alexametrics
27.7 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Bahaya Penyakit Menular dari Terompet

TARAKAN – Ada ragam kegiatan yang biasa dilakukan menjelang pelaksanaan tahun baru, seperti pelaksanaan masak memasak, bakar membakar, serta meniup terompet. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Tuhan karena diberi kesempatan masuk di tahun yang baru. Namun ada beragam penyakit yang ditimbulkan melalui tiupan terompet.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan, Subono mengatakan bahwa penyakit yang dapat muncul saat membeli terompet yang terkontaminasi virus ialah tuberculosis (TB), flu, batuk dan penyakit menular lainnya. Untuk itu, setiap masyarakat diimbau agar tidak membeli terompet di sembarang tempat.

Walaupun harus membeli terompet, masyarakat diimbau agar membeli terompet yang masih disegel atau dibungkus dan tidak ditiup secara bergantian. Apalagi jika membeli terompet, biasanya para pelanggan mencoba dengan meniup terompet dan menyisakan cairan pernapasan maupun liur.

Baca Juga :  Besok, Danyonmarhanlan XIII Masih Open House

Untuk diketahui, penyakit TB secara nasional di Indonesia terbilang tinggi, sebab Indonesia sudah berada di urutan kedua dengan penyakit TB terbanyak di dunia setelah India. Sehingga hal ini perlu diwaspadai oleh masyarakat Kalimantan Utara, khususnya Tarakan. “Pengobatan TB itu harus rutin, karena ada obat yang harus dimakan secara rutin,” ujarnya.

Jika ada masyarakat yang menderita TB, pelayanan kesehatan saat ini menjamin setiap masyarakat di Tarakan untuk mengikuti program gratis khusus penyakit TB. Namun yang menjadi permasalahan ialah masyarakat Kota Tarakan yang tidak meminum obat sampai tuntas dikarenakan proses penyembuhan TB yang cukup lama. “Kalau yang TB normal itu 6 bulan, tapi kalau sudah resisten obat itu lebih lama lagi dan di Tarakan kasusnya sudah ada,” jelasnya.

Baca Juga :  Sempat Ditemukan Indikasi Surat Antigen Palsu

Subono mengungkapkan bahwa secara umum di Kaltara terdapat beberapa penyakit tidak menular yang masuk ditingkat nasional seperti jantung dan ginjal. Untuk itu, Subono mengimbau agar setiap masyarakat Kota Tarakan tak hanya mencegah terjadinya penyakit menular, namun juga mencegah terjadinya penyakit tidak menular yang juga dapat membahayakan bahkan sampai mematikan setiap manusia. (*/shy/eza)

TARAKAN – Ada ragam kegiatan yang biasa dilakukan menjelang pelaksanaan tahun baru, seperti pelaksanaan masak memasak, bakar membakar, serta meniup terompet. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Tuhan karena diberi kesempatan masuk di tahun yang baru. Namun ada beragam penyakit yang ditimbulkan melalui tiupan terompet.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan, Subono mengatakan bahwa penyakit yang dapat muncul saat membeli terompet yang terkontaminasi virus ialah tuberculosis (TB), flu, batuk dan penyakit menular lainnya. Untuk itu, setiap masyarakat diimbau agar tidak membeli terompet di sembarang tempat.

Walaupun harus membeli terompet, masyarakat diimbau agar membeli terompet yang masih disegel atau dibungkus dan tidak ditiup secara bergantian. Apalagi jika membeli terompet, biasanya para pelanggan mencoba dengan meniup terompet dan menyisakan cairan pernapasan maupun liur.

Baca Juga :  Sempat Ditemukan Indikasi Surat Antigen Palsu

Untuk diketahui, penyakit TB secara nasional di Indonesia terbilang tinggi, sebab Indonesia sudah berada di urutan kedua dengan penyakit TB terbanyak di dunia setelah India. Sehingga hal ini perlu diwaspadai oleh masyarakat Kalimantan Utara, khususnya Tarakan. “Pengobatan TB itu harus rutin, karena ada obat yang harus dimakan secara rutin,” ujarnya.

Jika ada masyarakat yang menderita TB, pelayanan kesehatan saat ini menjamin setiap masyarakat di Tarakan untuk mengikuti program gratis khusus penyakit TB. Namun yang menjadi permasalahan ialah masyarakat Kota Tarakan yang tidak meminum obat sampai tuntas dikarenakan proses penyembuhan TB yang cukup lama. “Kalau yang TB normal itu 6 bulan, tapi kalau sudah resisten obat itu lebih lama lagi dan di Tarakan kasusnya sudah ada,” jelasnya.

Baca Juga :  Besok, Danyonmarhanlan XIII Masih Open House

Subono mengungkapkan bahwa secara umum di Kaltara terdapat beberapa penyakit tidak menular yang masuk ditingkat nasional seperti jantung dan ginjal. Untuk itu, Subono mengimbau agar setiap masyarakat Kota Tarakan tak hanya mencegah terjadinya penyakit menular, namun juga mencegah terjadinya penyakit tidak menular yang juga dapat membahayakan bahkan sampai mematikan setiap manusia. (*/shy/eza)

Most Read

Artikel Terbaru

/