alexametrics
26 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

Bunga Bangkai Mekar di Pekarangan Warga

TARAKAN – Bunga bangkai atau Amorphophallus paeoniifolius ditemukan tumbuh di salah satu rumah warga di Jalan Adityawarman RT 1 Karang Balik, Tarakan Barat. Bunga bangkai berwarna merah maroon keunguan itu tumbuk di kediaman almarhum Sri Ah.

Menurut pengakuan keluarga, bunga itu berasal dari sebuah umbi yang ditanam 20 tahun lalu. Ngatminah (57), anak almarhum Sri Ah menceritakan tentang hobi ibunya, yang senang bercocok tanam sejak usia muda.

Sri Ah melakukan perjalanan dari Malang ke Tarakan dengan membawa umbi-umbian 20 tahun lalu. Diduga di antaranya merupakan umbi bunga bangkai Amorphophallus paeoniifolius. “Kalau di Malang, umbi itu disebut suweg (bahasa Malang). Tapi saya tidak mengerti alasan almarhum membawa umbi itu ke Tarakan,” ujar Ngatminah, kemarin (29/12).

Ketika tiba di Tarakan, Sri Ah menanam umbi tersebut di depan rumah dengan harapan tanaman tersebut dapat tumbuh. Alhasil bunga tersebut tumbuh tinggi dengan corak belang, namun sempat tua dan menguning hingga kering. Kemudian tumbuh kembali dengan wujud bunga bangkai. “Jadi bunga ini nanti meninggi, kemudian kering lalu habis. Terus tumbuh lagi bunga. Setelah ini nanti tumbuh tinggi bunganya sampai 1 meter,” jelas Ngatminah.

Baca Juga :  Bagasi Berbayar Diberlakukan

Sebagai peminat tamanam, Ngatminah bahagia jika melihat pertumbuhan bunga bangkai yang tinggi. Sebab bunganya tumbuh sampai ke atas dan akan terlihat elegan. Radar Tarakan pun melihat langsung bunga dengan bau yang unik itu lebih dekat. Bahkan dikerumuni binatang-binatang yang berukuran kecil. “Memang berbau, tapi kalau dicium dari dekat. Kalau jauh, ya tidak bau,” tutur Ngatminah.

Sementara itu, Pendamping Penyuluh Bakti Rimbawan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tarakan, Ahmad Afif mengatakan bahwa tumbuhan tersebut merupakan jenis Amorphophallus paeoniifolius yang biasanya tumbuh didaerah Jawa dan Sulawesi. Diameter bunga tersebut dapat mencapai 1,5 meter.

“Tumbuhan ini memiliki jenis status konservasi yang rendah dan cukup banyak dialam,” singkat Ahmad.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, Dheny Mardiono mengaku masih mengumpulkan data-data lapangan mengenai temuan bunga yang diduga merupakan bunga bangkai di Tarakan. “Saya belum menerima laporan dari teman-teman di sana. Tapi tentu akan kami pelajari. Akan kami sampaikan, bagaimana seharusnya memperlakukan tumbuhan tersebut,” singkatnya.

Dikutip dari laman Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amorpophallus atau bunga bangkai berasal dari keluarga talas-talasan. Bunga bangkai memiliki umbi, batang, hingga akar sendiri. Tingginya bisa mencapai 2,5 meter, dengan lebar 1,5 meter saat mekar.

Bunga bangkai dapat tumbuh melalui biji bunga dan juga umbi. Namun, jika dari biji, tanaman tersebut perlu puluhan tahun untuk tumbuh dan berbunga. Jika dari umbi, tanaman tersebut akan tumbuh lebih cepat tergantung usia dari umbi yang ditemukan di hutan. (shy/lim)

 

 

Baca Juga :  Jangan Nekat, Pengawasan Pelabuhan Rakyat di Perketat

 

 

TARAKAN – Bunga bangkai atau Amorphophallus paeoniifolius ditemukan tumbuh di salah satu rumah warga di Jalan Adityawarman RT 1 Karang Balik, Tarakan Barat. Bunga bangkai berwarna merah maroon keunguan itu tumbuk di kediaman almarhum Sri Ah.

Menurut pengakuan keluarga, bunga itu berasal dari sebuah umbi yang ditanam 20 tahun lalu. Ngatminah (57), anak almarhum Sri Ah menceritakan tentang hobi ibunya, yang senang bercocok tanam sejak usia muda.

Sri Ah melakukan perjalanan dari Malang ke Tarakan dengan membawa umbi-umbian 20 tahun lalu. Diduga di antaranya merupakan umbi bunga bangkai Amorphophallus paeoniifolius. “Kalau di Malang, umbi itu disebut suweg (bahasa Malang). Tapi saya tidak mengerti alasan almarhum membawa umbi itu ke Tarakan,” ujar Ngatminah, kemarin (29/12).

Ketika tiba di Tarakan, Sri Ah menanam umbi tersebut di depan rumah dengan harapan tanaman tersebut dapat tumbuh. Alhasil bunga tersebut tumbuh tinggi dengan corak belang, namun sempat tua dan menguning hingga kering. Kemudian tumbuh kembali dengan wujud bunga bangkai. “Jadi bunga ini nanti meninggi, kemudian kering lalu habis. Terus tumbuh lagi bunga. Setelah ini nanti tumbuh tinggi bunganya sampai 1 meter,” jelas Ngatminah.

Baca Juga :  Produk Ditarik, Menunggu Hasil Sidak

Sebagai peminat tamanam, Ngatminah bahagia jika melihat pertumbuhan bunga bangkai yang tinggi. Sebab bunganya tumbuh sampai ke atas dan akan terlihat elegan. Radar Tarakan pun melihat langsung bunga dengan bau yang unik itu lebih dekat. Bahkan dikerumuni binatang-binatang yang berukuran kecil. “Memang berbau, tapi kalau dicium dari dekat. Kalau jauh, ya tidak bau,” tutur Ngatminah.

Sementara itu, Pendamping Penyuluh Bakti Rimbawan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tarakan, Ahmad Afif mengatakan bahwa tumbuhan tersebut merupakan jenis Amorphophallus paeoniifolius yang biasanya tumbuh didaerah Jawa dan Sulawesi. Diameter bunga tersebut dapat mencapai 1,5 meter.

“Tumbuhan ini memiliki jenis status konservasi yang rendah dan cukup banyak dialam,” singkat Ahmad.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, Dheny Mardiono mengaku masih mengumpulkan data-data lapangan mengenai temuan bunga yang diduga merupakan bunga bangkai di Tarakan. “Saya belum menerima laporan dari teman-teman di sana. Tapi tentu akan kami pelajari. Akan kami sampaikan, bagaimana seharusnya memperlakukan tumbuhan tersebut,” singkatnya.

Dikutip dari laman Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amorpophallus atau bunga bangkai berasal dari keluarga talas-talasan. Bunga bangkai memiliki umbi, batang, hingga akar sendiri. Tingginya bisa mencapai 2,5 meter, dengan lebar 1,5 meter saat mekar.

Bunga bangkai dapat tumbuh melalui biji bunga dan juga umbi. Namun, jika dari biji, tanaman tersebut perlu puluhan tahun untuk tumbuh dan berbunga. Jika dari umbi, tanaman tersebut akan tumbuh lebih cepat tergantung usia dari umbi yang ditemukan di hutan. (shy/lim)

 

 

Baca Juga :  Bagasi Berbayar Diberlakukan

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/