alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Varian Covid-19 Baru Diduga Serang Anak-Anak

TARAKAN – Sejumlah negara melaporkan adanya kasus mutasi baru dari virus Covid-19. Varian baru itu disebut lebih cepat menular dibanding varian virus terdahulu.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Utara (Kaltara), dr. Franky Sientoro, Sp.A, Covid-19 baru itu membawa kekhawatiran di seluruh dunia. Kekhawatiran yang dimaksud, karena manusia belum kekebalan sama terhadap virus baru itu. Begitu masuk ke dalam tubuh manusia maka akan menyerang organ vital, terutama bagian paru-paru.

“Setelah itu dia juga memperberat penyakit-penyakit lain yang sudah ada di dalam tubuh kita, misalnya komorbid seperti kencing manis, diabetes, hipertensi sakit jantung dan penyakit lainnya. Jadi dengan adanya Covid-19 maka penyakit tersebut akan semakin berat, karena kita tidak punya daya tahan tubuh untuk penyakit tersebut,” jelasnya, kemarin (29/12).

Bahkan, penularan Covid-19 varian baru ini lebih cepat dibandingkan varian sebelumnya. “Tetapi hal ini tergantung dari keadaan lingkungan virusnya hidup, bahkan dia bisa bermutasi, dan untuk Covid-19 baru ini juga dicurigai lebih banyak menyerang anak-anak, tetapi tidak lebih berbahaya dari Covid-19 yang pertama, tetapi yang kedua atau turunannya kali ini lebih gampang menyerang anak-anak. Karena yang pertama untuk anak-anak tidak terlalu, justru yang diserangnya adalah orang tua,” jelasnya.

“Kalau tingkat berbahayanya kurang lebih sama dengan Covid-19, tetapi  untuk penularannya lebih cepat untuk yang kedua ini, jadi sama-sama berbahaya,” terangnya.

Baca Juga :  KPU Menanti Keputusan

Sedangkan vaksin dari Covid-19 varian baru belum ada penilitian secara langsung. Tetapi dari para ahli menyarankan vaksin Covid-19 yang sudah dibuat saat akan mampu melindungi virus Covid-19 yang telah bermutasi.

Para dokter berharap, dengan adanya vaksin tersebut juga bisa melindungi penyebaran virus untuk gelombang kedua atau yang disebut dengan anakan dari Covid-19. Sehingga manusia yang sudah divaksin bisa membentuk antibodi pada tubuhnya, dan bisa melindungi dari penyebaran virus berikutnya.

Sejauh ini, untuk vaksinnya sudah ada dan akan disebar diseluruh Indonesia mulai tanggal 22 Januari bahkan sudah ada beberapa daerah di Indonesia sudah bisa disuntikkan. Di negara-negara lain pun sudah melakukan vaksinasi.

“Untuk di Tarakan kayaknya di atas tanggal 22 karena yang baru dilakukan tanggal itu hanya 7 provinsi di Pulau Jawa, dan yang lain masih status menunggu, jadi untuk di Kaltara kayaknya di atas tanggal 22 Januari,” ungkapnya.

Lanjutnya, vaksin yang dibutuhkan di wilayah Kaltara, hal itu akan disesuaikan dengan jumlah penduduk. Misalnya jumlah penduduk Kaltara sekitar 300 ribu jiwa, jika 70 persennya untuk Tarakan kira-kira mendapatkan vaksin sekitar 400 ribu, karena akan dilakukan selama dua kali suntik, yaitu suntik pertama pada satu bulan pertama, dan suntik kedua untuk bulan selanjutnya.

 

ANTISIPASI TAHUN BARU

Sementara itu Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltara, Ust. H. Salafa Hepa mengimbau masyarakat umat beragama agar menyambut pergantian tahun dengan banyak berdoa dan introspeksi di kediaman masing-masing.

Baca Juga :  Pemilik Diduga Kuat Pengetap

“Kami imbau masyarakat agar menghindari kerumunan massa dengan tidak mengadakan acara khusus, lebih baik berdoa di rumah bersama anggota keluarga sehingga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan pertolongan dan melimpahkan kasih sayang-Nya kepada keluarga kita, kepada daerah kita, bahkan kepada bangsa kita. Sehingga mampu mengendalikan dan mengatasi pandemi Covid-19 yang mewabah saat ini,” jelasnya.

FKUB juga mengharapkan hendaknya masyarakat mengerti bahwa pergantian tahun dari 2020 ke 2021 adalah peralihan waktu biasa saja dan tidak perlu dirayakan secara berlebihan. Misalnya arak-arakan, yang menyebabkan kerumuman orang banyak sehingga pandemi Covid-19 ini semakin sulit dikendalikan.

“Jadikanlah pergantian tahun ini sebagai momentum untuk melakukan refleksi, introspeksi dan kontemplasi (merenung, tafakur dan zikir) guna meningkatkan kehidupan yang lebih bermutu dan sejahtera di tahun mendatang,” tambahnya.

FKUB juga mendukung kebijakan pemerintah dalam menggalang persatuan untuk mengatasi pandemi Covid-19 dengan segala dampaknya. Mengingat kerukunan umat beragama merupakan prasyarat bagi kerukunan nasional, maka FKUB Kaltara  bekerja sama dengan semua elemen bangsa, terutama TNI-Polri dalam upaya memantapkan ketahanan bangsa, mengokohkan persatuan, menjaga keamanan dan ketertiban, merawat dan memelihara kerukunan dan kedamaian umat beragama. “Sambutlah pergantian tahun 2020 ke 2021  dengan rasa bahagia, syukur dan doa,” tukasnya. (agg/lim)

 

 

TARAKAN – Sejumlah negara melaporkan adanya kasus mutasi baru dari virus Covid-19. Varian baru itu disebut lebih cepat menular dibanding varian virus terdahulu.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Utara (Kaltara), dr. Franky Sientoro, Sp.A, Covid-19 baru itu membawa kekhawatiran di seluruh dunia. Kekhawatiran yang dimaksud, karena manusia belum kekebalan sama terhadap virus baru itu. Begitu masuk ke dalam tubuh manusia maka akan menyerang organ vital, terutama bagian paru-paru.

“Setelah itu dia juga memperberat penyakit-penyakit lain yang sudah ada di dalam tubuh kita, misalnya komorbid seperti kencing manis, diabetes, hipertensi sakit jantung dan penyakit lainnya. Jadi dengan adanya Covid-19 maka penyakit tersebut akan semakin berat, karena kita tidak punya daya tahan tubuh untuk penyakit tersebut,” jelasnya, kemarin (29/12).

Bahkan, penularan Covid-19 varian baru ini lebih cepat dibandingkan varian sebelumnya. “Tetapi hal ini tergantung dari keadaan lingkungan virusnya hidup, bahkan dia bisa bermutasi, dan untuk Covid-19 baru ini juga dicurigai lebih banyak menyerang anak-anak, tetapi tidak lebih berbahaya dari Covid-19 yang pertama, tetapi yang kedua atau turunannya kali ini lebih gampang menyerang anak-anak. Karena yang pertama untuk anak-anak tidak terlalu, justru yang diserangnya adalah orang tua,” jelasnya.

“Kalau tingkat berbahayanya kurang lebih sama dengan Covid-19, tetapi  untuk penularannya lebih cepat untuk yang kedua ini, jadi sama-sama berbahaya,” terangnya.

Baca Juga :  Tarif Listrik Turun untuk Tujuh Golongan

Sedangkan vaksin dari Covid-19 varian baru belum ada penilitian secara langsung. Tetapi dari para ahli menyarankan vaksin Covid-19 yang sudah dibuat saat akan mampu melindungi virus Covid-19 yang telah bermutasi.

Para dokter berharap, dengan adanya vaksin tersebut juga bisa melindungi penyebaran virus untuk gelombang kedua atau yang disebut dengan anakan dari Covid-19. Sehingga manusia yang sudah divaksin bisa membentuk antibodi pada tubuhnya, dan bisa melindungi dari penyebaran virus berikutnya.

Sejauh ini, untuk vaksinnya sudah ada dan akan disebar diseluruh Indonesia mulai tanggal 22 Januari bahkan sudah ada beberapa daerah di Indonesia sudah bisa disuntikkan. Di negara-negara lain pun sudah melakukan vaksinasi.

“Untuk di Tarakan kayaknya di atas tanggal 22 karena yang baru dilakukan tanggal itu hanya 7 provinsi di Pulau Jawa, dan yang lain masih status menunggu, jadi untuk di Kaltara kayaknya di atas tanggal 22 Januari,” ungkapnya.

Lanjutnya, vaksin yang dibutuhkan di wilayah Kaltara, hal itu akan disesuaikan dengan jumlah penduduk. Misalnya jumlah penduduk Kaltara sekitar 300 ribu jiwa, jika 70 persennya untuk Tarakan kira-kira mendapatkan vaksin sekitar 400 ribu, karena akan dilakukan selama dua kali suntik, yaitu suntik pertama pada satu bulan pertama, dan suntik kedua untuk bulan selanjutnya.

 

ANTISIPASI TAHUN BARU

Sementara itu Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltara, Ust. H. Salafa Hepa mengimbau masyarakat umat beragama agar menyambut pergantian tahun dengan banyak berdoa dan introspeksi di kediaman masing-masing.

Baca Juga :  Sering Ancam Tetangga, AD Dijebloskan ke Penjara

“Kami imbau masyarakat agar menghindari kerumunan massa dengan tidak mengadakan acara khusus, lebih baik berdoa di rumah bersama anggota keluarga sehingga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan pertolongan dan melimpahkan kasih sayang-Nya kepada keluarga kita, kepada daerah kita, bahkan kepada bangsa kita. Sehingga mampu mengendalikan dan mengatasi pandemi Covid-19 yang mewabah saat ini,” jelasnya.

FKUB juga mengharapkan hendaknya masyarakat mengerti bahwa pergantian tahun dari 2020 ke 2021 adalah peralihan waktu biasa saja dan tidak perlu dirayakan secara berlebihan. Misalnya arak-arakan, yang menyebabkan kerumuman orang banyak sehingga pandemi Covid-19 ini semakin sulit dikendalikan.

“Jadikanlah pergantian tahun ini sebagai momentum untuk melakukan refleksi, introspeksi dan kontemplasi (merenung, tafakur dan zikir) guna meningkatkan kehidupan yang lebih bermutu dan sejahtera di tahun mendatang,” tambahnya.

FKUB juga mendukung kebijakan pemerintah dalam menggalang persatuan untuk mengatasi pandemi Covid-19 dengan segala dampaknya. Mengingat kerukunan umat beragama merupakan prasyarat bagi kerukunan nasional, maka FKUB Kaltara  bekerja sama dengan semua elemen bangsa, terutama TNI-Polri dalam upaya memantapkan ketahanan bangsa, mengokohkan persatuan, menjaga keamanan dan ketertiban, merawat dan memelihara kerukunan dan kedamaian umat beragama. “Sambutlah pergantian tahun 2020 ke 2021  dengan rasa bahagia, syukur dan doa,” tukasnya. (agg/lim)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/