alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Diimingi Uang Jajan, Oknum Tukang Bakso Cabuli Anak di Bawah Umur

TARAKAN – Satreskrim Polres Tarakan melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) kembali menerima laporan adanya pencabulan anak di bawah umur.

Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Reskrim Polres Tarakan Iptu Muhammad Aldi menjelaskan laporan pencabulan tersebut diketahui sesuai dengan laporan polisi pada Minggu (3/7) lalu.

“Jadi orang tua korban melaporkan tindak pencabulan tersebut langsung kepada aparat Kepolisian jika ia mendengar dan memastikan jika anaknya yang masih dibawah umur telah disetubuhi,” ungkapnya, Kamis (7/7).

Diketahui sebelum melakukan pelaporan, pihak keluarga korban yakni Bungan (bukan nama sebenarnya) berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak sehingga diarahkan kepada pelaporan ke pihak kepolisian.

Baca Juga :  Oknum Polisi Dituntut 6 Tahun Penjara

“Sebelumnya memang sudah berkoordinasi dengan pihak dinas terkait, sehingga diarahkan ke pada pihak kepolisian dalam hal ini PPA,” imbuhnya.

Diketahui korban telah dicabuli oleh oknum penjual bakso yakni NN (51) yang kerap berkeliling di wilayah kediamannya yang terdapat di Kecamatan Tarakan Barat, Kelurahan Karang Anyar.

“Jadi orang tua korban ini juga mencurigai gelagat dari anaknya tersebut, karena korban kerap video call dengan seseorang yang tidak dikenal,” tuturnya.

Perbuatan NN juga terendus oleh anggota keluarga korban, ditambah lagi dengan pengakuan korban yang mengaku kepada orang tuanya jika telah ditiduri beberapa kali oleh NN.

“Korban menjelaskan, ia sudah mengenal tersangka sejak lama pasalnya ia sudah saling mengenal dengan bertukar nomor WhatsApp hingga video call, bahkan korban juga mengakui selain menerima pelecehan dari pelaku, ia juga sudah ditiduri layaknya suami istri,” lanjutnya.

Baca Juga :  Lihat Tim Patmor, Pelaku Sabung Ayam Kocar Kacir

Bahkan perbuatan tidak terpuji yang dilakukan oleh NN, sudah dilakukannya sejak 2021 lalu, untuk pelecehan yang dilakukan oleh NN diakui ada dilakukan, dan untuk persetubuhan korban juga mengaku sudah tiga kali ia lakukan bersama NN.

“Untuk lokasinya, pelaku menyetubuhi korban di beberapa tempat, ada di bangunan kosong dan ada juga di penginapan,” bebernya. (*)






Reporter: Guntur

TARAKAN – Satreskrim Polres Tarakan melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) kembali menerima laporan adanya pencabulan anak di bawah umur.

Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Reskrim Polres Tarakan Iptu Muhammad Aldi menjelaskan laporan pencabulan tersebut diketahui sesuai dengan laporan polisi pada Minggu (3/7) lalu.

“Jadi orang tua korban melaporkan tindak pencabulan tersebut langsung kepada aparat Kepolisian jika ia mendengar dan memastikan jika anaknya yang masih dibawah umur telah disetubuhi,” ungkapnya, Kamis (7/7).

Diketahui sebelum melakukan pelaporan, pihak keluarga korban yakni Bungan (bukan nama sebenarnya) berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak sehingga diarahkan kepada pelaporan ke pihak kepolisian.

Baca Juga :  Sudah Terjadi Dua Kali, Puting Beliung Terjadi di Perairan Tarakan dan Bunyu

“Sebelumnya memang sudah berkoordinasi dengan pihak dinas terkait, sehingga diarahkan ke pada pihak kepolisian dalam hal ini PPA,” imbuhnya.

Diketahui korban telah dicabuli oleh oknum penjual bakso yakni NN (51) yang kerap berkeliling di wilayah kediamannya yang terdapat di Kecamatan Tarakan Barat, Kelurahan Karang Anyar.

“Jadi orang tua korban ini juga mencurigai gelagat dari anaknya tersebut, karena korban kerap video call dengan seseorang yang tidak dikenal,” tuturnya.

Perbuatan NN juga terendus oleh anggota keluarga korban, ditambah lagi dengan pengakuan korban yang mengaku kepada orang tuanya jika telah ditiduri beberapa kali oleh NN.

“Korban menjelaskan, ia sudah mengenal tersangka sejak lama pasalnya ia sudah saling mengenal dengan bertukar nomor WhatsApp hingga video call, bahkan korban juga mengakui selain menerima pelecehan dari pelaku, ia juga sudah ditiduri layaknya suami istri,” lanjutnya.

Baca Juga :  Sampai Tidak Sanggup Baca Berita, Pihak Keluarga Berharap Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Bahkan perbuatan tidak terpuji yang dilakukan oleh NN, sudah dilakukannya sejak 2021 lalu, untuk pelecehan yang dilakukan oleh NN diakui ada dilakukan, dan untuk persetubuhan korban juga mengaku sudah tiga kali ia lakukan bersama NN.

“Untuk lokasinya, pelaku menyetubuhi korban di beberapa tempat, ada di bangunan kosong dan ada juga di penginapan,” bebernya. (*)






Reporter: Guntur

Most Read

Artikel Terbaru

/