Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dana MBG Belum Cair, Dapur Tutup Sementara

Dip Ratar • Jumat, 13 Maret 2026 | 06:46 WIB

STOP: Siswa SMAN 1 Malinau Kota saat menerima MBG Ramadan dari SPPG Muhammadiyah Malinau.
STOP: Siswa SMAN 1 Malinau Kota saat menerima MBG Ramadan dari SPPG Muhammadiyah Malinau.
MALINAU - Operasional dapur program makan bergizi gratis (MBG) yang dikelola satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Muhammadiyah Malinau Hulu untuk sementara dihentikan. Penghentian operasional tersebut dilakukan karena dana bantuan pemerintah untuk periode 11 hingga 30 Maret 2026 belum dicairkan.
Penghentian sementara operasional dapur ini juga tertuang dalam Berita Acara Nomor 003/BA/III/2026 terkait keterlambatan pencairan dana operasional SPPG. Selain itu, pihak SPPG juga menyampaikan surat pemberitahuan Nomor 001/EKS.PDM/III/2026 kepada kepala sekolah dan kader posyandu penerima manfaat program MBG mengenai penutupan sementara layanan dapur mulai 11 Maret 2026.
Kepala SPPG Muhammadiyah Malinau Hulu, Fransiska Norfina Enes mengatakan operasional dapur dihentikan sementara karena dana yang tersedia sudah habis untuk menjalankan kegiatan pelayanan makanan bagi para penerima manfaat.
“Habis dana pak. Periode 11-30 belum cair. Kalau misal cair secepatnya lanjut operasional. Untuk gaji relawan kami hitungan harian pak, jadi aman saja sudah dibayarkan,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Rabu (11/3).
Ia menjelaskan, para relawan dapur untuk sementara diliburkan sambil menunggu pencairan dana bantuan dari pemerintah. Namun mereka tetap diminta bersiap apabila operasional dapur kembali berjalan. “Sementara mereka diliburkan dulu, standby jika sudah cair lanjut operasional. Terakhir cair dana tanggal 20 Februari, jadi kami bertahan dari sisa dana itu. Untuk periode 11-30 belum cair,” jelasnya.
Fransiska juga menyebut keterlambatan pencairan dana terjadi karena adanya perubahan rekening virtual account (VA) yang digunakan yayasan. Sebelumnya pencairan menggunakan VA Bank BRI, kemudian diganti menjadi VA Bank BNI sehingga proses administrasi pencairan memerlukan waktu lebih lama.
Berdasarkan berita acara tersebut, sisa dana terakhir di virtual account Bank BRI tercatat sebesar Rp 17.501.010,65, sementara saldo pada virtual account Bank BNI yang baru masih Rp0 karena dana periode berikutnya belum masuk.
Dapur SPPG Muhammadiyah Malinau diketahui melayani sebanyak 2.551 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, guru, serta penerima layanan posyandu seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia 1 hingga 5 tahun.
Adapun sekolah yang menjadi penerima manfaat di antaranya TK Pratama, TK Kasih Bunda, TK Al Hidayah PAUD PKK, SDN 005 Malinau Kota, SMP Negeri 2 Malinau Kota, dan SMA Negeri 1 Malinau. Selain itu, program ini juga menjangkau Posyandu Menur. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim