alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Angka Kriminal Menurun

TARAKAN – Dibandingkan dengan tahun 2017 lalu, angka kriminalitas yang terjadi di Kota Tarakan selama tahun 2018 ini menurun. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Polres Tarakan, selama 2017 dan 2018 terdapat 4 kasus yang mendominasi yaitu pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan penganiyaan. Diketahui dari keempat kasus yang mendominasi tersebut, hampir semuanya mengalami penurunan selama tahun 2018 (lihat grafis).

Dari keempat kasus yang mendominasi itu juga, kasus curat masih mendominasi di tahun 2018 ini  tercatat 36 kasus. Di tahun 2017 lalu, kasus curat juga merupakan kasus yang paling terjadi di Tarakan, dengan jumlah 53 kasus.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midhyawan mengatakan, di akhir tahun 2018 ini pihaknya berhasil mengungkap kasus curanmor yang diketahui ada 10 Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Jadi  semua kasus di tingkat lidik maupun sidik mengalami penurunan. Berarti dalam melaksanakan selain reserse dan kriminal kita cukup berhasil dengan dibuktikan angka kejahatan sudah turun,” ungkapnya dalam rilis akhir  tahun Polres Tarakan, Sabtu malam lalu (29/12).

Turunnya angka kriminal yang terjadi di Kota Tarakan, disebutkan Kapolres lantaran terdapat beberapa faktor. Di antaranya faktor kesadaran masyarakat yang tinggi. Tidak hanya itu, peran Babinkamtibmas yang selalu diarahkan ke semua daerah di Tarakan, juga menjadi faktor turunnya angka kriminalitas.

Baca Juga :  Lanjutan Sidang Sabu Cair, Saksi dari Avsec Dihadirkan

“Jadi Babinkamtibmas tiap hari melaporkan dalam melakukan patroli ke tiap-tiap titik masyarakat, kemudian peran polsek dan polres dalam melakukan kegiatan preemtif dan preventif,” kata Yudhistira.

Lebih lanjut dipaparkan Yudhistira, untuk kegiatan preventif yang dilakukan oleh pihaknya di antaranya turun langsung ke tokoh masyarakat. Kemudian untuk pencegahan, pihaknya selalu rutin dan mempertingkat kegiatan patroli dan penjagaan oleh Satuan Sabhara.

“Kalau ada pengawalan yang membutuhkan kita laksanakan, dan selalu melakukan pengamanan terhadap kegiatan yang berpotensi terjadinya kejahatan,” bebernya.

Tidak hanya angka kriminal yang menurun, namun selama 2018 ini kasus narkotika yang ditangani oleh Polres Tarakan juga mengalami penurunan dibandingkan dengan 2017 lalu (lihat grafis). Untuk kasus narkotika penurunan terjadi dari segi laporan maupun kasus yang ditangani. “Jumlah barang bukti yang disita juga mengalami penurunan, dari 13 kg pada tahun 2017 dan tahun ini hanya 9,6 kg,” imbuh Yudhistira.

Baca Juga :  Jelas Dilarang, Bea Cukai di Kaltara Dilema Tindak Pakaian Bekas

Terkait kasus narkotika, Yudhistira sangat menyayangkan adanya narapidana narkotika yaitu Ng Chuang alias Max yang diberikan bebas bersyarat. Diketahui Max merupakan Warga Negara Asing (WNA) yang diamankan oleh Polres Tarakan beberapa waktu lalu dan diduga merupakan salah satu bandar besar yang ada di Kota Tarakan. “Sekarang sudah tidak diketahui keberadaannya dan kita cukup perhatian untuk hal itu. Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan BNN. Kita ketahui dia bandar yang besar,” pungkasnya. (zar/zia)

 

Grafis

Kasus Kriminal       Tahun 2017            Tahun 2018           

                                    Lapor           Selesai         Lapor     Selesai

Curat                          53                      49                35           36

Curas                         13                      11                2               1

Curanmor                  41                      16                24           14

Penganiyaan             19                      18               10            11

 

Kasus Narkotika

                                Lapor           Selesai   Rehap      Barang Bukti

Tahun 2017            261                 116        145          13,9 kg Sabu

Tahun 2018            80                    60            0             9,6 kg Sabu dan 23.704 Pil Dobel L

TARAKAN – Dibandingkan dengan tahun 2017 lalu, angka kriminalitas yang terjadi di Kota Tarakan selama tahun 2018 ini menurun. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Polres Tarakan, selama 2017 dan 2018 terdapat 4 kasus yang mendominasi yaitu pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan penganiyaan. Diketahui dari keempat kasus yang mendominasi tersebut, hampir semuanya mengalami penurunan selama tahun 2018 (lihat grafis).

Dari keempat kasus yang mendominasi itu juga, kasus curat masih mendominasi di tahun 2018 ini  tercatat 36 kasus. Di tahun 2017 lalu, kasus curat juga merupakan kasus yang paling terjadi di Tarakan, dengan jumlah 53 kasus.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midhyawan mengatakan, di akhir tahun 2018 ini pihaknya berhasil mengungkap kasus curanmor yang diketahui ada 10 Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Jadi  semua kasus di tingkat lidik maupun sidik mengalami penurunan. Berarti dalam melaksanakan selain reserse dan kriminal kita cukup berhasil dengan dibuktikan angka kejahatan sudah turun,” ungkapnya dalam rilis akhir  tahun Polres Tarakan, Sabtu malam lalu (29/12).

Turunnya angka kriminal yang terjadi di Kota Tarakan, disebutkan Kapolres lantaran terdapat beberapa faktor. Di antaranya faktor kesadaran masyarakat yang tinggi. Tidak hanya itu, peran Babinkamtibmas yang selalu diarahkan ke semua daerah di Tarakan, juga menjadi faktor turunnya angka kriminalitas.

Baca Juga :  Lanjutan Sidang Sabu Cair, Saksi dari Avsec Dihadirkan

“Jadi Babinkamtibmas tiap hari melaporkan dalam melakukan patroli ke tiap-tiap titik masyarakat, kemudian peran polsek dan polres dalam melakukan kegiatan preemtif dan preventif,” kata Yudhistira.

Lebih lanjut dipaparkan Yudhistira, untuk kegiatan preventif yang dilakukan oleh pihaknya di antaranya turun langsung ke tokoh masyarakat. Kemudian untuk pencegahan, pihaknya selalu rutin dan mempertingkat kegiatan patroli dan penjagaan oleh Satuan Sabhara.

“Kalau ada pengawalan yang membutuhkan kita laksanakan, dan selalu melakukan pengamanan terhadap kegiatan yang berpotensi terjadinya kejahatan,” bebernya.

Tidak hanya angka kriminal yang menurun, namun selama 2018 ini kasus narkotika yang ditangani oleh Polres Tarakan juga mengalami penurunan dibandingkan dengan 2017 lalu (lihat grafis). Untuk kasus narkotika penurunan terjadi dari segi laporan maupun kasus yang ditangani. “Jumlah barang bukti yang disita juga mengalami penurunan, dari 13 kg pada tahun 2017 dan tahun ini hanya 9,6 kg,” imbuh Yudhistira.

Baca Juga :  IAI Sebut Hoaks Soal Obat-obatan Tinggi di Masa Pendemi

Terkait kasus narkotika, Yudhistira sangat menyayangkan adanya narapidana narkotika yaitu Ng Chuang alias Max yang diberikan bebas bersyarat. Diketahui Max merupakan Warga Negara Asing (WNA) yang diamankan oleh Polres Tarakan beberapa waktu lalu dan diduga merupakan salah satu bandar besar yang ada di Kota Tarakan. “Sekarang sudah tidak diketahui keberadaannya dan kita cukup perhatian untuk hal itu. Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan BNN. Kita ketahui dia bandar yang besar,” pungkasnya. (zar/zia)

 

Grafis

Kasus Kriminal       Tahun 2017            Tahun 2018           

                                    Lapor           Selesai         Lapor     Selesai

Curat                          53                      49                35           36

Curas                         13                      11                2               1

Curanmor                  41                      16                24           14

Penganiyaan             19                      18               10            11

 

Kasus Narkotika

                                Lapor           Selesai   Rehap      Barang Bukti

Tahun 2017            261                 116        145          13,9 kg Sabu

Tahun 2018            80                    60            0             9,6 kg Sabu dan 23.704 Pil Dobel L

Most Read

Artikel Terbaru

/