada bensinnya tidak bisa jalan juga,” terangnya.

“Jadi suplai ini memang ada dari pihak eksternal PLN dalam hal ini Pertamina EP dan Medco. Tapi kita komunikasi dengan mereka. Supaya, suplai ke pembangkit kita ini bisa lebih maksimal dalam melayani masyarakat. Berbagai upaya sudah kami lakukan supaya listrik tidak padam. Sebenarnya kalau energi sekarang kita maish sama. Hanya kita rolling, kita coba alihkan supaya masyarakat lebih banyak yang menyala,” lanjutnya.

Manajer Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan (UPDK) PLN Tarakan, Marihot Oktavianus Hutapea menerangkan, dalam situasi seperti itu pihaknya harus memanfaatkan suplai minim tersebut untuk membagi sasaran agar distribusi listrik dirasakan secara merata.

“Kalau yang dipakai gas asso (associated gas) bukan sumur gas murni. Ada infonya terjadi penurunan produksi untuk suplai, sehingga kami melakukan manajemen beban agar masyarakat tetap bisa menikmati listrik meski harus bergantian,” terangnya.

Baca Juga :  Muspika Mentarang Libatkan Masyarakat

“Ini kan sebenarnya faktor alam yah, sebagai contoh kalau ada beberapa gangguan, gangguan itu kan tidak bisa diprediksi. Seperti kalau misalnya gangguan karena pohon tumbang, mau tidak mau kita minta izin masyarakat agar pohonnya kita pangkas, kalau untuk suplai tentunya kami bergantung kepada suplai Pertamina dan Medco. Kalau produksi suplai mereka menurun maka itu berdampak kepada pelayanan listrik,” tukasnya.

Kendati demikian, ia memastikan jika distribusi listrik sudah berjalan normal dan ia memastikan tidak ada lagi pemadaman listrik.

Menurutnya, tentunya semua pihak tidak menginginkan adanya pemadaman listrik tak terkecuali PLN.

“Sehingga hari ini tidak ada lagi pemadaman listrik. Tapi kami juga memohon doanya kepada teman-teman media dan masyarakat. Kami kalau mati lampu sebenarnya juga sedih, karena piringan kWh di rumah masyarakat kan tidak berputar. Sehingga pendapatan di kami juga tidak berjalan,” pungkasnya. (*/zac/lim)

Most Read

Mencuri Air, Pembayaran 12 Kali Lipat

Sekolah Tak Sabar Belajar Tatap Muka

Lurah Pilih Sebut Aman

Permintaan SOA Setiap Tahun Bertambah

Artikel Terbaru

/