alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Dua Kasus Narkoba Libatkan Anak-anak

TARAKAN – Beberapa bulan belakangan ini, Satreskoba Polres Tarakan menangani beberapa anak di bawah umur yang terjerat perkara narkotika.

Ada dua orang anak yang diketahui terjerat sejauh ini.

Kasat Reskoba Polres Tarakan Iptu Dien F. Romadhoni melalui KBO Reskoba Polres Tarakan IPDA Amiruddin menjelaskan bahwa kebanyakan dari kasus ini berasal dari wilayah pesisir.

Terlebih di Pantai Amal. Pada kasus terakhir, didapati seorang anak berusia 17 tahun yang mengelabuhi petugas dengan menyimpan sabu di balik bungkus rokok, bahkan dua kasus yang sama merupakan warga Pantai Amal.

“Ada juga anak-anak itu yang mengedarkan, jadi dia disuruh oleh orang tuanya dengan upah Rp 100 ribu, dia tidak memakai (konsumsi),” jelasnya.

Baca Juga :  Soal Dugaan Oknum TNI Cabuli Anak di Bawah Umur, Ini Tanggapan KPAI

Menurut Amiruddin anak di bawah umur yang telah terindikasi positif sabu-sabu biasanya telah putus sekolah dan bekerja sebagai buruh rumput laut.

Menurutnya, berdasarkan hasil pengungkapan sejauh ini lebih banyak berasal dari daerah Amal.

“Berarti kan wilayahnya sudah sangat rawan, karena potensi penyalahgunaan sabu ini sangat besar. Karena kan pekerja di laut jadi sangat mudah dipengaruhi apalagi putus sekolah jadi kurang memahami pengetahuan. Biasanya mereka itu memakai supaya tidak ngantuk saat bekerja, kemudian tidak kedinginan padahal penghasilan di rumput laut itu terus dipakai beli sabu jadinya tidak seimbang,” lanjut Amir.

Diketahui terkait sosialisasi penyalahgunaan narkoba di wilayah-wilayah yang rawan, dikatakan Amir sempat terbentur dengan pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Polemik Rumah Kemasan, Wali Kota Bakal Panggil Perumda Aneka Usaha 

“Saat inipun kita juga masih terus berkoordinasi meski terbentur lagi dengan anggaran,” ungkapnya.

Perkara sabu yang menjerat aanak di bawah umur tetap akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Namun, pihaknya tetap melakukan asessment ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan guna kepentingan rehabilitasi.

“Kalau nanti hasil asessmentnya sudah keluar dan memenuhi unsur penyalahgunaan narkoba atau direhabilitasi. Kita juga akan menunggu hasil dari pengadilan, karena yang memutuskan pasti pengadilan. Nanti pengadilan yang akan menunjuk panti rehabilitasinya yang mana,” jelasnya. (ash)






Reporter: Guntur

TARAKAN – Beberapa bulan belakangan ini, Satreskoba Polres Tarakan menangani beberapa anak di bawah umur yang terjerat perkara narkotika.

Ada dua orang anak yang diketahui terjerat sejauh ini.

Kasat Reskoba Polres Tarakan Iptu Dien F. Romadhoni melalui KBO Reskoba Polres Tarakan IPDA Amiruddin menjelaskan bahwa kebanyakan dari kasus ini berasal dari wilayah pesisir.

Terlebih di Pantai Amal. Pada kasus terakhir, didapati seorang anak berusia 17 tahun yang mengelabuhi petugas dengan menyimpan sabu di balik bungkus rokok, bahkan dua kasus yang sama merupakan warga Pantai Amal.

“Ada juga anak-anak itu yang mengedarkan, jadi dia disuruh oleh orang tuanya dengan upah Rp 100 ribu, dia tidak memakai (konsumsi),” jelasnya.

Baca Juga :  Hasil Pengembangan Sabu 8,2 Kg, 7 Orang Diamankan, 3 Oknum Avsec Bandara

Menurut Amiruddin anak di bawah umur yang telah terindikasi positif sabu-sabu biasanya telah putus sekolah dan bekerja sebagai buruh rumput laut.

Menurutnya, berdasarkan hasil pengungkapan sejauh ini lebih banyak berasal dari daerah Amal.

“Berarti kan wilayahnya sudah sangat rawan, karena potensi penyalahgunaan sabu ini sangat besar. Karena kan pekerja di laut jadi sangat mudah dipengaruhi apalagi putus sekolah jadi kurang memahami pengetahuan. Biasanya mereka itu memakai supaya tidak ngantuk saat bekerja, kemudian tidak kedinginan padahal penghasilan di rumput laut itu terus dipakai beli sabu jadinya tidak seimbang,” lanjut Amir.

Diketahui terkait sosialisasi penyalahgunaan narkoba di wilayah-wilayah yang rawan, dikatakan Amir sempat terbentur dengan pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Polemik Rumah Kemasan, Wali Kota Bakal Panggil Perumda Aneka Usaha 

“Saat inipun kita juga masih terus berkoordinasi meski terbentur lagi dengan anggaran,” ungkapnya.

Perkara sabu yang menjerat aanak di bawah umur tetap akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Namun, pihaknya tetap melakukan asessment ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan guna kepentingan rehabilitasi.

“Kalau nanti hasil asessmentnya sudah keluar dan memenuhi unsur penyalahgunaan narkoba atau direhabilitasi. Kita juga akan menunggu hasil dari pengadilan, karena yang memutuskan pasti pengadilan. Nanti pengadilan yang akan menunjuk panti rehabilitasinya yang mana,” jelasnya. (ash)






Reporter: Guntur

Most Read

Artikel Terbaru

/