alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Dukung Peningkatan PAD, Buka Layanan Agen Laku Pandai

TANJUNG SELOR – Mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), PT BPD Kaltim Kaltara (Bankaltimtara) ikut serta melaksanakan perluasan inklusif Layanan Keuangan Tanpa Kantor (Laku Pandai), Selasa (26/7).

Peningkatan layanan ini ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada salah satu agen Bankaltimtara di Selimau, Kelurahan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor oleh Pimpinan Bankaltimtara Cabang Tanjung Selor Raden Adi Sugiarto, Pimpinan Divisi Pengembangan Digital Banking Muhammad Edwin dan jajarannya.

Pimpinan Bankaltimtara Cabang Tanjung Selor Raden Adi Sugiarto menjelaskan, Laku Pandai merupakan program pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membantu masyarakat yang selama ini belum tersentuh perbankan.

“Seperti diketahui geografis Kaltim dan Kaltara memiliki karakteristik daerah yang sulit dijangkau oleh layanan keuangan,” ujarnya.

Lanjutnya, agen Bankaltimtara ini adalah pihak yang bekerja sama dengan bank penyelenggara Laku Pandai yang menjadi kepanjangan tangan perbankan untuk menyediakan layanan perbankan kepada masyarakat.

“Kami pihak bank juga menawarkan kepada masyarakat yang bersedia menjadi agen Bankaltimtara,” ujarnya.

“Jadi ketika Anda diterima menjadi agen Bankaltimtara, bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, karena akan mendapatkan income berupa komisi dari setiap transaksi nasabah,” sambungnya.

FOTO BERSAMA: Pimpinan Bankaltimtara Cabang dan jajaran dengan
Pimpinan BPR Bulungan usai penandatanganan kerjasama (MOU), Selasa (26/7)

Ia mengatakan, program Laku Pandai ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perbankan, lantaran tidak semua masyarakat memiliki akses perbankan.

Karena itu, diperlukan ketersediaan akses layanan keuangan bagi masyarakat yang belum menggenal, menggunakan dan mendapatkan layanan perbankan atau keuangan.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Meningkat, Tujuh Kecamatan Belajar Online Lagi

Dalam layanan Laku Pandai ini, ada tiga jenis produk yang disediakan yakni tabungan dengan karakteristik basic saving account (BSA), kredit atau pembiayaan kepada nasabah mikro, dan produk lainnya.

Di sini agen Bankaltimtara juga bisa melayani transaksi keuangan masyarakat di antaranya pembayaran tagihan seperti Pajak Bumi dan Bangunan, E-Samsat, pulsa HP pasca bayar, PLN, PDAM, Telkom Pay, transportasi, BPJS Kesehatan, infaq, zakat, TV berlangganan, transfer uang, setor uang, dan pengambilan uang.

Dengan memberikan kemudahan pembayaran PBB dan pajak daerah lainnya (PDL) melalui agen Bankaltimtara maupun E-channel Bankaltimtara lainnya, masyarakat mempunyai banyak alternatif tempat pembayaran yang bisa dijangkau kapan dan di mana saja.

“Dengan program ini kami terus berkomitmen meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Pemkab Bulungan,” ujarnya.

Selain penyerahan sertifikat kepada agen, pihaknya juga melakukan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bulungan pada hari yang sama.

Kerja sama ini saling menguntungkan dan memperluas pelayanan pada usaha mikro kecil guna mendukung pengembangan ekonomi daerah yang memanfaatkan jaringan kantor serta teknologi yang semakin canggih.

Dengan penunjukan sebagai agen Laku Pandai oleh Bankaltimtara, maka secara resmi PT BPR Bulungan sudah bisa melayani transaksi seperti pembayaran PBB dan lain sebagainya.

Ditambahkan Raden, tugas dan fungsi agen Bankaltimtara, kerjanya seperti karyawan bank pada umumnya.

Agen memiliki peran sebagai banker, dimana ia memiliki tugas seperti membuka rekening tabungan baru, menerima setoran, melakukan tarik tunai, dan transaksi keuangan lainnya.

Baca Juga :  Bupati Ingin Fasilitas RSUD Ditambah Lagi

“Bagi masyarakat yang ingin menjadi agen Bankaltimtara, mesti memenuhi beberapa persyaratan yang ditetapkan oleh Bankaltimtara,” ujarnya.

Ada beberapa syarat menjadi agen Bankaltimtara yang ditetapkan oleh OJK, yakni agen merupakan nasabah perorangan dan/atau berbadan hukum.

Berdomisili di lokasi tempat penyelenggaraan Laku Pandai dengan menunjukkan identitas pribadi (KTP dan NPWP) atau surat keterangan domisili.

Lalu, memiliki kemampuan, reputasi, kredibilitas dan integritas yang baik dan memiliki sumber penghasilan utama berasal dari kegiatan usaha dan/atau kegiatan tetap lainnya yang masih berlangsung selama paling singkat 2 tahun.

“Yang paling penting belum menjadi agen dari bank lain penyelenggara Laku Pandai yang mempunyai kegiatan usaha sejenis, lulus proses uji tuntas (due diligence) oleh bank penyelenggara Laku Pandai,” bebernya.

Selain itu, sambung dia, sudah mendapatkan pembekalan APU PPT. Setelah memenuhi beberapa syarat menjadi agen Bankaltimtara, pihak bank akan menganalisis sebelum permohonan calon agen yang diterima.

Dengan adanya penunjukan Agen Laku Pandai Bankaltimtara ini akan memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi tanpa kantor dan waktu yang lebih fleksible.

Bankaltimtara mendukung program pemerintah daerah untuk Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) seperti PBB, dan retribusi lainnya.

Penggunaan mesin EDC sebagai salah satu kanal pembayaran transaksi pemda akan tercatat secara sistem sehingga mempermudah dalam proses rekonsiliasi. (adv/rik/ana)

TANJUNG SELOR – Mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), PT BPD Kaltim Kaltara (Bankaltimtara) ikut serta melaksanakan perluasan inklusif Layanan Keuangan Tanpa Kantor (Laku Pandai), Selasa (26/7).

Peningkatan layanan ini ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada salah satu agen Bankaltimtara di Selimau, Kelurahan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor oleh Pimpinan Bankaltimtara Cabang Tanjung Selor Raden Adi Sugiarto, Pimpinan Divisi Pengembangan Digital Banking Muhammad Edwin dan jajarannya.

Pimpinan Bankaltimtara Cabang Tanjung Selor Raden Adi Sugiarto menjelaskan, Laku Pandai merupakan program pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membantu masyarakat yang selama ini belum tersentuh perbankan.

“Seperti diketahui geografis Kaltim dan Kaltara memiliki karakteristik daerah yang sulit dijangkau oleh layanan keuangan,” ujarnya.

Lanjutnya, agen Bankaltimtara ini adalah pihak yang bekerja sama dengan bank penyelenggara Laku Pandai yang menjadi kepanjangan tangan perbankan untuk menyediakan layanan perbankan kepada masyarakat.

“Kami pihak bank juga menawarkan kepada masyarakat yang bersedia menjadi agen Bankaltimtara,” ujarnya.

“Jadi ketika Anda diterima menjadi agen Bankaltimtara, bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, karena akan mendapatkan income berupa komisi dari setiap transaksi nasabah,” sambungnya.

FOTO BERSAMA: Pimpinan Bankaltimtara Cabang dan jajaran dengan
Pimpinan BPR Bulungan usai penandatanganan kerjasama (MOU), Selasa (26/7)

Ia mengatakan, program Laku Pandai ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perbankan, lantaran tidak semua masyarakat memiliki akses perbankan.

Karena itu, diperlukan ketersediaan akses layanan keuangan bagi masyarakat yang belum menggenal, menggunakan dan mendapatkan layanan perbankan atau keuangan.

Baca Juga :  Ramadan, Latihan Fisik Tetap Dilaksanakan

Dalam layanan Laku Pandai ini, ada tiga jenis produk yang disediakan yakni tabungan dengan karakteristik basic saving account (BSA), kredit atau pembiayaan kepada nasabah mikro, dan produk lainnya.

Di sini agen Bankaltimtara juga bisa melayani transaksi keuangan masyarakat di antaranya pembayaran tagihan seperti Pajak Bumi dan Bangunan, E-Samsat, pulsa HP pasca bayar, PLN, PDAM, Telkom Pay, transportasi, BPJS Kesehatan, infaq, zakat, TV berlangganan, transfer uang, setor uang, dan pengambilan uang.

Dengan memberikan kemudahan pembayaran PBB dan pajak daerah lainnya (PDL) melalui agen Bankaltimtara maupun E-channel Bankaltimtara lainnya, masyarakat mempunyai banyak alternatif tempat pembayaran yang bisa dijangkau kapan dan di mana saja.

“Dengan program ini kami terus berkomitmen meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Pemkab Bulungan,” ujarnya.

Selain penyerahan sertifikat kepada agen, pihaknya juga melakukan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bulungan pada hari yang sama.

Kerja sama ini saling menguntungkan dan memperluas pelayanan pada usaha mikro kecil guna mendukung pengembangan ekonomi daerah yang memanfaatkan jaringan kantor serta teknologi yang semakin canggih.

Dengan penunjukan sebagai agen Laku Pandai oleh Bankaltimtara, maka secara resmi PT BPR Bulungan sudah bisa melayani transaksi seperti pembayaran PBB dan lain sebagainya.

Ditambahkan Raden, tugas dan fungsi agen Bankaltimtara, kerjanya seperti karyawan bank pada umumnya.

Agen memiliki peran sebagai banker, dimana ia memiliki tugas seperti membuka rekening tabungan baru, menerima setoran, melakukan tarik tunai, dan transaksi keuangan lainnya.

Baca Juga :  Tambang Emas Ilegal ‘Subur’ di Lahan Konsesi di Sekatak Kaltara

“Bagi masyarakat yang ingin menjadi agen Bankaltimtara, mesti memenuhi beberapa persyaratan yang ditetapkan oleh Bankaltimtara,” ujarnya.

Ada beberapa syarat menjadi agen Bankaltimtara yang ditetapkan oleh OJK, yakni agen merupakan nasabah perorangan dan/atau berbadan hukum.

Berdomisili di lokasi tempat penyelenggaraan Laku Pandai dengan menunjukkan identitas pribadi (KTP dan NPWP) atau surat keterangan domisili.

Lalu, memiliki kemampuan, reputasi, kredibilitas dan integritas yang baik dan memiliki sumber penghasilan utama berasal dari kegiatan usaha dan/atau kegiatan tetap lainnya yang masih berlangsung selama paling singkat 2 tahun.

“Yang paling penting belum menjadi agen dari bank lain penyelenggara Laku Pandai yang mempunyai kegiatan usaha sejenis, lulus proses uji tuntas (due diligence) oleh bank penyelenggara Laku Pandai,” bebernya.

Selain itu, sambung dia, sudah mendapatkan pembekalan APU PPT. Setelah memenuhi beberapa syarat menjadi agen Bankaltimtara, pihak bank akan menganalisis sebelum permohonan calon agen yang diterima.

Dengan adanya penunjukan Agen Laku Pandai Bankaltimtara ini akan memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi tanpa kantor dan waktu yang lebih fleksible.

Bankaltimtara mendukung program pemerintah daerah untuk Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) seperti PBB, dan retribusi lainnya.

Penggunaan mesin EDC sebagai salah satu kanal pembayaran transaksi pemda akan tercatat secara sistem sehingga mempermudah dalam proses rekonsiliasi. (adv/rik/ana)

Most Read

Artikel Terbaru

/