alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Aliran Air Tertahan Hingga Meluap

TARAKAN – Berbicara mengenai aspirasi warga di RT 67 Kelurahan Karang Anyar, banyak yang dinilai perlu dibenahi. Termasuk pembenahan drainase.

Ketua RT setempat, Rizalil Hadi mengatakan, drainase di bagian dalam Gang Bersama Utama kapasitasnya kecil. Sementara bagian ujungnya bertemu dengan sungai Karang Anyar lebih lebar. Alhasil air di drainase pun tertahan dan meluap ke badan jalan.

Ketika hujan deras, daerah tersebut selalu dilanda banjir. Bahkan luapan air memasuki rumah warga yang posisinya rendah. “Parit kecil ketemu sungai yang alirannya dari Pasir Putih, jadi airnya tertahan dan tidak mengalir. Akhirnya meluap,” katanya kepada Radar Tarakan.

Jika hujan deras, warga setempat pun merasa waswas. Sebab genangan air cukup meresahkan warga. Maklum lebar parit hanya 1,5 meter. Setidaknya perlu dilebarkan menjadi 2,5 meter agar dapat menampung debit air. Apalagi permukiman penduduk semakin padat.

Baca Juga :  Dua Hari, 17 Tambahan Kasus

“Pintu keluarnya terlalu kecil. Jadi pernah diusulkan supaya dibuatkan siring ke kanan agar aliran air tidak tertahan,” lanjutnya.

Permasalahan ini pun sudah disampaikannya dan diusulkan perbaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di awal 2018. Namun belum direalisasikan. Kondisi inipun menyisakan kekecewaan bagi para Ketua RT. “Kami sudah mengusulkan tapi tidak pernah ada realisasinya, tidak tahu apa penyebabnya. Makanya tidak semangat kami ikut musrenbang,” bebernya.

Dengan demikian ia pun berharap apa yang menjadi aspirasi masyarakat dapat didengar dan direalisasikan. Sehingga tak sekadar wacana pembangunan, tetapi dapat dirasakan dan dinikmati masyarakat.

“Harapannya seperti pada umumnya, kerusakan bisa diperbaiki dan keluhan kami didengarkan,” ungkapnya. (*/one/ash)

Baca Juga :  Hukuman Mati Kembali Menanti

TARAKAN – Berbicara mengenai aspirasi warga di RT 67 Kelurahan Karang Anyar, banyak yang dinilai perlu dibenahi. Termasuk pembenahan drainase.

Ketua RT setempat, Rizalil Hadi mengatakan, drainase di bagian dalam Gang Bersama Utama kapasitasnya kecil. Sementara bagian ujungnya bertemu dengan sungai Karang Anyar lebih lebar. Alhasil air di drainase pun tertahan dan meluap ke badan jalan.

Ketika hujan deras, daerah tersebut selalu dilanda banjir. Bahkan luapan air memasuki rumah warga yang posisinya rendah. “Parit kecil ketemu sungai yang alirannya dari Pasir Putih, jadi airnya tertahan dan tidak mengalir. Akhirnya meluap,” katanya kepada Radar Tarakan.

Jika hujan deras, warga setempat pun merasa waswas. Sebab genangan air cukup meresahkan warga. Maklum lebar parit hanya 1,5 meter. Setidaknya perlu dilebarkan menjadi 2,5 meter agar dapat menampung debit air. Apalagi permukiman penduduk semakin padat.

Baca Juga :  Di Tarakan Covid-19 Menjadi 34 Kasus

“Pintu keluarnya terlalu kecil. Jadi pernah diusulkan supaya dibuatkan siring ke kanan agar aliran air tidak tertahan,” lanjutnya.

Permasalahan ini pun sudah disampaikannya dan diusulkan perbaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di awal 2018. Namun belum direalisasikan. Kondisi inipun menyisakan kekecewaan bagi para Ketua RT. “Kami sudah mengusulkan tapi tidak pernah ada realisasinya, tidak tahu apa penyebabnya. Makanya tidak semangat kami ikut musrenbang,” bebernya.

Dengan demikian ia pun berharap apa yang menjadi aspirasi masyarakat dapat didengar dan direalisasikan. Sehingga tak sekadar wacana pembangunan, tetapi dapat dirasakan dan dinikmati masyarakat.

“Harapannya seperti pada umumnya, kerusakan bisa diperbaiki dan keluhan kami didengarkan,” ungkapnya. (*/one/ash)

Baca Juga :  Bertahan di Kampus Selama Tiga Hari, Dilema Lanjutkan Kuliah

Most Read

Artikel Terbaru

/