alexametrics
25.7 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

10 Tahun Harapkan Rumah ibadah

TARAKAN – Setiap wilayah tentunya membutuhkan fasilitas ibadah sebagai kebutuhan wajib masyarakat dalam menjalankan kegiatan keagamaan. Namun jika fasilitas tersebut tidak dimiliki, tentu masyarakat merasa kesulitan dalam melakukan kegiatan  ibadah rutin setiap harinya. Hal itulah yang dialami warga RT 13 kelurahan Gunung Lingkas, Kecamatan Tarakan Tengah.

Saat dikonfirmasi, Ketua RT 13 Buniram (45), tidak adanya rumah ibadah yang terdapat di kawasan tersebut membuat warga sedikit kesulitan untuk beribadah berjamaah. Sehingga, warga setempat perlu memiliki rumah ibadah minimal musala agar aktivitas ibadah dapat berjalan lancar.

“Tidak ada, selama ini warga di sini salat di masjid samping SPBU Gunung Lingkas. Karena kami lihat masjid terlalu jauh jadi kami memang sudah harus membutuhkan masjid sendiri. Karena semakin tahun penduduk di sini semakin padat jadi kalau kami punya masjid sendiri pasti urusan ibadah lebih mudah,” ujarnya, (30/12).

Baca Juga :  Dishub Bakal Permanenkan Pembatas Jalan

Ia mengaku, pembangunan musala yang kini dilakukan secara gotong royong oleh warga di lingkungannya tersebut tidak terlepas dengan semakin banyaknya aktivitas warga yang memerlukan sarana ibadah. Selain itu, berbagai kebutuhan sosial yang diperlukan masyarakat juga tidak dapat terlaksana dengan baik karena tidak adanya wadah untuk menjalankan kegiatan tersebut.

“Terutama kita punya anak-anak di sini kan kasihan kalau mau ngaji tempat ngajinya terlalu jauh terus kalau Jumatan juga susah apalagi kalau ada warga yang meninggal kami sulit mengumumkannya. Jadi kami beberapa tahun terakhir sangat berniat membangun musala,” ujarnya.

Mengenai dana pembangunan musala, disebutkannya murni hasil swadaya masyarakat. Hal tersebut dikarenakan hingga saat pembangunan tersebut belum mendapat sepeser pun dari pemerintah. Rencana pembangunan, ia menerangkan jika pihaknya akan membangun musala berlantai 2.

“Swadaya ini bukan hanya berbentuk uang, tapi ada yang menyumbang besi cor 100 batang, ada yang menyumbang kayu, ada yang menyumbangkan semen ada yang menyumbang pasir. Kami pikir itu lebih baik jadi bantuan ini kan bisa langsung digunakan. Kalau bantuan pemerintah belum ada. Ini masih swadaya saja. Kami juga belum minta ke pemkot atau provinsi. Kami memang belum ajukan karena kami paham sendiri bagaimana kondisi pemkot sekarang. Tapi tahun depan kita mungkin coba-coba mengajukan,” beber Buniram.

Baca Juga :  Berlanjut Pemasangan Sheet Pile

Ia dan warga RT 13 berharap, semoga ke depannya pemerintah dapat memperhatikan dan memberikan bantuannya agar pembangunan musala di RT 13 Kelurahan Gunung Lingkas dapat terlaksana dengan cepat. “Harapan kami nantinya semoga pemerintah bisa membantu kami untuk pembangunan masjid ini agar kami di sini bisa segera memiliki masjid untuk kelancaran ibadah di RT 13 Gunung Lingkas,” harapnya. (*/zac/fly)

TARAKAN – Setiap wilayah tentunya membutuhkan fasilitas ibadah sebagai kebutuhan wajib masyarakat dalam menjalankan kegiatan keagamaan. Namun jika fasilitas tersebut tidak dimiliki, tentu masyarakat merasa kesulitan dalam melakukan kegiatan  ibadah rutin setiap harinya. Hal itulah yang dialami warga RT 13 kelurahan Gunung Lingkas, Kecamatan Tarakan Tengah.

Saat dikonfirmasi, Ketua RT 13 Buniram (45), tidak adanya rumah ibadah yang terdapat di kawasan tersebut membuat warga sedikit kesulitan untuk beribadah berjamaah. Sehingga, warga setempat perlu memiliki rumah ibadah minimal musala agar aktivitas ibadah dapat berjalan lancar.

“Tidak ada, selama ini warga di sini salat di masjid samping SPBU Gunung Lingkas. Karena kami lihat masjid terlalu jauh jadi kami memang sudah harus membutuhkan masjid sendiri. Karena semakin tahun penduduk di sini semakin padat jadi kalau kami punya masjid sendiri pasti urusan ibadah lebih mudah,” ujarnya, (30/12).

Baca Juga :  Protokol Sekolah Tatap Muka di Tarakan, Wajib Sediakan Bekal Anak

Ia mengaku, pembangunan musala yang kini dilakukan secara gotong royong oleh warga di lingkungannya tersebut tidak terlepas dengan semakin banyaknya aktivitas warga yang memerlukan sarana ibadah. Selain itu, berbagai kebutuhan sosial yang diperlukan masyarakat juga tidak dapat terlaksana dengan baik karena tidak adanya wadah untuk menjalankan kegiatan tersebut.

“Terutama kita punya anak-anak di sini kan kasihan kalau mau ngaji tempat ngajinya terlalu jauh terus kalau Jumatan juga susah apalagi kalau ada warga yang meninggal kami sulit mengumumkannya. Jadi kami beberapa tahun terakhir sangat berniat membangun musala,” ujarnya.

Mengenai dana pembangunan musala, disebutkannya murni hasil swadaya masyarakat. Hal tersebut dikarenakan hingga saat pembangunan tersebut belum mendapat sepeser pun dari pemerintah. Rencana pembangunan, ia menerangkan jika pihaknya akan membangun musala berlantai 2.

“Swadaya ini bukan hanya berbentuk uang, tapi ada yang menyumbang besi cor 100 batang, ada yang menyumbang kayu, ada yang menyumbangkan semen ada yang menyumbang pasir. Kami pikir itu lebih baik jadi bantuan ini kan bisa langsung digunakan. Kalau bantuan pemerintah belum ada. Ini masih swadaya saja. Kami juga belum minta ke pemkot atau provinsi. Kami memang belum ajukan karena kami paham sendiri bagaimana kondisi pemkot sekarang. Tapi tahun depan kita mungkin coba-coba mengajukan,” beber Buniram.

Baca Juga :  Okupansi Meningkat, Pemerintah Buka Keringanan

Ia dan warga RT 13 berharap, semoga ke depannya pemerintah dapat memperhatikan dan memberikan bantuannya agar pembangunan musala di RT 13 Kelurahan Gunung Lingkas dapat terlaksana dengan cepat. “Harapan kami nantinya semoga pemerintah bisa membantu kami untuk pembangunan masjid ini agar kami di sini bisa segera memiliki masjid untuk kelancaran ibadah di RT 13 Gunung Lingkas,” harapnya. (*/zac/fly)

Most Read

Artikel Terbaru

/