alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Edaran Gubernur, Bentuk Solidaritas

TARAKAN – Adanya Surat Edaran (SE) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Nomor: 045.4/1626/KESBANGPOL/GUB tentang Pergantian Tahun Baru Masehi di Provinsi Kaltara ditanggapi positif sebagian masyarakat Tarakan. Seperti diungkapkan warga Kelurahan Karang Balik, Sofie. Ia menilai SE Gubernur tersebut bertujuan agar masyarakat melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat pada malam pergantian tahun.

“Apa yang dilakukan Gubernur ini menurut saya sebagai gambaran untuk tidak merayakan malam pergantian tahun secara berlebih, mengingat tahun ini Indonesia banyak ditimpa bencana yang merenggut banyak korban jiwa,” tuturnya, kemarin (27/12).

Hal senada juga diungkapkan warga Kelurahan Selumit Pantai, Mardiah di mana dirinya berpendapat SE agar warga tidak terlalu larut dengan malam pergantian tahun. Tahun ini Indonesia mengalami musibah yang bertubi-tubi, hal tersebut tentunya menjadi renungan bersama. “Saya rasa hal ini tidak dilakukan di Kaltara saja, di Palu dan beberapa daerah lain juga melakukan hal serupa, ini merupakan bentuk solidaritas kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana alam tahun ini,” tuturnya.

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PMK) Tarakan, akan menindaklanjuti SE Gubernur tersebut dengan melakukan patroli pada malam pergantian tahun.

“Kami akan lakukan patroli bersama instansi terkait untuk memastikan pada malam pergantian tahun tidak ada kegiatan seperti yang dijelaskan dalam surat edaran,” tutur Kepala Bidang Ketentraman Umum dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Tarakan Waridi.

Dalam SE masyarakat diminta untuk tidak merayakan malam tahun baru dalam bentuk hiburan maupun menyalakan kembang api, petasan dan meniup terompet. Dalam SE tersebut juga meminta kepada pemilik dan pengelola tempat hiburan untuk tidak membuka kegiatan pada malam pergantian tahun.

“Surat edaran tersebut mengimbau kepada masyarakat untuk dapat mengisinya dengan kegiatan ibadah sesuai agamanya masing-masing, khusus agama Islam agar diisi dengan kegiatan salat magrib berjamaah, yasinan, zikir, istigasah dan salat Isya di masjid ataupun musala,” ujarnya.

Bila dalam patroli pada malam pergantian tahun ditemukan masyarakat melakukan hal-hal tidak diperkenankan dalam SE tersebut, pihaknya akan memberi teguran dan pembinaan.

“Bila ada yang menolak teguran dan pembinaan yang kami lakukan, akan kami tindak tegas, karena dianggap mengindahkan surat edaran tersebut, bisa juga kami kenakan Perda Nomor 13 Tahun 2012 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan Kota Tarakan,” jelasnya.

 

TAMAN BERLABUH DITUTUP

Menanggapi surat edaran ini, Wali Kota Tarakan, Sofian Raga mengatakan belajar dari tahun-tahun sebelumnya, untuk kepentingan keamanan, keselamatan maka perlu untuk mengajak masyarakat yang merayakan pergantian tahun dengan suasana yang nyaman dan menyenangkan.

Baca Juga :  Pelaku Usaha Harus Kreatif

Maka dengan itu, Sofian juga akan menutup Taman Berlabuh pada malam pergantian tahun karena berdekatan dengan dermaga minyak. “Satu saja alasannya, untuk keamanan. Jangan sampai nanti main kembang api dan petasan malah jadi bermasalah,” ujarnya.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya juga dilakukan penutupan dengan alasan yang sama. Sehingga jika masyarakat ingin bepergian dan merayakan pergantian tahun bisa dilakukan di Taman Berkampung yang lebih luas.

Termasuk juga dengan kegiatan-kegiatan lainnya yang semua itu harus mengedepankan keamanan, ketertiban, kenyamanan dan keselamatan. SE yang telah diberikan akan ditindaklanjuti.

Begitu juga dengan konvoi, karena mengganggu ketertiban. Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, juga menyangkut keselamatan orang lain. “Bagaimana nyamannya lah, pergantian tahun ini dengan kegiatan yang menyenangkan. Tetap dengan menjaga keamanan dan kenyamanan diri sendiri dan orang lain,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tarakan K.H. Zainuddin Dalila mengatakan, SE dikeluarkan menjadi imbauan bagi masyarakat untuk tidak melakukan hal yang kurang bermanfaat. “Lebih baik sedekah ke orang lain, daripada dihamburkan untuk hal yang tidak bermanfaat,” ujarnya.

Apalagi di malam pergantian tahun, akan lebih baik diisi dengan berzikir untuk meminta pertolongan ditahun yang baru. “Meminta keselamatan dan berzikir untuk dapat menjadi lebih baik lagi. Jangan diisi dengan hal yang tidak berguna,” tuturnya.

 

HARGA AYAM NAIK

Pasca Natal harga ayam di pasar tradisional mengalami kenaikan cukup drastis. Hal tersebut dikarenakan tingginya kebutuhan ayam. Selain itu, jelang Tahun Baru permintaan juga meningkat.

Akbar (25) seorang padagang ayam di Pasar Tenguyun mengungkapkan, meroketnya harga ayam sudah terjadi sejak 5 hari menjelang Natal. Menurutnya kenaikan tersebut dikarenakan terbatasnya stok daging ayam lokal. Sehingga mau tidak mau ia dan pedagang ayam lain harus menjual ayam dagangannya hingga 50 persen dari harga normal.

“Naiknya pas sebelum Natal. Karena stoknya kosong jadi yang kami jual sebelum natal ini dari persediaan yang kami simpan saja. Memang biasanya kalau mau hari besar pasti begitu. Mau tidak mau harganya kami naikkan,” ujarnya kepada Radar Tarakan, kemarin (27/12).

Diketahui, saat ini harga daging ayam di Pasar Tenguyun di kisaran Rp 65-70 ribu. Padahal, jika stok daging ayam normal harga hanya Rp 35-40 rupiah saja.

Sementara itu, Sofyan (29) seorang pedagang ayam di Gusher mengungkapkan, harga ayam lokal pada hari biasa Rp 35-40 ribu, kini mencapai Rp 55-60 ribu per kilonya. Selain itu para pedagang mengaku tidak menjualnya kepada pembeli yang bukan langganan. “Karena kalau kami jual sama orang juga yang langganan ini bisa tidak dapat. Karena kan langganan ini punya usaha warung makan,” tuturnya.

Baca Juga :  Abon Ikan Bandeng Pedas

Selain itu, terbatasnya stok daging ayam lokal membuat sebagian besar pedagang harus membeli ayam beku di supermarket untuk dijual kembali guna menjaga ketersediaan ayam di meja pasar. Pedagang mengaku tidak ada cara lain agar mereka dapat berjualan di tengah menipisnya stok daging ayam.

“Ini saja kami beli ayam dari STB, baru kami jual kembali. Karena kalau tidak begini meja kami kosong. Kami beli di STB ini harganya Rp 45 ribu terus kami jual dengan harga Rp 50 ribu,” bebernya.

Sementara itu, Risnawati (40) seorang pembeli mengaku sangat terbebani dengan naiknya harga ayam tersebut. Dengan naiknya harga daging ayam, dirinya membatasi konsumsi.

“Terbebani lah, kemarin harganya Rp 35 ribu, sekarang jadi Rp 60 ribu, sebagai warga kami berharap harga ayam ini bisa kembali dinormalkan. Karena daging ayam ini kan termasuk lauk pokok masyarakat sehari-hari,” tuturnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop-UKM) Tarakan Tajuddin Tuwo saat ditemui mengungkapkan, naiknya harga ayam menjelang dan sesudah hari besar merupakan hal yang wajar. Permintaan daging ayam mengalami peningkatan yang cukup besar tanpa diikuti dengan jumlah persediaan yang memadai. Sehingga hal tersebut menyebabkan naiknya harga komoditas.

“Wajarlah, kan sebelum Natal orang cari ayam memang banyak. Sementara stoknya di peternakan tidak ada penambahan. Akhirnya pasti terjadi kenaikan. Jangankan ayam, semua komoditi pun juga begitu. Itu sudah hukum permintaan-penawaran,” jelasnya.

Meski demikian, jauh hari sebelum terjadinya kenaikan ia mengaku telah mengadakan inspeksi bersama dinas terkait. Disdagkop-UMK telah memprediksi terjadinya kenaikan harga daging ayam. Walau begitu, ia menerangkan jika kenaikan tersebut hanya bersifat sementara. “Kami sudah melakukan sudah melakukan sidak satu minggu sebelum Natal memang saat itu harga sudah mulai naik. Tapi kami maklumi saja. Tapi kami juga punya HET (harga eceran tertinggi). Yang masalah kalau kenaikan harganya melampaui HET,” jelasnya.

Meski demikian, ia belum mengetahui jika kenaikan tersebut telah melampaui HET yang diketahui di atas Rp 45 ribu. Sehingga ia menerangkan jika pihaknya berencana kembali melakukan inspeksi.

“Belum tahu kalau harganya melebihi HET. Mungkin nanti kami akan sidak lagi. Kalau itu nanti saja, namanya sidak, masak harinya diinfokan. Kalau jadwal bocor itu bukan sidak,” tutupnya. (jnr/*/naa/*/zac/lim)

 

TARAKAN – Adanya Surat Edaran (SE) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Nomor: 045.4/1626/KESBANGPOL/GUB tentang Pergantian Tahun Baru Masehi di Provinsi Kaltara ditanggapi positif sebagian masyarakat Tarakan. Seperti diungkapkan warga Kelurahan Karang Balik, Sofie. Ia menilai SE Gubernur tersebut bertujuan agar masyarakat melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat pada malam pergantian tahun.

“Apa yang dilakukan Gubernur ini menurut saya sebagai gambaran untuk tidak merayakan malam pergantian tahun secara berlebih, mengingat tahun ini Indonesia banyak ditimpa bencana yang merenggut banyak korban jiwa,” tuturnya, kemarin (27/12).

Hal senada juga diungkapkan warga Kelurahan Selumit Pantai, Mardiah di mana dirinya berpendapat SE agar warga tidak terlalu larut dengan malam pergantian tahun. Tahun ini Indonesia mengalami musibah yang bertubi-tubi, hal tersebut tentunya menjadi renungan bersama. “Saya rasa hal ini tidak dilakukan di Kaltara saja, di Palu dan beberapa daerah lain juga melakukan hal serupa, ini merupakan bentuk solidaritas kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana alam tahun ini,” tuturnya.

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PMK) Tarakan, akan menindaklanjuti SE Gubernur tersebut dengan melakukan patroli pada malam pergantian tahun.

“Kami akan lakukan patroli bersama instansi terkait untuk memastikan pada malam pergantian tahun tidak ada kegiatan seperti yang dijelaskan dalam surat edaran,” tutur Kepala Bidang Ketentraman Umum dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Tarakan Waridi.

Dalam SE masyarakat diminta untuk tidak merayakan malam tahun baru dalam bentuk hiburan maupun menyalakan kembang api, petasan dan meniup terompet. Dalam SE tersebut juga meminta kepada pemilik dan pengelola tempat hiburan untuk tidak membuka kegiatan pada malam pergantian tahun.

“Surat edaran tersebut mengimbau kepada masyarakat untuk dapat mengisinya dengan kegiatan ibadah sesuai agamanya masing-masing, khusus agama Islam agar diisi dengan kegiatan salat magrib berjamaah, yasinan, zikir, istigasah dan salat Isya di masjid ataupun musala,” ujarnya.

Bila dalam patroli pada malam pergantian tahun ditemukan masyarakat melakukan hal-hal tidak diperkenankan dalam SE tersebut, pihaknya akan memberi teguran dan pembinaan.

“Bila ada yang menolak teguran dan pembinaan yang kami lakukan, akan kami tindak tegas, karena dianggap mengindahkan surat edaran tersebut, bisa juga kami kenakan Perda Nomor 13 Tahun 2012 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan Kota Tarakan,” jelasnya.

 

TAMAN BERLABUH DITUTUP

Menanggapi surat edaran ini, Wali Kota Tarakan, Sofian Raga mengatakan belajar dari tahun-tahun sebelumnya, untuk kepentingan keamanan, keselamatan maka perlu untuk mengajak masyarakat yang merayakan pergantian tahun dengan suasana yang nyaman dan menyenangkan.

Baca Juga :  Pelaku Usaha Harus Kreatif

Maka dengan itu, Sofian juga akan menutup Taman Berlabuh pada malam pergantian tahun karena berdekatan dengan dermaga minyak. “Satu saja alasannya, untuk keamanan. Jangan sampai nanti main kembang api dan petasan malah jadi bermasalah,” ujarnya.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya juga dilakukan penutupan dengan alasan yang sama. Sehingga jika masyarakat ingin bepergian dan merayakan pergantian tahun bisa dilakukan di Taman Berkampung yang lebih luas.

Termasuk juga dengan kegiatan-kegiatan lainnya yang semua itu harus mengedepankan keamanan, ketertiban, kenyamanan dan keselamatan. SE yang telah diberikan akan ditindaklanjuti.

Begitu juga dengan konvoi, karena mengganggu ketertiban. Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, juga menyangkut keselamatan orang lain. “Bagaimana nyamannya lah, pergantian tahun ini dengan kegiatan yang menyenangkan. Tetap dengan menjaga keamanan dan kenyamanan diri sendiri dan orang lain,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tarakan K.H. Zainuddin Dalila mengatakan, SE dikeluarkan menjadi imbauan bagi masyarakat untuk tidak melakukan hal yang kurang bermanfaat. “Lebih baik sedekah ke orang lain, daripada dihamburkan untuk hal yang tidak bermanfaat,” ujarnya.

Apalagi di malam pergantian tahun, akan lebih baik diisi dengan berzikir untuk meminta pertolongan ditahun yang baru. “Meminta keselamatan dan berzikir untuk dapat menjadi lebih baik lagi. Jangan diisi dengan hal yang tidak berguna,” tuturnya.

 

HARGA AYAM NAIK

Pasca Natal harga ayam di pasar tradisional mengalami kenaikan cukup drastis. Hal tersebut dikarenakan tingginya kebutuhan ayam. Selain itu, jelang Tahun Baru permintaan juga meningkat.

Akbar (25) seorang padagang ayam di Pasar Tenguyun mengungkapkan, meroketnya harga ayam sudah terjadi sejak 5 hari menjelang Natal. Menurutnya kenaikan tersebut dikarenakan terbatasnya stok daging ayam lokal. Sehingga mau tidak mau ia dan pedagang ayam lain harus menjual ayam dagangannya hingga 50 persen dari harga normal.

“Naiknya pas sebelum Natal. Karena stoknya kosong jadi yang kami jual sebelum natal ini dari persediaan yang kami simpan saja. Memang biasanya kalau mau hari besar pasti begitu. Mau tidak mau harganya kami naikkan,” ujarnya kepada Radar Tarakan, kemarin (27/12).

Diketahui, saat ini harga daging ayam di Pasar Tenguyun di kisaran Rp 65-70 ribu. Padahal, jika stok daging ayam normal harga hanya Rp 35-40 rupiah saja.

Sementara itu, Sofyan (29) seorang pedagang ayam di Gusher mengungkapkan, harga ayam lokal pada hari biasa Rp 35-40 ribu, kini mencapai Rp 55-60 ribu per kilonya. Selain itu para pedagang mengaku tidak menjualnya kepada pembeli yang bukan langganan. “Karena kalau kami jual sama orang juga yang langganan ini bisa tidak dapat. Karena kan langganan ini punya usaha warung makan,” tuturnya.

Baca Juga :  Berisiko Tinggi, Perlu Dikaji

Selain itu, terbatasnya stok daging ayam lokal membuat sebagian besar pedagang harus membeli ayam beku di supermarket untuk dijual kembali guna menjaga ketersediaan ayam di meja pasar. Pedagang mengaku tidak ada cara lain agar mereka dapat berjualan di tengah menipisnya stok daging ayam.

“Ini saja kami beli ayam dari STB, baru kami jual kembali. Karena kalau tidak begini meja kami kosong. Kami beli di STB ini harganya Rp 45 ribu terus kami jual dengan harga Rp 50 ribu,” bebernya.

Sementara itu, Risnawati (40) seorang pembeli mengaku sangat terbebani dengan naiknya harga ayam tersebut. Dengan naiknya harga daging ayam, dirinya membatasi konsumsi.

“Terbebani lah, kemarin harganya Rp 35 ribu, sekarang jadi Rp 60 ribu, sebagai warga kami berharap harga ayam ini bisa kembali dinormalkan. Karena daging ayam ini kan termasuk lauk pokok masyarakat sehari-hari,” tuturnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop-UKM) Tarakan Tajuddin Tuwo saat ditemui mengungkapkan, naiknya harga ayam menjelang dan sesudah hari besar merupakan hal yang wajar. Permintaan daging ayam mengalami peningkatan yang cukup besar tanpa diikuti dengan jumlah persediaan yang memadai. Sehingga hal tersebut menyebabkan naiknya harga komoditas.

“Wajarlah, kan sebelum Natal orang cari ayam memang banyak. Sementara stoknya di peternakan tidak ada penambahan. Akhirnya pasti terjadi kenaikan. Jangankan ayam, semua komoditi pun juga begitu. Itu sudah hukum permintaan-penawaran,” jelasnya.

Meski demikian, jauh hari sebelum terjadinya kenaikan ia mengaku telah mengadakan inspeksi bersama dinas terkait. Disdagkop-UMK telah memprediksi terjadinya kenaikan harga daging ayam. Walau begitu, ia menerangkan jika kenaikan tersebut hanya bersifat sementara. “Kami sudah melakukan sudah melakukan sidak satu minggu sebelum Natal memang saat itu harga sudah mulai naik. Tapi kami maklumi saja. Tapi kami juga punya HET (harga eceran tertinggi). Yang masalah kalau kenaikan harganya melampaui HET,” jelasnya.

Meski demikian, ia belum mengetahui jika kenaikan tersebut telah melampaui HET yang diketahui di atas Rp 45 ribu. Sehingga ia menerangkan jika pihaknya berencana kembali melakukan inspeksi.

“Belum tahu kalau harganya melebihi HET. Mungkin nanti kami akan sidak lagi. Kalau itu nanti saja, namanya sidak, masak harinya diinfokan. Kalau jadwal bocor itu bukan sidak,” tutupnya. (jnr/*/naa/*/zac/lim)

 

Most Read

Kasus DBD Meningkat Drastis

Peran dalam Keagamaan dan Sosial

Gerakan Pakai Masker Dideklarasikan

Artikel Terbaru

/