alexametrics
27.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Capaian BIAN Tarakan Baru 64,2 Persen

TARAKAN- Pelaksanaan imunisasi anak (BIAN) se Indonesia ditargetkan 95 persen untuk tiap daerah.

Namun hingga kini, Kota Tarakan baru mencapai 64,2 persen.

Padahal pelaksanaan imunsasi BIAN telah diperpanjang Kementerian Kesehatan. Lantas apa masalahnya?

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tarakan, Irwan Yuwanda mengatakan bahwa perolehan dana 64,2 persen ini didapatkan berdasarkan laporan dari seluruh Puskesmas Tarakan.

Capaian imunisasi BIAN ini masih terbilang rendah dikarenakan surat keputusan (SK) Menteri Kesehatan yang mendadak diterbitkan pada April 2022 lalu, sehingga Tarakan baru dapat menggelar imunisasi pada 18 Mei 2022.

“Waktu itu (18/5) imunisasinya serentak ditahap I, itu bersamaan dengan anak sekolah ujian dan anak sekolah masa libur. Jadi waktunya mepet, kami hanya diberi waktu 30 hari dari 18 Mei sampai 18 Juni. Ini kan waktu yang susah bagi kami?,” ujar Irwan.

Baca Juga :  B.1-KWK Hanura Ada di Tangan H. Udin Hianggio

Sasaran pemberian imunisasi BIAN ini dikatakan Irwan memang kebanyakan untuk anak usia sekolah, yakni 6 hingga 12 tahun.

Sehingga hal inilah yang menjadi kendala pihaknya untuk menyalurkan imunisasi kepada anak.

“Saat itu ada banyak anak-anak yang berbenturan dengan waktu persiapan ujian kelas 6, sedangkan yang kelas 1 sampai kelas 5 juga ujian sekolah,” tuturnya.

Tak hanya itu, Irwan mengungkapkan bahwa pihaknya juga terkendala pada orang tua yang tidak memahami adanya imunisasi tambahan bagi anak.

Apalagi selama ini orang tua hanya mengetahui tentang pelaksanaan imunisasi dasar lengkap.

Padahal usia sekolah, lanjut Irwan juga memerlukan tambahan imunisasi campak, rubella dan imunisasi lainnya. (*)






Reporter: Yedidah Pakondo

TARAKAN- Pelaksanaan imunisasi anak (BIAN) se Indonesia ditargetkan 95 persen untuk tiap daerah.

Namun hingga kini, Kota Tarakan baru mencapai 64,2 persen.

Padahal pelaksanaan imunsasi BIAN telah diperpanjang Kementerian Kesehatan. Lantas apa masalahnya?

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tarakan, Irwan Yuwanda mengatakan bahwa perolehan dana 64,2 persen ini didapatkan berdasarkan laporan dari seluruh Puskesmas Tarakan.

Capaian imunisasi BIAN ini masih terbilang rendah dikarenakan surat keputusan (SK) Menteri Kesehatan yang mendadak diterbitkan pada April 2022 lalu, sehingga Tarakan baru dapat menggelar imunisasi pada 18 Mei 2022.

“Waktu itu (18/5) imunisasinya serentak ditahap I, itu bersamaan dengan anak sekolah ujian dan anak sekolah masa libur. Jadi waktunya mepet, kami hanya diberi waktu 30 hari dari 18 Mei sampai 18 Juni. Ini kan waktu yang susah bagi kami?,” ujar Irwan.

Baca Juga :  Persiapkan 3 Lomba, Berhasil Menjadi Juara Dunia

Sasaran pemberian imunisasi BIAN ini dikatakan Irwan memang kebanyakan untuk anak usia sekolah, yakni 6 hingga 12 tahun.

Sehingga hal inilah yang menjadi kendala pihaknya untuk menyalurkan imunisasi kepada anak.

“Saat itu ada banyak anak-anak yang berbenturan dengan waktu persiapan ujian kelas 6, sedangkan yang kelas 1 sampai kelas 5 juga ujian sekolah,” tuturnya.

Tak hanya itu, Irwan mengungkapkan bahwa pihaknya juga terkendala pada orang tua yang tidak memahami adanya imunisasi tambahan bagi anak.

Apalagi selama ini orang tua hanya mengetahui tentang pelaksanaan imunisasi dasar lengkap.

Padahal usia sekolah, lanjut Irwan juga memerlukan tambahan imunisasi campak, rubella dan imunisasi lainnya. (*)






Reporter: Yedidah Pakondo

Most Read

Warga Minta Batu Jeram Dibom

Tak Berizin, Pom Mini Wajib Ditera Ulang

Perda Disetujui, Bersiap Bayar Parkir

Artikel Terbaru

/