alexametrics
29.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Selalu Tergenang, Semenisasi Jalan Hancur

TARAKAN – Ketua RT 67, Kelurahan Karang Anyar, Rizalil Hadi mengungkapkan banyak infrastruktur yang perlu dibenahi di lingkungannya. Apalagi kerusakan jalan di lorong-lorong alias gang.

“Apalagi kita dekat dengan bandara. Kalau ada proyek itu kepengurusannya agak ribet,” katanya kepada Radar Tarakan.

Ia mengatakan perawatan jalan, tepatnya di Gang Bersama 1 dan Gang Bersama 2 sudah lama tak tersentuh. Kerusakan dipercepat dengan genangan air di badan jalan. Maklum drianase di daerah tersebut lebarnya sekira 1,5 meter dan dangkal. Air pun mudah meluap ketika hujan lebat. “Jalan Gang Bersama Utama itu aman saja. Yang Gang Bersama 1 dan 2, itu air hujan tergenang jadi semennya terkupas dan hancur,” jelasnya.

Baca Juga :  Tidak Kapok, Residivis Berhasil Diringkus

Di beberapa titik jalan, semenisasinya hancur dan rata dengan tanah. Apalagi Jalan Bersama 2 ini, tak hanya dilewati warga RT 67. Melainkan juga warga RT 59. “Bukan lagi berlubang, tapi semennya sudah hancur dan kembali menjadi tanah,” katanya.

Belum lagi dapat dilalui kendaraan roda empat, seperti pikap. Maklum jalan ini memiliki lebar tiga meter. Terkadang warga inisiatif tambal- sulam  jalan yang berlubang, tetapi tak menyeluruh. “Yang rusak itu panjangnya sekitar 20 meter. Ada beberapa titik jalan lagi yang mau ke RT 59 itu rusak,” bebernya.

Hadi pun berharap agar pembangunan di lingkungan RT dapat merata. Sehingga masyarakat dapat merasakan pembangunan di Kota Tarakan.

Baca Juga :  Berharap Adanya Perbaikan Jalan

Namun disadarinya kondisi keuangan pemerintah kota yang tak dapat mendukung pembangunan di lingkungan RT ini. Namun setidaknya pemerintah dapat memilah pembangunan yang prioritas. “Kalau di RT lainnya dapat, RT kami juga harusnya dapat. Jadi sama-sama merasakan pembangunan. Tapi kita tidak bisa juga menutut karena kondisi keuangan defisit,” ungkapnya. (*/one/ash)

 

TARAKAN – Ketua RT 67, Kelurahan Karang Anyar, Rizalil Hadi mengungkapkan banyak infrastruktur yang perlu dibenahi di lingkungannya. Apalagi kerusakan jalan di lorong-lorong alias gang.

“Apalagi kita dekat dengan bandara. Kalau ada proyek itu kepengurusannya agak ribet,” katanya kepada Radar Tarakan.

Ia mengatakan perawatan jalan, tepatnya di Gang Bersama 1 dan Gang Bersama 2 sudah lama tak tersentuh. Kerusakan dipercepat dengan genangan air di badan jalan. Maklum drianase di daerah tersebut lebarnya sekira 1,5 meter dan dangkal. Air pun mudah meluap ketika hujan lebat. “Jalan Gang Bersama Utama itu aman saja. Yang Gang Bersama 1 dan 2, itu air hujan tergenang jadi semennya terkupas dan hancur,” jelasnya.

Baca Juga :  Perwira Marinir Diberi Pembekalan Hukum Humaniter Internasional dan HAM

Di beberapa titik jalan, semenisasinya hancur dan rata dengan tanah. Apalagi Jalan Bersama 2 ini, tak hanya dilewati warga RT 67. Melainkan juga warga RT 59. “Bukan lagi berlubang, tapi semennya sudah hancur dan kembali menjadi tanah,” katanya.

Belum lagi dapat dilalui kendaraan roda empat, seperti pikap. Maklum jalan ini memiliki lebar tiga meter. Terkadang warga inisiatif tambal- sulam  jalan yang berlubang, tetapi tak menyeluruh. “Yang rusak itu panjangnya sekitar 20 meter. Ada beberapa titik jalan lagi yang mau ke RT 59 itu rusak,” bebernya.

Hadi pun berharap agar pembangunan di lingkungan RT dapat merata. Sehingga masyarakat dapat merasakan pembangunan di Kota Tarakan.

Baca Juga :  Usulkan Lapangan Olahraga untuk Warga

Namun disadarinya kondisi keuangan pemerintah kota yang tak dapat mendukung pembangunan di lingkungan RT ini. Namun setidaknya pemerintah dapat memilah pembangunan yang prioritas. “Kalau di RT lainnya dapat, RT kami juga harusnya dapat. Jadi sama-sama merasakan pembangunan. Tapi kita tidak bisa juga menutut karena kondisi keuangan defisit,” ungkapnya. (*/one/ash)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/