
TANJUNG SELOR – Palang Merah Indonesia (PMI) Kaltara menerima dukungan kemanusiaan dari Pengurus PMI Pusat untuk mengantisipasi dampak El Nino pada Oktober 2026. Bantuan tersebut berupa 50 ribu masker untuk mendukung penanganan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta dana Rp 31,25 juta untuk distribusi air bersih dan edukasi masyarakat terkait kekeringan.
Ketua PMI Kaltara, H. Risdianto menyampaikan, dukungan tersebut akan disalurkan dan dilaksanakan melalui jajaran PMI di daerah sesuai peruntukannya. Bantuan ini diharapkan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla dan kekeringan, sekaligus membantu masyarakat yang terdampak.
“Dukungan dari Pengurus PMI Pusat ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan PMI kabupaten/kota dalam menghadapi potensi dampak El Nino, terutama karhutla dan kekeringan,” kata Risdianto kepada Radar Kaltara, Senin (26/10).
Untuk penanganan karhutla, PMI Pusat memberikan bantuan tahap kedua berupa 50.000 masker sebagai alat pelindung diri (APD). Bantuan tersebut akan dibagikan kepada PMI di seluruh wilayah Kaltara, dengan rincian PMI Kaltara sebanyak 8.000 masker, PMI Kabupaten Bulungan 10.000 masker, PMI Kota Tarakan 10.000 masker, PMI Kabupaten Nunukan 10.000 masker, PMI Kabupaten Malinau 8.000 masker, serta PMI Kabupaten Tana Tidung 4.000 masker.
"Pembagian masker tersebut diharapkan mendukung kesiapan PMI dalam menghadapi risiko karhutla dan paparan asap," ungkapnya.
PMI Kaltara juga berharap masing-masing PMI kabupaten/kota dapat mengoptimalkan pemanfaatan bantuan sesuai kebutuhan di wilayahnya agar dukungan tersebut memberikan manfaat bagi petugas maupun masyarakat.
"Selain bantuan masker, PMI Kaltara memperoleh dana sebesar Rp 31.250.000 untuk penanganan kekeringan yang akan dilaksanakan oleh PMI Kabupaten Bulungan," ujarnya.
Dana tersebut dialokasikan untuk kegiatan distribusi air bersih selama 30 hari dan edukasi masyarakat selama 15 hari. "Edukasi kepada masyarakat akan mencakup promosi kesehatan dan sosialisasi penghematan air," bebernya.
PMI berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan serta menggunakan air secara bijak ketika menghadapi keterbatasan pasokan air bersih. "Kami berharap seluruh PMI kabupaten/kota dapat menjalankan kegiatan operasional di lapangan secara optimal dan memastikan bantuan dimanfaatkan sesuai sasaran," ungkapnya
Masyarakat sebagai penerima manfaat juga diharapkan dapat berpartisipasi dalam upaya pencegahan risiko serta menjaga ketersediaan air bersih selama kondisi kekeringan. Melalui dukungan PMI Pusat tersebut, PMI Kaltara berupaya memperkuat kesiapsiagaan kemanusiaan di seluruh wilayah provinsi.



