alexametrics
29.7 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

Channa Maru Jadi Primadona

Dunia ikan hias mengalami banyak perkembangan di tengah pendami Covid-19. Sehingga hal tersebut menimbulkan keuntungan tersendiri bagi peternak ikan hias. Bagaimana di Tarakan. 

ANDI Gunawan (28), salah satu peternak ikan hias di Tarakan. Sebagai peternak sekaligus pecinta ikan, Andi mengakui masa pandemi menimbulkan keuntungan tersendiri bagi ia dan peternak ikan lainnya. Pasalnya bertambahnya pecinta ikan, akan diikuti dengan meningkatnya penghobi ikan hias. Sehingga dengan kondisi tersebut membuat penjualan ikan-ikan hiasnya juga mengalami kenaikan.

Beberapa tahun lalu cupang dan guppy sempat menguasai pasaran Indonesia. Di tahun 2020 kepopuleran dua jenis ikan hias itu juga dibarengi dengan kepopuleran ikan channa. Sejenis ikan gabus dengan corak warna mencolok. Meski tidak sulit dijumpai di sungai dan rawa-rawa yang terdapat di Kalimantan dan Sumatera.

“Sebenarnya channa maru ini mulai naik daun di tahun 2019 di Tarakan. Tapi pamornya masih tidak terlalu setenar guppy dan cupang. Tapi di tahun 2020 ikan channa khususnya channa maru ini sangat populer bahkan seluruh Indonesia. Jadi peminat channa maru ini terus meningkat,” ujarnya, kemarin (29/12).

“Di kondisi pandemi seperti saat ini peminat ikan hias sedang meningkat. Apalagi kala pemberlakuan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) yang mengharuskan orang di rumah. Sehingga di momen itulah banyak orang yang mulai mengenal channa dan tertarik membelinya,” sambungnya.

Baca Juga :  Disdikbud Pesimistis Hadirkan SMP Baru

Kepopuleran channa maru tidak terlepas dari pelbagai promosi dan pembahasan mengenai ikan tersebut yang oleh konten kreator di Youtube. “Kepopuleran channa maru ini juga dipengaruhi banyaknya youtubers-youtubers pecinta ikan yang membahas tentang ikan ini. Sehingga hal inilah yang membuat channa maru banyak diburu pecinta ikan, baik di dalam maupun luar negeri,” tuturnya.

Bahkan tidak sedikit pecinta ikan mancanegara memesan langsung channa maru yang diternaknya. “Channa maru ini diminati oleh sebagian besar pecinta ikan di berbagai negara di Asia. Seperti China, Jepang, Taiwan, Thailand, Vietnam dan masih banyak lagi. Biasanya kita jualnya kerja sama dengan perusahaan pengekspor di Jakarta. Mereka yang menjual ke luar negeri,” ungkapnya.

Meski tidak tergolong mahal untuk sekelas ikan hias, namun pecinta ikan juga harus meronggoh kocek lumayan untuk memiliki seekor channa maru. Setidaknya, untuk satu ekor dengan panjang 20 sentimeter dan corak yang jelas, harus didapatkan hingga juta rupiah.

“Harganya variatif biasanya kisarannya dari Rp 150 ribu sampai Rp 500 ribu ekor. Tapi kalau motif bunga di badannya semakin terang harganya semakin mahal. Karena nilai seninya terletak dari badannya. Kalau warna motifnya semakin jelas bisa sampai jutaan,” tuturnya.

Baca Juga :  Pelamar CPNS Wajib Tahu Fungsi Barcode KK

“Kalau keuntungan dari penjualan ikan hias termasuk cupang, guppy dan channa tentu ini menjadi rahasia dapur. Tapi yang jelas dari saya yang paling laris dan populer di tahun 2020 ini adalah channa khususnya channa maru. Mungkin dalam sebulan bisa jual kisaran 30 sampai 35 ekor lah kurang lebih,” tukasnya.

Ia memberikan tips, untuk merawat ikan hits tersebut, pecinta ikan tidak perlu melakukan persiapan khusus. Melainkan, pemelihara hanya menyiapkan perlengkapan pada umumnya serta menjaga kebersihan tempatnya. Lanjutnya, channa dikenal sebagai predator, memakan jenis serangga seperti jangkrik. Jika tidak ada, maka cicak dapat menjadi alternatif.

“Channa ini kan bahasa Indonesia-nya ikan gabus yah, kita tahu sendiri fisik ikan gabus seperti apa. Menurut saya ikan gabus ini salah satu ikan terkuat yang ada saat ini. Bertahan hidupnya sangat kuat dan muda beradaptasi di lngkungan mana pun. Jadi untuk merawat channa tidak perlu memerlukan persiapan khusus. Seperti umumnya saja seperti rutin membersihkan airnya, memberi makan dan mengganti air sebulan sekali,” pungkasnya. (*/zac/lim)

 

 

Dunia ikan hias mengalami banyak perkembangan di tengah pendami Covid-19. Sehingga hal tersebut menimbulkan keuntungan tersendiri bagi peternak ikan hias. Bagaimana di Tarakan. 

ANDI Gunawan (28), salah satu peternak ikan hias di Tarakan. Sebagai peternak sekaligus pecinta ikan, Andi mengakui masa pandemi menimbulkan keuntungan tersendiri bagi ia dan peternak ikan lainnya. Pasalnya bertambahnya pecinta ikan, akan diikuti dengan meningkatnya penghobi ikan hias. Sehingga dengan kondisi tersebut membuat penjualan ikan-ikan hiasnya juga mengalami kenaikan.

Beberapa tahun lalu cupang dan guppy sempat menguasai pasaran Indonesia. Di tahun 2020 kepopuleran dua jenis ikan hias itu juga dibarengi dengan kepopuleran ikan channa. Sejenis ikan gabus dengan corak warna mencolok. Meski tidak sulit dijumpai di sungai dan rawa-rawa yang terdapat di Kalimantan dan Sumatera.

“Sebenarnya channa maru ini mulai naik daun di tahun 2019 di Tarakan. Tapi pamornya masih tidak terlalu setenar guppy dan cupang. Tapi di tahun 2020 ikan channa khususnya channa maru ini sangat populer bahkan seluruh Indonesia. Jadi peminat channa maru ini terus meningkat,” ujarnya, kemarin (29/12).

“Di kondisi pandemi seperti saat ini peminat ikan hias sedang meningkat. Apalagi kala pemberlakuan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) yang mengharuskan orang di rumah. Sehingga di momen itulah banyak orang yang mulai mengenal channa dan tertarik membelinya,” sambungnya.

Baca Juga :  Polda Kaltara Selidiki Potensi Korupsi-Gratifikasi di Balik Kasus HSB

Kepopuleran channa maru tidak terlepas dari pelbagai promosi dan pembahasan mengenai ikan tersebut yang oleh konten kreator di Youtube. “Kepopuleran channa maru ini juga dipengaruhi banyaknya youtubers-youtubers pecinta ikan yang membahas tentang ikan ini. Sehingga hal inilah yang membuat channa maru banyak diburu pecinta ikan, baik di dalam maupun luar negeri,” tuturnya.

Bahkan tidak sedikit pecinta ikan mancanegara memesan langsung channa maru yang diternaknya. “Channa maru ini diminati oleh sebagian besar pecinta ikan di berbagai negara di Asia. Seperti China, Jepang, Taiwan, Thailand, Vietnam dan masih banyak lagi. Biasanya kita jualnya kerja sama dengan perusahaan pengekspor di Jakarta. Mereka yang menjual ke luar negeri,” ungkapnya.

Meski tidak tergolong mahal untuk sekelas ikan hias, namun pecinta ikan juga harus meronggoh kocek lumayan untuk memiliki seekor channa maru. Setidaknya, untuk satu ekor dengan panjang 20 sentimeter dan corak yang jelas, harus didapatkan hingga juta rupiah.

“Harganya variatif biasanya kisarannya dari Rp 150 ribu sampai Rp 500 ribu ekor. Tapi kalau motif bunga di badannya semakin terang harganya semakin mahal. Karena nilai seninya terletak dari badannya. Kalau warna motifnya semakin jelas bisa sampai jutaan,” tuturnya.

Baca Juga :  Baliho Tak Sesuai Aturan Bisa Memicu Konflik

“Kalau keuntungan dari penjualan ikan hias termasuk cupang, guppy dan channa tentu ini menjadi rahasia dapur. Tapi yang jelas dari saya yang paling laris dan populer di tahun 2020 ini adalah channa khususnya channa maru. Mungkin dalam sebulan bisa jual kisaran 30 sampai 35 ekor lah kurang lebih,” tukasnya.

Ia memberikan tips, untuk merawat ikan hits tersebut, pecinta ikan tidak perlu melakukan persiapan khusus. Melainkan, pemelihara hanya menyiapkan perlengkapan pada umumnya serta menjaga kebersihan tempatnya. Lanjutnya, channa dikenal sebagai predator, memakan jenis serangga seperti jangkrik. Jika tidak ada, maka cicak dapat menjadi alternatif.

“Channa ini kan bahasa Indonesia-nya ikan gabus yah, kita tahu sendiri fisik ikan gabus seperti apa. Menurut saya ikan gabus ini salah satu ikan terkuat yang ada saat ini. Bertahan hidupnya sangat kuat dan muda beradaptasi di lngkungan mana pun. Jadi untuk merawat channa tidak perlu memerlukan persiapan khusus. Seperti umumnya saja seperti rutin membersihkan airnya, memberi makan dan mengganti air sebulan sekali,” pungkasnya. (*/zac/lim)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/