alexametrics
27.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

KUR Rp 490,74 Miliar, Ini Daftar Bank dengan Realisasi Terbanyak di Kaltara

TARAKAN – Realisasi kredit usaha rakyat (KUR) di Kalimantan Utara (Kaltara) pada semester satu 2022, secara kumulatif telah mencapai Rp 490,74 miliar dan memfasilitasi sebanyak 7.343 debitur dengan jumlah outstanding KUR sebesar Rp 430,21 miliar.

Dari jumlah tersebut didominasi penyaluran kredit KUR oleh BRI, dengan jumlah Rp 285,64 miliar 58 persen dari total uang yang disalurkan di Kaltara.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kaltara, Wahyu Prihantoro mengatakan, bahwa BRI juga memfasilitasi sebanyak 5.870 debitur 70 persen dari total debitur KUR di Kaltara. Selanjutnya oleh BNI dan Bank Mandiri.

Sementara BPD Kaltimtara sebagai penyalur KUR terbanyak keempat dengan nilai Rp 43 miliar kepada 364 pelaku usaha.

“Penyaluran KUR saat ini mengalami peningkatan. Secara year on year (yoy/secara tahunan), kinerja penyaluran KUR tersebut meningkat secara signifikan terhadap kinerja penyaluran pada akhir semester I tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp 332,6 miliar untuk 6.320 debitur,” jelas Wahyu, Jumat (8/7).

Berdasarkan sebaran wilayah, dikatakan Wahyu jumlah debitur KUR tertinggi tercatat di Kabupaten Nunukan sebanyak 2.489 debitur, diikuti Tarakan sebanyak 2.141 debitur.

Baca Juga :  Edy Mulyadi Wajib Disidang secara Adat

Sementara Malinau dan Tana Tidung dapat didorong untuk memanfaatkan pinjaman KUR ini untuk mendukung pelaku UMKM di daerah tersebut.

Kucuran uang KUR ini diungkap Wahyu, telah memfasilitasi 3.298 pelaku usaha perdagangan dengan nilai kredit sebesar Rp 249,89 miliar, pelaku usaha pertanian dan peternakan sebanyak 1.799 dengan nilai kredit sebanyak Rp 92,08 miliar, pelaku usaha perikanan sebanyak 1.082 dengan nilai kredit sebanyak Rp 58,25 miliar dan pelaku usaha lainnya seperti industri pengolahan makanan, jasa transportasi atau pergudangan serta jasa kesehatan.

Berdasarkan data sikp.kemenkeu.go.id, dikatakan Wahyu kucuran KUR ini didominasi skema KUR Mikro sebesar Rp 260,26 miliar 6.126 debitur disusul skema KUR kecil Rp 227,06 miliar 889 debitur dan KUR supermikro Rp 3,1 miliar 328 debitur.

Wahyu menjelaskan, KUR adalah kredit atau pembiayaan modal kerja dan atau investasi kepada debitur individu maupun perseorangan.

Badan usaha dan kelompok usaha yang produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan yang belum cukup.

Dana KUR seluruhnya berasal dari dana Lembaga Keuangan penyalur KUR dengan Suku Bunga KUR rendah sebesar 6 persen efektif pertahun.

Baca Juga :  Dessert Natal Populer Mancanegara

Suku Bunga KUR ini rendah karena ada subsidi bunga dari pemerintah sehingga ada keringanan bagi pelaku usaha dalam beban bunga yang ditanggung.

Adapun besaran pinjaman KUR yang disalurkan oleh bank sesuai Permenko Bidang Perekonomian Nomor 1 Tahun 2022 yaitu KUR supermikro plafon pinjaman 0 hingga Rp 10 juta, KUR mikro plafon di atas Rp 10 hingga Rp 100 juta, KUR kecil plafon di atas Rp 100 juta sampai Rp 500 juta, KUR khusus, dan KUR pekerja migran maupun TKI.

KUR bertujuan untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

“Bagi pelaku usaha UMKM di Kaltara yang membutuhkan dukungan permodalan usaha, dapat menghubungi Bank penyalur KUR terdekat seperti BRI, BNI, Bank Mandiri dan BanKaltimtara. Dengan dukungan permodalan, UMKM akan tumbuh dan berkembang sehingga mampu meningkatkan perekonomian Kaltara,” pungkasnya. (shy/lim)

TARAKAN – Realisasi kredit usaha rakyat (KUR) di Kalimantan Utara (Kaltara) pada semester satu 2022, secara kumulatif telah mencapai Rp 490,74 miliar dan memfasilitasi sebanyak 7.343 debitur dengan jumlah outstanding KUR sebesar Rp 430,21 miliar.

Dari jumlah tersebut didominasi penyaluran kredit KUR oleh BRI, dengan jumlah Rp 285,64 miliar 58 persen dari total uang yang disalurkan di Kaltara.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kaltara, Wahyu Prihantoro mengatakan, bahwa BRI juga memfasilitasi sebanyak 5.870 debitur 70 persen dari total debitur KUR di Kaltara. Selanjutnya oleh BNI dan Bank Mandiri.

Sementara BPD Kaltimtara sebagai penyalur KUR terbanyak keempat dengan nilai Rp 43 miliar kepada 364 pelaku usaha.

“Penyaluran KUR saat ini mengalami peningkatan. Secara year on year (yoy/secara tahunan), kinerja penyaluran KUR tersebut meningkat secara signifikan terhadap kinerja penyaluran pada akhir semester I tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp 332,6 miliar untuk 6.320 debitur,” jelas Wahyu, Jumat (8/7).

Berdasarkan sebaran wilayah, dikatakan Wahyu jumlah debitur KUR tertinggi tercatat di Kabupaten Nunukan sebanyak 2.489 debitur, diikuti Tarakan sebanyak 2.141 debitur.

Baca Juga :  Dua Kasus Narkoba Libatkan Anak-anak

Sementara Malinau dan Tana Tidung dapat didorong untuk memanfaatkan pinjaman KUR ini untuk mendukung pelaku UMKM di daerah tersebut.

Kucuran uang KUR ini diungkap Wahyu, telah memfasilitasi 3.298 pelaku usaha perdagangan dengan nilai kredit sebesar Rp 249,89 miliar, pelaku usaha pertanian dan peternakan sebanyak 1.799 dengan nilai kredit sebanyak Rp 92,08 miliar, pelaku usaha perikanan sebanyak 1.082 dengan nilai kredit sebanyak Rp 58,25 miliar dan pelaku usaha lainnya seperti industri pengolahan makanan, jasa transportasi atau pergudangan serta jasa kesehatan.

Berdasarkan data sikp.kemenkeu.go.id, dikatakan Wahyu kucuran KUR ini didominasi skema KUR Mikro sebesar Rp 260,26 miliar 6.126 debitur disusul skema KUR kecil Rp 227,06 miliar 889 debitur dan KUR supermikro Rp 3,1 miliar 328 debitur.

Wahyu menjelaskan, KUR adalah kredit atau pembiayaan modal kerja dan atau investasi kepada debitur individu maupun perseorangan.

Badan usaha dan kelompok usaha yang produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan yang belum cukup.

Dana KUR seluruhnya berasal dari dana Lembaga Keuangan penyalur KUR dengan Suku Bunga KUR rendah sebesar 6 persen efektif pertahun.

Baca Juga :  Malinau Seberang Siap Laksanakan Pembangunan

Suku Bunga KUR ini rendah karena ada subsidi bunga dari pemerintah sehingga ada keringanan bagi pelaku usaha dalam beban bunga yang ditanggung.

Adapun besaran pinjaman KUR yang disalurkan oleh bank sesuai Permenko Bidang Perekonomian Nomor 1 Tahun 2022 yaitu KUR supermikro plafon pinjaman 0 hingga Rp 10 juta, KUR mikro plafon di atas Rp 10 hingga Rp 100 juta, KUR kecil plafon di atas Rp 100 juta sampai Rp 500 juta, KUR khusus, dan KUR pekerja migran maupun TKI.

KUR bertujuan untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

“Bagi pelaku usaha UMKM di Kaltara yang membutuhkan dukungan permodalan usaha, dapat menghubungi Bank penyalur KUR terdekat seperti BRI, BNI, Bank Mandiri dan BanKaltimtara. Dengan dukungan permodalan, UMKM akan tumbuh dan berkembang sehingga mampu meningkatkan perekonomian Kaltara,” pungkasnya. (shy/lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/