alexametrics
29.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Tangkap Rampok Gaharu, Sulit Diproses ke Kota

Mengemban tugas di daerah terisolir tentunya bukan cita-citanya. Namun, karena kecintaannya terhadap masyarakat desa membuat ia masih bertahan hingga kini. Namanya Brigadir Polisi Rudi Albanjari, polisi yang telah bertugas di desa selama 8 tahun ini, sama sekali tidak pernah mengeluh dalam menjalani tugasnya.

 

AGUS DIAN ZAKARIA

 

BHAYANGKARA pembina keamanan, ketertiban masyarakat (bhabinkamtibmas). Itulah yang disandang Brigpol Rudi. Mengawasi dua desa, Desa Long Sule dan Long Pipa di Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Malinau. Sama seperti Peltu Sabirin, bintara pembina desa (babinsa). “Masa dinas di sini dari surat perintah itu akhir 2010. Tapi karena mengurus administrasi surat perintah itu, saya baru ke sini awal tahun 2011,” ujarnya, Senin (19/12).

Ia kerap merindukan kehangatan keluarga, namun karena merasa memiliki tanggung jawab besar terhadap tugasnya, ia hanya melepaskan kerinduan tersebut melalui telepon saja. “Jelas pasti ada suka dan dukanya. Kalau bosan sih tidak juga, karena sebagai polisi harus siap ditempatkan di mana saja.  Suka tidak suka, harus siap,” terangnya.

Menjaga desa bertahun-tahun lamanya, tentunya membuat Brigpol Rudi turut merasakan bagaimana penderitaan masyarakat yang terisolasi menjalani keseharian. Aparat seperti Rudi turut serta berbuat demi membantu masyarakat dalam mendapatkan bantuan.

Baca Juga :  Dua Spesialis Pencuri HP Ditangkap

“Ada hal-hal lain juga yang saya pikir sangat membutuhkan bantuan. Seperti minyak yang masyarakat dapatkan dari Kalimantan Timur, itu sebenarnya sudah melanggar dari undang-undang yang ada. Tapi karena kami dari kepolisian, dari perwakilan Kecamatan Kayan Hilir, dari kepala desa, sama-sama berkoordinasi ke kabupaten dan provinsi lain,” ujarnya.

Sulit menjalani tugas di tempat tersebut. Lagi-lagi panggilan dinas acap kali tidak dihadiri. “Kesulitannya akses jalan. Karena apabila ada panggilan dinas. Karena saya ini kesatuannya di polsek, sementara jarak antara polres dan polsek ini sangat jauh. Kalau untuk mengharap pesawat itu paling cepat seminggu sekali, itu pun kalau ada. Sekarang saja ini sudah satu bulan lebih pesawat tidak ada yang datang,” jelasnya.

Pernah Rudi menangkap perampok. Para tersangka mengambil secara paksa kayu gaharu warga. Proses hukumnya lagi-lagi terbentur, ke kota sangat sulit. “Kami membutuhkan waktu berhari-hari untuk mengantarkan tersangka ini ke kota. Kalau dilepaskan tidak mungkin juga. Yang jelas cukup sulit melakukan penindakan di daerah seperti ini,” tuturnya.

Baca Juga :  Kakek Cabuli Dua Bocah Perempuan

Meski begitu, menurutnya kondisi masyarakat di Desa Long Sule dan Long Pipa cukup patuh terhadap hukum. Sehingga ia menerangkan jika tindakan kriminal sangat jarang terjadi. Meski begitu, menurutnya dengan jumlah bhabinkamtibmas dua orang dinilai kurang maksimal dalam menjaga keamanan. Semakin hari penduduk desa bertambah banyak.

“Kondisi keamanan di sini cukup kondusif. Kalau untuk kekuatan personel perbandingannya itu saya rasa sangat jauh. Karena saya di sini berdinas hanya dua petugas. Itu pun yang satunya baru saja karena ada penambahan personel 8 bulan lalu. Kalau kami pribadi yah, kalau bisa ditambah personelnya jadi tiga atau empat orang,” jelasnya.

Sementara fasilitas penunjang kinerja, sementara menempati Balai Adat. Berbagi tempat dengan warga yang menganyam rotan. “Tapi karena adanya perhatian desa, sehingga saya bersyukur diberikan hibah tanah dari desa beserta bangunannya yang kami disebut di sini sebagai rukan (rumah kantor) untuk bhabinkamtibmas,” tukasnya. (***/lim)

 

 

Mengemban tugas di daerah terisolir tentunya bukan cita-citanya. Namun, karena kecintaannya terhadap masyarakat desa membuat ia masih bertahan hingga kini. Namanya Brigadir Polisi Rudi Albanjari, polisi yang telah bertugas di desa selama 8 tahun ini, sama sekali tidak pernah mengeluh dalam menjalani tugasnya.

 

AGUS DIAN ZAKARIA

 

BHAYANGKARA pembina keamanan, ketertiban masyarakat (bhabinkamtibmas). Itulah yang disandang Brigpol Rudi. Mengawasi dua desa, Desa Long Sule dan Long Pipa di Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Malinau. Sama seperti Peltu Sabirin, bintara pembina desa (babinsa). “Masa dinas di sini dari surat perintah itu akhir 2010. Tapi karena mengurus administrasi surat perintah itu, saya baru ke sini awal tahun 2011,” ujarnya, Senin (19/12).

Ia kerap merindukan kehangatan keluarga, namun karena merasa memiliki tanggung jawab besar terhadap tugasnya, ia hanya melepaskan kerinduan tersebut melalui telepon saja. “Jelas pasti ada suka dan dukanya. Kalau bosan sih tidak juga, karena sebagai polisi harus siap ditempatkan di mana saja.  Suka tidak suka, harus siap,” terangnya.

Menjaga desa bertahun-tahun lamanya, tentunya membuat Brigpol Rudi turut merasakan bagaimana penderitaan masyarakat yang terisolasi menjalani keseharian. Aparat seperti Rudi turut serta berbuat demi membantu masyarakat dalam mendapatkan bantuan.

Baca Juga :  Ini Misi Tiga Pesawat Tempur di Kaltara

“Ada hal-hal lain juga yang saya pikir sangat membutuhkan bantuan. Seperti minyak yang masyarakat dapatkan dari Kalimantan Timur, itu sebenarnya sudah melanggar dari undang-undang yang ada. Tapi karena kami dari kepolisian, dari perwakilan Kecamatan Kayan Hilir, dari kepala desa, sama-sama berkoordinasi ke kabupaten dan provinsi lain,” ujarnya.

Sulit menjalani tugas di tempat tersebut. Lagi-lagi panggilan dinas acap kali tidak dihadiri. “Kesulitannya akses jalan. Karena apabila ada panggilan dinas. Karena saya ini kesatuannya di polsek, sementara jarak antara polres dan polsek ini sangat jauh. Kalau untuk mengharap pesawat itu paling cepat seminggu sekali, itu pun kalau ada. Sekarang saja ini sudah satu bulan lebih pesawat tidak ada yang datang,” jelasnya.

Pernah Rudi menangkap perampok. Para tersangka mengambil secara paksa kayu gaharu warga. Proses hukumnya lagi-lagi terbentur, ke kota sangat sulit. “Kami membutuhkan waktu berhari-hari untuk mengantarkan tersangka ini ke kota. Kalau dilepaskan tidak mungkin juga. Yang jelas cukup sulit melakukan penindakan di daerah seperti ini,” tuturnya.

Baca Juga :  Drainase Dangkal, Aliran Air Tersumbat

Meski begitu, menurutnya kondisi masyarakat di Desa Long Sule dan Long Pipa cukup patuh terhadap hukum. Sehingga ia menerangkan jika tindakan kriminal sangat jarang terjadi. Meski begitu, menurutnya dengan jumlah bhabinkamtibmas dua orang dinilai kurang maksimal dalam menjaga keamanan. Semakin hari penduduk desa bertambah banyak.

“Kondisi keamanan di sini cukup kondusif. Kalau untuk kekuatan personel perbandingannya itu saya rasa sangat jauh. Karena saya di sini berdinas hanya dua petugas. Itu pun yang satunya baru saja karena ada penambahan personel 8 bulan lalu. Kalau kami pribadi yah, kalau bisa ditambah personelnya jadi tiga atau empat orang,” jelasnya.

Sementara fasilitas penunjang kinerja, sementara menempati Balai Adat. Berbagi tempat dengan warga yang menganyam rotan. “Tapi karena adanya perhatian desa, sehingga saya bersyukur diberikan hibah tanah dari desa beserta bangunannya yang kami disebut di sini sebagai rukan (rumah kantor) untuk bhabinkamtibmas,” tukasnya. (***/lim)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/