alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Stok Air Aman, Terkendala Alat Distribusi

TARAKAN- Ketersediaan air oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam menyambut 2019 dipastikan aman. Namun perusahaan di bawah naungan Tirta Alam Tarakan ini memiliki kendala menyoal pendistribusianya.

Sebab, sejumlah peralatan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Persemaian milik PDAM Tirta Alam Tarakan, rusak. Dan memakan waktu berbulan-bulan untuk pemesanan spare part-nya yang didatangkan dari luar negeri.

“Hanya saja yang belum aman, ada beberapa peralatan yang memang harus kami perbaiki,” ujar Direktur PDAM Tirta Alam Tarakan, Said Usman Assegaf.

Disebutkannya, peralatan yang rusak di IPA Persemaian yakni peralatan untuk pendukung pompa air. Dimana spare part aslinya hanya ada di Polandia dan memakan waktu paling cepat tiga bulan untuk mendatangkannya.

Meski demikian, Usman mengaku terus berusaha mencari solusi meskipun dengan menggunakan spare part yang tidak asli. Menurut Usman, peralatan tersebut bisa dibuat di Singapura, diperkirakan membutuhkan waktu 1 bulan untuk mendatangkannya.

Peralatan lain adalah infilter yang terbakar. Namun, kendala ini sudah teratasi dengan kedatangan spare part dari Singapura meskipun bukan asli. Peralatan tersebut sudah dipasang sejak beberapa hari lalu dan sedang dalam tahap uji coba.

Baca Juga :  TNI AL Ungkap Rencana Fasilitas Pertahanan di 11 RT di Tarakan

“Itu saja permasalahan kami, kalau instalasi lain enggak ada masalah, cuma bermasalah itu di Persemaian,” tutur pria yang juga dosen di Universitas Borneo Tarakan ini.

Sementara itu, di IPA Juata Laut, pendistribusian air bersih juga lancar. Yang menjadi kendala apabila terjadi pemadalamn listrik. Pasalnya, genset milik PDAM Tirta Alam rusak dan sudah sulit mencari spare partnya karena diproduksi sejak 30 tahun lalu.

“Merknya Mercy, dan itu komponennya sudah enggak ada. Karena Juata ini sering terjadi pemadaman listrik, persoalannya ketika ada pemadaman listrik di Juata, kami tidak bisa menghidupkan tanpa ada genset,” bebernya.

Solusi sementara yang sedang dipersiapkan PDAM Tirta Alam menyiapkan genset melalui rental. “Kami sedang mencari rental untuk penyewaan mesin jenset,” ujarnya.

Pemadaman listrik secara tiba-tiba sangat mempengaruhi kualitas produksi air bersih PDAM. Karena ketika listrik padam, pengolahan air tidak lagi normal sehingga mempengaruhi proses pendistribusian di dalam pipa.

Baca Juga :  Tarif PCR Rp 525 Ribu, Idealnya Gratis

TERKENDALA IZIN AMDAL

Pemanfaatan sumber air baku di Sungai Indulung dipastikan baru bisa digunakan oleh PDAM Tirta Alam pada Januari 2019, persoalan perizinan yang menjadi kendala pemanfaatan air baku yang sebelumnya direncanakan akan dilakukan pada Desember 2018.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Alam Said Usman Assegaf kepada pewarta, Minggu (30/12). Dirinya menjelaskan bahwa pemasangan pipa sepanjang 11 km dari Sungai Indulung ke Embung Binalatung terkendala izin analisis dampak lingkungan (amdal) yang belum selesai. “Karena melewati hutan lindung, jadi perlu ada izin amdal, saat ini sedang diurus,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan, sejauh ini pemasangan pipa sudah mencapai 8 km, tinggal 3 km lagi air baku yang ada di Sungai Indulung bisa didistribusikan ke Embung Binalatung. “Insyaallah kami targetkan Januari sudah bisa menggunakan air bakunya,” tuturnya. (*/shy/jnr/nri)

 

 

 

 

 

TARAKAN- Ketersediaan air oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam menyambut 2019 dipastikan aman. Namun perusahaan di bawah naungan Tirta Alam Tarakan ini memiliki kendala menyoal pendistribusianya.

Sebab, sejumlah peralatan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Persemaian milik PDAM Tirta Alam Tarakan, rusak. Dan memakan waktu berbulan-bulan untuk pemesanan spare part-nya yang didatangkan dari luar negeri.

“Hanya saja yang belum aman, ada beberapa peralatan yang memang harus kami perbaiki,” ujar Direktur PDAM Tirta Alam Tarakan, Said Usman Assegaf.

Disebutkannya, peralatan yang rusak di IPA Persemaian yakni peralatan untuk pendukung pompa air. Dimana spare part aslinya hanya ada di Polandia dan memakan waktu paling cepat tiga bulan untuk mendatangkannya.

Meski demikian, Usman mengaku terus berusaha mencari solusi meskipun dengan menggunakan spare part yang tidak asli. Menurut Usman, peralatan tersebut bisa dibuat di Singapura, diperkirakan membutuhkan waktu 1 bulan untuk mendatangkannya.

Peralatan lain adalah infilter yang terbakar. Namun, kendala ini sudah teratasi dengan kedatangan spare part dari Singapura meskipun bukan asli. Peralatan tersebut sudah dipasang sejak beberapa hari lalu dan sedang dalam tahap uji coba.

Baca Juga :  TNI AL Ungkap Rencana Fasilitas Pertahanan di 11 RT di Tarakan

“Itu saja permasalahan kami, kalau instalasi lain enggak ada masalah, cuma bermasalah itu di Persemaian,” tutur pria yang juga dosen di Universitas Borneo Tarakan ini.

Sementara itu, di IPA Juata Laut, pendistribusian air bersih juga lancar. Yang menjadi kendala apabila terjadi pemadalamn listrik. Pasalnya, genset milik PDAM Tirta Alam rusak dan sudah sulit mencari spare partnya karena diproduksi sejak 30 tahun lalu.

“Merknya Mercy, dan itu komponennya sudah enggak ada. Karena Juata ini sering terjadi pemadaman listrik, persoalannya ketika ada pemadaman listrik di Juata, kami tidak bisa menghidupkan tanpa ada genset,” bebernya.

Solusi sementara yang sedang dipersiapkan PDAM Tirta Alam menyiapkan genset melalui rental. “Kami sedang mencari rental untuk penyewaan mesin jenset,” ujarnya.

Pemadaman listrik secara tiba-tiba sangat mempengaruhi kualitas produksi air bersih PDAM. Karena ketika listrik padam, pengolahan air tidak lagi normal sehingga mempengaruhi proses pendistribusian di dalam pipa.

Baca Juga :  Tarif PCR Rp 525 Ribu, Idealnya Gratis

TERKENDALA IZIN AMDAL

Pemanfaatan sumber air baku di Sungai Indulung dipastikan baru bisa digunakan oleh PDAM Tirta Alam pada Januari 2019, persoalan perizinan yang menjadi kendala pemanfaatan air baku yang sebelumnya direncanakan akan dilakukan pada Desember 2018.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Alam Said Usman Assegaf kepada pewarta, Minggu (30/12). Dirinya menjelaskan bahwa pemasangan pipa sepanjang 11 km dari Sungai Indulung ke Embung Binalatung terkendala izin analisis dampak lingkungan (amdal) yang belum selesai. “Karena melewati hutan lindung, jadi perlu ada izin amdal, saat ini sedang diurus,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan, sejauh ini pemasangan pipa sudah mencapai 8 km, tinggal 3 km lagi air baku yang ada di Sungai Indulung bisa didistribusikan ke Embung Binalatung. “Insyaallah kami targetkan Januari sudah bisa menggunakan air bakunya,” tuturnya. (*/shy/jnr/nri)

 

 

 

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/