alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Penggunaan Plastik Harus Dibatasi

TARAKAN – Banyaknya sampah plastik yang mendominasi TPA Hake Babu serta mengakibatkan kawasan pesisir terlihat semakin kumuh, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan berupaya untuk mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik.

Plt Kepala DLH kota Tarakan Suprioni mengatakan,  saat ini pihaknya telah mengajukan pemberkasan aturan terkait penggunaan plastik dengan dibentuknya sebagai aturan hukum. Saat ini pihaknya masih menunggu, persetujuan dari aturan tersebut.

“Sebenarnya kami sudah mengajukan draft peraturan wali kota itu ke bagian hukum, terhitung sudah sebulan lebih. Hanya saja, apakah di sana belum dikoreksi atau staf kami belum mengecek. Intinya ini sedang berproses,” ujarnya (28/12).

Walau demikian, ia belum dapat memastikan mengenai target pemberlakuan aturan tersebut. Namun, ia menjamin aturan tersebut secepatnya akan diberlakukan mengingat pihaknya hanya mengikuti aturan yang telah ada.

Baca Juga :  Tanaman Liar Penuhi Drainase

“Kita belum bisa memastikan. Tunggu saja kan semua ada mekanismenya, aturannya harus kuat. Yang jelas Pak Wali mendukung penuh memang adanya aturan tersebut. Menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 97 tahun 2017 terkait dengan program kebijakan dan strategi pengolahan sampah rumah tangga,” tukasnya.

Ia menerangkan, nantinya sasaran aturan tersebut menargetkan beberapa milik usaha yang biasa menggunakan bahan plastik besar-besaran seperti supermarket.

Hal itu dikarenakan selama ini supermarket dirasa menjadi penyumbang terbanyak terhadap tinggi jumlah sampah plastik. “Sebenarnya bukan dilarang, cuma dia harus menyediakan kantong yang terbuat dari ramah lingkungan. Bisa juga plastik kalau dia lebih ramah lingkungan dari yang sekarang kenapa tidak,” jelasnya.

Baca Juga :  Sampah di Gunung Selatan Makin Melebar

Mengenai aturan aturan tersebut,  tidak melarang penggunaan kantong plastik namun hanya membatasi pemakaiannya saja. Selain itu menurutnya pemakaian tersebut bisa tidak dikurangi. Asalkan bahan kantong plastik yang beredar lebih ramah lingkungan.

“Begini, ada bahan plastik yang dibuat sudah sangat ramah lingkungan. Dia punya ukuran sangat tipis dan lebih mudah terurai dari plastik pada umumnya itu seperti plastik yang biasa digunalan untuk mengepres kue, Sehingga jika setiap supermarket menggunakan plastik itu kita tidak ada masalah,” pungkasnya.(*/zac/nri)

 

 

TARAKAN – Banyaknya sampah plastik yang mendominasi TPA Hake Babu serta mengakibatkan kawasan pesisir terlihat semakin kumuh, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan berupaya untuk mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik.

Plt Kepala DLH kota Tarakan Suprioni mengatakan,  saat ini pihaknya telah mengajukan pemberkasan aturan terkait penggunaan plastik dengan dibentuknya sebagai aturan hukum. Saat ini pihaknya masih menunggu, persetujuan dari aturan tersebut.

“Sebenarnya kami sudah mengajukan draft peraturan wali kota itu ke bagian hukum, terhitung sudah sebulan lebih. Hanya saja, apakah di sana belum dikoreksi atau staf kami belum mengecek. Intinya ini sedang berproses,” ujarnya (28/12).

Walau demikian, ia belum dapat memastikan mengenai target pemberlakuan aturan tersebut. Namun, ia menjamin aturan tersebut secepatnya akan diberlakukan mengingat pihaknya hanya mengikuti aturan yang telah ada.

Baca Juga :  Giliran RT Kelurahan Karang Anyar Pantai Keluar dari FKKRT

“Kita belum bisa memastikan. Tunggu saja kan semua ada mekanismenya, aturannya harus kuat. Yang jelas Pak Wali mendukung penuh memang adanya aturan tersebut. Menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 97 tahun 2017 terkait dengan program kebijakan dan strategi pengolahan sampah rumah tangga,” tukasnya.

Ia menerangkan, nantinya sasaran aturan tersebut menargetkan beberapa milik usaha yang biasa menggunakan bahan plastik besar-besaran seperti supermarket.

Hal itu dikarenakan selama ini supermarket dirasa menjadi penyumbang terbanyak terhadap tinggi jumlah sampah plastik. “Sebenarnya bukan dilarang, cuma dia harus menyediakan kantong yang terbuat dari ramah lingkungan. Bisa juga plastik kalau dia lebih ramah lingkungan dari yang sekarang kenapa tidak,” jelasnya.

Baca Juga :  Divonis 19 Tahun, Cewek yang Bawa Sabu 1 Kg Ini Pingsan

Mengenai aturan aturan tersebut,  tidak melarang penggunaan kantong plastik namun hanya membatasi pemakaiannya saja. Selain itu menurutnya pemakaian tersebut bisa tidak dikurangi. Asalkan bahan kantong plastik yang beredar lebih ramah lingkungan.

“Begini, ada bahan plastik yang dibuat sudah sangat ramah lingkungan. Dia punya ukuran sangat tipis dan lebih mudah terurai dari plastik pada umumnya itu seperti plastik yang biasa digunalan untuk mengepres kue, Sehingga jika setiap supermarket menggunakan plastik itu kita tidak ada masalah,” pungkasnya.(*/zac/nri)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/