alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Realisasi Pajak Semester I Capai Target

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara, Drs. H. Zainal A. Paliwang S.H., M.Hum optimistis target pajak daerah tahun ini dapat terpenuhi. Hal itu terlihat dari realisasi pajak Pemprov Kaltara yang mencapai Rp 256,38 miliar pada semester I tahun 2022.

“Dari data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltara, sepanjang bulan Januari hingga Juni persentase sudah mencapai target atau berada di atas 50 persen,”jelas Gubernur, Senin (4/7).

Dari 5 jenis pajak, realisasinya sudah mencapai 62 persen. Jika dirinci, realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp 37,14 miliar, atau sekitar 41 persen. Sementara itu, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai Rp 52,06 miliar, atau sekitar 55,99 persen.

“Realisasi pajak kendaraan bermotor memang belum mencapai 50 persen, baru sekitar 40 persen. Kalau BBNKB dari target Rp 93 miliar tahun ini, capaian semester I sudah melampaui target,” paparnya.

Adapun, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sudah terealisasi Rp 144,91 miliar, atau sekitar 79,19 persen. Kemudian, Pajak Air Permukaan sebesar Rp 1,54 miliar, atau sekitar 46,75 persen.

Terakhir, persentase realisasi pajak rokok di angka 49,20 persen. Atau sebesar Rp 20,70 miliar dari target tahun 2022 Rp 42,08 miliar.

“Penerimaan pajak daerah kita didominasi pajak bahan bakar kendaraan bermotor. Lalu dari bea balik nama kendaraan bermotor,” ujarnya.

Berkaitan dengan komponen retribusi daerah, Gubernur menyebut realisasi sudah sangat signifikan. Yakni sebesar Rp 4,60 miliar dari target tahun 2022 di angka Rp 5,85 miliar.

Baca Juga :  Komisi III Soroti Tambang Ilegal di Sekatak

Gubernur memaparkan, realisasi retribusi jasa usaha mencapai Rp 3,21 miliar, denda PKB sebesar Rp 1,14 miliar, denda BBNKB sebesar Rp 244 ,19 juta, denda PAP Rp 3,16 juta dan denda retribusi Rp 1,69 juta.

“Jadi dari target Rp 5,8 miliar tadi, sudah terkumpul sekitar Rp 4 miliar. Jadi kelihatannya realisasi untuk retribusi bisa jauh lebih besar dari target di 2022 ini,” paparnya.

Karena itu, ia meminta UPT di setiap daerah bisa terus berinovasi untuk memaksimalkan realisasi penerimaan pajak daerah. Penting ada strategi untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat.

“Inovasi ada di unit teknis, seperti UPT Bulungan, Tarakan, KTT dan Malinau. Seperti program hunting, Samsat Keliling, payment point dan lainnya. Ini agar semakin mendekatkan dan memudahkan masyarakat sebagai wajib pajak,” kata Gubernur.

Ia pun meminta agar Bapenda menerapkan strategi khusus peningkatan penerimaan retribusi di bawah kewenangan Pemprov Kaltara.

Kepala Bapenda Kaltara, Tomy Labo mengungkapkan secara teknis pemungutan retribusi tersebut berada di kewenangan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Totalnya ada 22 OPD yang mengelola hal tersebut.

“Beberapa waktu lalu kita baru selesai mengadakan rapat koordinasi dengan tim kelompok kerja intensifikasi dan ekstensifikasi retribusi. Kami sudah koordinasi dan meminta seluruh OPD yang kelola retribusi untuk menyusun target,” kata Tomy Labo.

Baca Juga :  Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Tempat Umum

Penyusunan target penerimaan dimaksudkan agar kinerja bisa lebih terukur. Ini pun akan memacu adanya inovasi-inovasi agar penerimaan bisa sesuai target yang dibuat.

“Jadi target yang ada bisa dihitung capaian dan realisasinya. Mereka diarahkan menyusun itu agar lebih terukur,” jelasnya.

Teknis pemungutan sejumlah retribusi memang berada di sejumlah OPD. Sehingga penting ada sikap proaktif untuk memaksimalkan potensi penerimaan.

“Mereka jadi harus melakukan penyusunan sendiri, supaya lebih realistis kan. Nanti penyusunan diharap bisa untuk tahun ini dan target 2023 secara keseluruhan,” tuntasnya. (dkisp)

////Grafis///
Realisasi Penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Semester I 2022
Pajak Kendaraan Bermotor
Target 2022 : Rp90 miliar
Realisasi : Rp37,14 miliar
Persentase : 41,27 persen
Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor
Target 2022 : Rp93 miliar
Realisasi : Rp52,06 miliar
Persentase : 55,99 persen
Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor
Target 2022 : Rp183 miliar
Realisasi : Rp144,91 miliar
Persentase : 79,19 persen
Pajak Air Permukaan
Target 2022 : Rp3,3 miliar
Realisasi : Rp1,54 miliar
Persentase : 46,75 persen
Pajak Rokok
Target 2022 : Rp42,08 miliar
Realisasi : Rp20,70 miliar
Persentase : 49,20 persen
Retribusi Jasa Usaha
Target 2022 : Rp5,85 miliar
Realisasi : Rp3,21 miliar
Denda PKB
Target 2022 : Rp0
Realisasi : Rp1,14 miliar
Denda BBNKB
Target 2022 : Rp0
Realisasi : Rp244,19 juta
Denda PAP
Target 2022 : Rp0
Realisasi : Rp3,16 juta
Denda Retribusi
Target 2022 : Rp0
Realisasi : Rp1,69 juta

Sumber : Bapenda Kaltara, 2022

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara, Drs. H. Zainal A. Paliwang S.H., M.Hum optimistis target pajak daerah tahun ini dapat terpenuhi. Hal itu terlihat dari realisasi pajak Pemprov Kaltara yang mencapai Rp 256,38 miliar pada semester I tahun 2022.

“Dari data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltara, sepanjang bulan Januari hingga Juni persentase sudah mencapai target atau berada di atas 50 persen,”jelas Gubernur, Senin (4/7).

Dari 5 jenis pajak, realisasinya sudah mencapai 62 persen. Jika dirinci, realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp 37,14 miliar, atau sekitar 41 persen. Sementara itu, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai Rp 52,06 miliar, atau sekitar 55,99 persen.

“Realisasi pajak kendaraan bermotor memang belum mencapai 50 persen, baru sekitar 40 persen. Kalau BBNKB dari target Rp 93 miliar tahun ini, capaian semester I sudah melampaui target,” paparnya.

Adapun, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sudah terealisasi Rp 144,91 miliar, atau sekitar 79,19 persen. Kemudian, Pajak Air Permukaan sebesar Rp 1,54 miliar, atau sekitar 46,75 persen.

Terakhir, persentase realisasi pajak rokok di angka 49,20 persen. Atau sebesar Rp 20,70 miliar dari target tahun 2022 Rp 42,08 miliar.

“Penerimaan pajak daerah kita didominasi pajak bahan bakar kendaraan bermotor. Lalu dari bea balik nama kendaraan bermotor,” ujarnya.

Berkaitan dengan komponen retribusi daerah, Gubernur menyebut realisasi sudah sangat signifikan. Yakni sebesar Rp 4,60 miliar dari target tahun 2022 di angka Rp 5,85 miliar.

Baca Juga :  Nelayan di Kecamatan Ini Terima Bantuan Rp 4,2 M

Gubernur memaparkan, realisasi retribusi jasa usaha mencapai Rp 3,21 miliar, denda PKB sebesar Rp 1,14 miliar, denda BBNKB sebesar Rp 244 ,19 juta, denda PAP Rp 3,16 juta dan denda retribusi Rp 1,69 juta.

“Jadi dari target Rp 5,8 miliar tadi, sudah terkumpul sekitar Rp 4 miliar. Jadi kelihatannya realisasi untuk retribusi bisa jauh lebih besar dari target di 2022 ini,” paparnya.

Karena itu, ia meminta UPT di setiap daerah bisa terus berinovasi untuk memaksimalkan realisasi penerimaan pajak daerah. Penting ada strategi untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat.

“Inovasi ada di unit teknis, seperti UPT Bulungan, Tarakan, KTT dan Malinau. Seperti program hunting, Samsat Keliling, payment point dan lainnya. Ini agar semakin mendekatkan dan memudahkan masyarakat sebagai wajib pajak,” kata Gubernur.

Ia pun meminta agar Bapenda menerapkan strategi khusus peningkatan penerimaan retribusi di bawah kewenangan Pemprov Kaltara.

Kepala Bapenda Kaltara, Tomy Labo mengungkapkan secara teknis pemungutan retribusi tersebut berada di kewenangan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Totalnya ada 22 OPD yang mengelola hal tersebut.

“Beberapa waktu lalu kita baru selesai mengadakan rapat koordinasi dengan tim kelompok kerja intensifikasi dan ekstensifikasi retribusi. Kami sudah koordinasi dan meminta seluruh OPD yang kelola retribusi untuk menyusun target,” kata Tomy Labo.

Baca Juga :  Kendarai Motor 4 Jam, Gubernur Safari Ramadan ke Malinau

Penyusunan target penerimaan dimaksudkan agar kinerja bisa lebih terukur. Ini pun akan memacu adanya inovasi-inovasi agar penerimaan bisa sesuai target yang dibuat.

“Jadi target yang ada bisa dihitung capaian dan realisasinya. Mereka diarahkan menyusun itu agar lebih terukur,” jelasnya.

Teknis pemungutan sejumlah retribusi memang berada di sejumlah OPD. Sehingga penting ada sikap proaktif untuk memaksimalkan potensi penerimaan.

“Mereka jadi harus melakukan penyusunan sendiri, supaya lebih realistis kan. Nanti penyusunan diharap bisa untuk tahun ini dan target 2023 secara keseluruhan,” tuntasnya. (dkisp)

////Grafis///
Realisasi Penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Semester I 2022
Pajak Kendaraan Bermotor
Target 2022 : Rp90 miliar
Realisasi : Rp37,14 miliar
Persentase : 41,27 persen
Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor
Target 2022 : Rp93 miliar
Realisasi : Rp52,06 miliar
Persentase : 55,99 persen
Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor
Target 2022 : Rp183 miliar
Realisasi : Rp144,91 miliar
Persentase : 79,19 persen
Pajak Air Permukaan
Target 2022 : Rp3,3 miliar
Realisasi : Rp1,54 miliar
Persentase : 46,75 persen
Pajak Rokok
Target 2022 : Rp42,08 miliar
Realisasi : Rp20,70 miliar
Persentase : 49,20 persen
Retribusi Jasa Usaha
Target 2022 : Rp5,85 miliar
Realisasi : Rp3,21 miliar
Denda PKB
Target 2022 : Rp0
Realisasi : Rp1,14 miliar
Denda BBNKB
Target 2022 : Rp0
Realisasi : Rp244,19 juta
Denda PAP
Target 2022 : Rp0
Realisasi : Rp3,16 juta
Denda Retribusi
Target 2022 : Rp0
Realisasi : Rp1,69 juta

Sumber : Bapenda Kaltara, 2022

Most Read

Artikel Terbaru

/