alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Ditutup, PSK Masih Bisa Bertahan

TARAKAN – Penutupan lokalisasi akhirnya dilakukan hari ini, setelah semua proses yang dilakukan bahkan sampai mencari dana untuk setiap eks wanita pekerja seksual (PSK).

Wali Kota Tarakan Ir. Sofian Raga mengatakan, penutupan lokalisasi akan dilakukan di dua tempat yakni Karang Agas dan Sungai Bengawan. Penutupan dilakukan lebih dulu. Pemulangan para PSK masih akan berproses. “Semua perlu waktu, tidak serta merta langsung dipulangkan. Tidak boleh ada kegiatan prostitusi di sana,” ungkapnya.

Diakuinya, secara resmi sudah disampaikan kepada pengelola dua lokalisasi. Dan hanya dilakukan penutupan tanpa dilakukan penyegelan, dan secara resmi penutupan akan dilakukan hari ini. Untuk pemulangan para PSK juga tidak dilakukan langsung. “Mereka masih bisa tinggal di sana, tidak bisa dilarang kan. Yang dilarang itu yakni aktivitas prostitusinya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Evaluasi Vaksinasi Covid-19 Tahap I di Kaltara, Cakupan Rendah, Bermasalah di Sistem

Bahkan jika para PSK ingin berusaha juga diperbolehkan, di luar kegiatan prostitusi. Sementara untuk tempat hiburan malam lainnya, tidak ditutup karena bentuknya lain dan berizin. Seperti hotel, tempat karaoke yang memiliki izin. “Itu tidak sama dengan dua tempat lokalisasi, hanya saja jika digunakan menjadi tempat prostitusi tentu tidak diperbolehkan. Berarti melanggar izinnya, dan tidak sesuai,” tuturnya.

Pemerintah Kota Tarakan juga akan mengambil langkah yang tegas dan harus sesuai dengan peraturan. Setelah penutupan juga akan melakukan pengawasan, dan jika ada yang nekat dianggap melanggar.

“Tetap akan diawasi, jangan sampai ada yang melanggar,” tegasnya.

 

Sementara itu, plt Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (PMK), Hanip mengatakan hari ini akan dilakukan pemasangan papan penutupan tempat lokalisasi yang akan dilakukan secara resmi oleh Wali Kota Tarakan. Penutupan lokalisasi ini memang telah sesuai dengan instruksi dari Gubernur Kaltara.

Baca Juga :  Kurban Kambing Meningkat, Sapi Menurun

Paska penutupan, pihaknya juga tetap akan mengawal hal ini, dan jika terdapat lagi kegiatan prostitusi maka akan langsung ditindak sesuai aturan yang berlaku. Dan nantinya bisa sampai diserahkan kepada pengadilan.

“Nantinya akan ada yang menjaga setiap waktu, juga akan dibantu dari kepolisian setempat. Mudah-mudahan mereka ini bisa secepatnya dipulangkan, yang pasti tidak ada penawaran lagi. Hari ini sudah akan ditutup,” jelasnya. (*/naa/lim)

 

TARAKAN – Penutupan lokalisasi akhirnya dilakukan hari ini, setelah semua proses yang dilakukan bahkan sampai mencari dana untuk setiap eks wanita pekerja seksual (PSK).

Wali Kota Tarakan Ir. Sofian Raga mengatakan, penutupan lokalisasi akan dilakukan di dua tempat yakni Karang Agas dan Sungai Bengawan. Penutupan dilakukan lebih dulu. Pemulangan para PSK masih akan berproses. “Semua perlu waktu, tidak serta merta langsung dipulangkan. Tidak boleh ada kegiatan prostitusi di sana,” ungkapnya.

Diakuinya, secara resmi sudah disampaikan kepada pengelola dua lokalisasi. Dan hanya dilakukan penutupan tanpa dilakukan penyegelan, dan secara resmi penutupan akan dilakukan hari ini. Untuk pemulangan para PSK juga tidak dilakukan langsung. “Mereka masih bisa tinggal di sana, tidak bisa dilarang kan. Yang dilarang itu yakni aktivitas prostitusinya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jalan Diswadaya Warga Kembali Rusak

Bahkan jika para PSK ingin berusaha juga diperbolehkan, di luar kegiatan prostitusi. Sementara untuk tempat hiburan malam lainnya, tidak ditutup karena bentuknya lain dan berizin. Seperti hotel, tempat karaoke yang memiliki izin. “Itu tidak sama dengan dua tempat lokalisasi, hanya saja jika digunakan menjadi tempat prostitusi tentu tidak diperbolehkan. Berarti melanggar izinnya, dan tidak sesuai,” tuturnya.

Pemerintah Kota Tarakan juga akan mengambil langkah yang tegas dan harus sesuai dengan peraturan. Setelah penutupan juga akan melakukan pengawasan, dan jika ada yang nekat dianggap melanggar.

“Tetap akan diawasi, jangan sampai ada yang melanggar,” tegasnya.

 

Sementara itu, plt Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (PMK), Hanip mengatakan hari ini akan dilakukan pemasangan papan penutupan tempat lokalisasi yang akan dilakukan secara resmi oleh Wali Kota Tarakan. Penutupan lokalisasi ini memang telah sesuai dengan instruksi dari Gubernur Kaltara.

Baca Juga :  Evaluasi Vaksinasi Covid-19 Tahap I di Kaltara, Cakupan Rendah, Bermasalah di Sistem

Paska penutupan, pihaknya juga tetap akan mengawal hal ini, dan jika terdapat lagi kegiatan prostitusi maka akan langsung ditindak sesuai aturan yang berlaku. Dan nantinya bisa sampai diserahkan kepada pengadilan.

“Nantinya akan ada yang menjaga setiap waktu, juga akan dibantu dari kepolisian setempat. Mudah-mudahan mereka ini bisa secepatnya dipulangkan, yang pasti tidak ada penawaran lagi. Hari ini sudah akan ditutup,” jelasnya. (*/naa/lim)

 

Most Read

Pedagang Pasar Induk Akan Diseleksi

Data Pemilih Akan Berubah

Jalan Berlumpur Tak Kunjung Dilirik

Artikel Terbaru

/