alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Tahun Babi Tanah, Ekonomi Mulai Stabil

2019 adalah tahun babi tanah. Lebih positif dari sisi ekonomi. Tokoh spiritual menelisik jika tahun depan mengandung unsur logam. Pada unsur ini terdapat beberapa hal positif. Perekonomian diprediksi lebih baik dan mulai stabil.

PADA 2019, 12 tanda zodiak dari kalender lunar diperkirakan akan menggembirakan. Suasana lebih baik itu menyebar luas. Namun, penting agar tidak terlena dengan janji-janji bahagia. Selain itu hindari tindakan berisiko besar.

Suwarno, tokoh spiritual yang mengabdi di Kelenteng Kong Hu Cu Toa Pek Khong Tarakan, ahli dalam membaca feng shui mengatakan perputaran keuangan akan lebih positif.

 “Ekonomi ada sedikit perubahan, agak baik dari 2018.,” terangnya kepada Radar Tarakan saat ditemui di Kelenteng Kong Hu Cu Toa Pek Khong, Markoni, pekan ini.

Bagaimana dengan alam di Kaltara. Sulit diprediksi, tetapi diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi bencana. Seperti longsor dan banjir. Di tahun babi tanah, diprediksikan masih terjadi gempa di daerah Jawa. “Memang sulit diprediksi, siang cerah tapi sore bisa hujan. Tapi untuk cuaca lumayan bagus daripada 2018. Bencana masih ada, tapi seperti di daerah Jawa. Banjir, longsor dan gempa masih ada,” jelasnya.

Hanya yang menjadi perhatian, para petani perlu waspada. Pasalnya di pertengahan 2019, kebun tani warga kurang berhasil yang disebabkan hama, seperti belalang dan tikus. “Ada hama,” bebernya.

Tak hanya itu, Suwarno pun melihat dari sisi politik. Pada pemilihan presiden (pilpres) dan legislatif, persaingan pasti antarcalon. Calon maupun tim sukses (timses) harus lebih sabar.

“Kita harus lebih sabar, menjaga kesatuan dan kedamaian. Harapan kita di 2019 lebih baik dari 2018,” pesan Suwarno.

Bagaimana dengan horoskop, bintang seseorang? Shio babi tanah merupakan shio yang paling kecil dari shio lainnya. Maka tak heran, babi tanah ini orang yang manja namun cerdas, jujur, pekerja keras dan mandiri.  “Rezekinya bagus, karena shio yang paling kecil jadi banyak yang kasih uang dan tidak kekurangan,” terangnya.

Namun sayangnya, dari 12 shio di tahun babi, yang kurang beruntung di tahun babi tanah adalah shio ular, shio monyet, shio macan, shio babi unsur air dan api.

Baca Juga :  Kalau Tidak Sepaham, Kembali ke Aturan

Lebih rinci dijelaskannya, shio ular perlu menjaga kesehatan dan lebih sabar di 2019. Sementara shio monyet, sulit menjalin kerja sama. Sedangkan shio babi air, tertahan dengan tanah dan tidak mengalir lancar. Shio babi api, bertolak belakang dengan tanah sehingga tidak bisa berkembang.

12 shio yang ada ini mengandung lima unsur. Yakni unsur logam, api, air, tanah dan kayu.

“Jadi setiap tahun, setiap shio pasti ada empat shio yang kurang bagus. Berarti rezeki, kesehatan harus dijaga. Banyak mengalami kesulitan yang tak terduga, banyak masalah jadi emosi,” katanya.

Lantas, shio apa saja yang beruntung di tahun babi tanah? Yakni shio naga, shio anjing, shio kambing dan shio kerbau. Sementara shio lainnya dalam tahap perubahan atau pemulihan di 2019.

Ini adalah putaran terakhir dalam 12 zodiak China. Hal ini menjadi pertanda bagi kita untuk rehat sejenak. Selain itu, tahun babi tanah juga menjadi kesempatan bagi semua orang untuk kembali menganalisa hal-hal dari tahun sebelumnya untuk menyiapkan putaran baru berikutnya.

Sebagai akhir dari roda perputaran zodiak, tahun depan merupakan waktu merefleksikan kembali apa yang terjadi 11 tahun sebelumnya. Di tahun 2019 semua harapan yang baik serta motivasi akan diperkuat dan diperbarui.

Tahun 2019 dengan elemen tanahnya dalam sumbu Yin akan memberi energi positif sepanjang tahun. Sebisa mungkin hindari untuk menyendiri sepanjang tahun depan, jaga hubungan dekat dengan keluarga dan teman. Ini juga bisa jadi waktu untuk berhenti menjalin atau terikat dalam hubungan yang membawa kerugian.

Warna yang dipercaya membawa keberuntungan adalah merah dan putih. Baik itu untuk tren fesyen, pernikahan, hadiah atau dekorasi rumah. Dalam kosmologi China, warna merah merupakan simbol elemen api, secara umum bisa mendatangkan keberuntungan, sedangkan putih (termasuk off-white, perak, emas, abu-abu) dikaitkan dengan elemen logam.

 

KESEMPATAN EKSPOR BESAR

Dalam kacamata pengamat ekonomi, persaingan akan terus ada. Persiapan demi persiapan harus dilakukan untuk mendapatkan keberuntungan.

Dosen Sekolah Tinggi Ilmu ekonomi (STIE) Bulungan Tarakan (Bultar) dr. Ana Sri Ekaningsih mengatakan pendukung utama perekonomian utamanya insfrastruktur. Jika infrasrtuktur yang ada dipersiapkan dengan baik, maka pertumbuhan perekonomian juga akan menjadi baik.

Baca Juga :  Lebih dari Peringatan Darurat

“Yang terutama dan harus disediakan oleh pemerintah adalah infrastruktur. Karena itu bisa masuk ke semua bidang,” ungkapnya.

Semua bidang apa saja akan bisa meningkat dan berkembang jika pemerintah bisa memenuhi infrastruktur yang ada. Sehingga infrastruktur harus selalu dikembangkan, begitu juga dengan sarana dan prasarana pemerintahan.

Secara global, Tarakan juga harus fokus pada salah satu bidang. Tidak bisa semua bidang difokuskan. Seperti saat ini yang berfokus pada perdagangan, jasa, dan pariwisata. Tarakan juga harus berubah dan tidak hanya berada pada titik itu-itu saja.

Seperti peningkatan pariwisata, karena Tarakan sebagai kota transit, sudah seharusnya pemerintah berpikir ke depannya. Tidak hanya orang-orang luar yang transit, tetapi juga bagaimana jika tinggal sebentar atau menetap.

“Jadi bisa lebih dikembangkan dari segi pariwisata. Kalau transit saja, maka tidak akan dapat apa-apa. Berbeda jika transit sekaligus menginap, maka bisa menghasilkan perputaran ekonomi,” jelasnya.

Begitu juga perdagangan di Tarakan, yang diakuinya cukup menjadi yang terbaik. Hanya, kurangnya kreativitas untuk pengolahan dan hanya pada pemasok secara mentah. Bahkan sudah seharusnya keluar dari zona nyaman, sehingga harus lebih gencar dalam ekspor.

Untuk ekspor bukan barang mentah. Jika masih mengekspor barang mentah, maka tidak akan bisa maju dan berkembang. Berbeda jika komoditas ekspor merupakan barang jadi, atau telah diolah, maka nilai ekonomisnya akan lebih besar.

“Pengusaha-pengusaha yang ada di Tarakan, harus berubah. Tidak hanya produknya sekadar lingkup di Tarakan, tetapi juga harus bisa sampai ke luar,” tambahnya.

Apalagi saat ini zaman sudah berubah, semuanya sudah menjadi serba menggunakan teknologi digital. Setiap perusahaan atau pengusaha harus beralih ke teknologi, dan jangan hanya menggunakan konvensional saja. Karena jika seperti itu, maka akan sangat ketinggalan. Jika ingin mendapatkan banyak peluang, maka harus beralih ke digital.

“Pengusaha harus selalu banyak belajar dan sharing agar peningkatannya lebih besar. Karena Tarakan banyak tertinggal jika melihat dari daerah lain. Padahal produksi, bahan dan hasil di Tarakan masih yang terbaik. Sehingga harus berubah,” ujarnya. (*/one/*/naa/lim)

 

 

 

2019 adalah tahun babi tanah. Lebih positif dari sisi ekonomi. Tokoh spiritual menelisik jika tahun depan mengandung unsur logam. Pada unsur ini terdapat beberapa hal positif. Perekonomian diprediksi lebih baik dan mulai stabil.

PADA 2019, 12 tanda zodiak dari kalender lunar diperkirakan akan menggembirakan. Suasana lebih baik itu menyebar luas. Namun, penting agar tidak terlena dengan janji-janji bahagia. Selain itu hindari tindakan berisiko besar.

Suwarno, tokoh spiritual yang mengabdi di Kelenteng Kong Hu Cu Toa Pek Khong Tarakan, ahli dalam membaca feng shui mengatakan perputaran keuangan akan lebih positif.

 “Ekonomi ada sedikit perubahan, agak baik dari 2018.,” terangnya kepada Radar Tarakan saat ditemui di Kelenteng Kong Hu Cu Toa Pek Khong, Markoni, pekan ini.

Bagaimana dengan alam di Kaltara. Sulit diprediksi, tetapi diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi bencana. Seperti longsor dan banjir. Di tahun babi tanah, diprediksikan masih terjadi gempa di daerah Jawa. “Memang sulit diprediksi, siang cerah tapi sore bisa hujan. Tapi untuk cuaca lumayan bagus daripada 2018. Bencana masih ada, tapi seperti di daerah Jawa. Banjir, longsor dan gempa masih ada,” jelasnya.

Hanya yang menjadi perhatian, para petani perlu waspada. Pasalnya di pertengahan 2019, kebun tani warga kurang berhasil yang disebabkan hama, seperti belalang dan tikus. “Ada hama,” bebernya.

Tak hanya itu, Suwarno pun melihat dari sisi politik. Pada pemilihan presiden (pilpres) dan legislatif, persaingan pasti antarcalon. Calon maupun tim sukses (timses) harus lebih sabar.

“Kita harus lebih sabar, menjaga kesatuan dan kedamaian. Harapan kita di 2019 lebih baik dari 2018,” pesan Suwarno.

Bagaimana dengan horoskop, bintang seseorang? Shio babi tanah merupakan shio yang paling kecil dari shio lainnya. Maka tak heran, babi tanah ini orang yang manja namun cerdas, jujur, pekerja keras dan mandiri.  “Rezekinya bagus, karena shio yang paling kecil jadi banyak yang kasih uang dan tidak kekurangan,” terangnya.

Namun sayangnya, dari 12 shio di tahun babi, yang kurang beruntung di tahun babi tanah adalah shio ular, shio monyet, shio macan, shio babi unsur air dan api.

Baca Juga :  Kalau Tidak Sepaham, Kembali ke Aturan

Lebih rinci dijelaskannya, shio ular perlu menjaga kesehatan dan lebih sabar di 2019. Sementara shio monyet, sulit menjalin kerja sama. Sedangkan shio babi air, tertahan dengan tanah dan tidak mengalir lancar. Shio babi api, bertolak belakang dengan tanah sehingga tidak bisa berkembang.

12 shio yang ada ini mengandung lima unsur. Yakni unsur logam, api, air, tanah dan kayu.

“Jadi setiap tahun, setiap shio pasti ada empat shio yang kurang bagus. Berarti rezeki, kesehatan harus dijaga. Banyak mengalami kesulitan yang tak terduga, banyak masalah jadi emosi,” katanya.

Lantas, shio apa saja yang beruntung di tahun babi tanah? Yakni shio naga, shio anjing, shio kambing dan shio kerbau. Sementara shio lainnya dalam tahap perubahan atau pemulihan di 2019.

Ini adalah putaran terakhir dalam 12 zodiak China. Hal ini menjadi pertanda bagi kita untuk rehat sejenak. Selain itu, tahun babi tanah juga menjadi kesempatan bagi semua orang untuk kembali menganalisa hal-hal dari tahun sebelumnya untuk menyiapkan putaran baru berikutnya.

Sebagai akhir dari roda perputaran zodiak, tahun depan merupakan waktu merefleksikan kembali apa yang terjadi 11 tahun sebelumnya. Di tahun 2019 semua harapan yang baik serta motivasi akan diperkuat dan diperbarui.

Tahun 2019 dengan elemen tanahnya dalam sumbu Yin akan memberi energi positif sepanjang tahun. Sebisa mungkin hindari untuk menyendiri sepanjang tahun depan, jaga hubungan dekat dengan keluarga dan teman. Ini juga bisa jadi waktu untuk berhenti menjalin atau terikat dalam hubungan yang membawa kerugian.

Warna yang dipercaya membawa keberuntungan adalah merah dan putih. Baik itu untuk tren fesyen, pernikahan, hadiah atau dekorasi rumah. Dalam kosmologi China, warna merah merupakan simbol elemen api, secara umum bisa mendatangkan keberuntungan, sedangkan putih (termasuk off-white, perak, emas, abu-abu) dikaitkan dengan elemen logam.

 

KESEMPATAN EKSPOR BESAR

Dalam kacamata pengamat ekonomi, persaingan akan terus ada. Persiapan demi persiapan harus dilakukan untuk mendapatkan keberuntungan.

Dosen Sekolah Tinggi Ilmu ekonomi (STIE) Bulungan Tarakan (Bultar) dr. Ana Sri Ekaningsih mengatakan pendukung utama perekonomian utamanya insfrastruktur. Jika infrasrtuktur yang ada dipersiapkan dengan baik, maka pertumbuhan perekonomian juga akan menjadi baik.

Baca Juga :  Hasil Debat Pengaruhi Pilihan

“Yang terutama dan harus disediakan oleh pemerintah adalah infrastruktur. Karena itu bisa masuk ke semua bidang,” ungkapnya.

Semua bidang apa saja akan bisa meningkat dan berkembang jika pemerintah bisa memenuhi infrastruktur yang ada. Sehingga infrastruktur harus selalu dikembangkan, begitu juga dengan sarana dan prasarana pemerintahan.

Secara global, Tarakan juga harus fokus pada salah satu bidang. Tidak bisa semua bidang difokuskan. Seperti saat ini yang berfokus pada perdagangan, jasa, dan pariwisata. Tarakan juga harus berubah dan tidak hanya berada pada titik itu-itu saja.

Seperti peningkatan pariwisata, karena Tarakan sebagai kota transit, sudah seharusnya pemerintah berpikir ke depannya. Tidak hanya orang-orang luar yang transit, tetapi juga bagaimana jika tinggal sebentar atau menetap.

“Jadi bisa lebih dikembangkan dari segi pariwisata. Kalau transit saja, maka tidak akan dapat apa-apa. Berbeda jika transit sekaligus menginap, maka bisa menghasilkan perputaran ekonomi,” jelasnya.

Begitu juga perdagangan di Tarakan, yang diakuinya cukup menjadi yang terbaik. Hanya, kurangnya kreativitas untuk pengolahan dan hanya pada pemasok secara mentah. Bahkan sudah seharusnya keluar dari zona nyaman, sehingga harus lebih gencar dalam ekspor.

Untuk ekspor bukan barang mentah. Jika masih mengekspor barang mentah, maka tidak akan bisa maju dan berkembang. Berbeda jika komoditas ekspor merupakan barang jadi, atau telah diolah, maka nilai ekonomisnya akan lebih besar.

“Pengusaha-pengusaha yang ada di Tarakan, harus berubah. Tidak hanya produknya sekadar lingkup di Tarakan, tetapi juga harus bisa sampai ke luar,” tambahnya.

Apalagi saat ini zaman sudah berubah, semuanya sudah menjadi serba menggunakan teknologi digital. Setiap perusahaan atau pengusaha harus beralih ke teknologi, dan jangan hanya menggunakan konvensional saja. Karena jika seperti itu, maka akan sangat ketinggalan. Jika ingin mendapatkan banyak peluang, maka harus beralih ke digital.

“Pengusaha harus selalu banyak belajar dan sharing agar peningkatannya lebih besar. Karena Tarakan banyak tertinggal jika melihat dari daerah lain. Padahal produksi, bahan dan hasil di Tarakan masih yang terbaik. Sehingga harus berubah,” ujarnya. (*/one/*/naa/lim)

 

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/