alexametrics
29.7 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

Data Stunting Kaltara Baru Masuk 30 Persen

TARAKAN- Penginputan data stunting di Kalimantan Utara saat ini baru mencapai angka 30 persen.

Karena itu, Pemprov Kaltara belumm bisa memastikan perkembangan kasus stunting di Bumi Benuanta.

Kasi Kesehatan Keluarga (Kesga) dan Gizi Dinas Kesehatan Kalimantan Utara, Dadang Hermanto menjelaskan, terdapat dua sumber data stunting yakni berasal dari aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) dan survei nasional.

“Kalau e-PPGBM itu belum maksimal, jadi kemungkinan data prevalensi stunting bisa lebih tinggi atau lebih rendah,” ungkap Dadang.

Permasalahannya, lanjut Dadang, data stunting ini seharusnya telah terinput 100 persen ke dalam aplikasi e-PPGBM, namun saat ini data stunting tersebut belum masuk secara keseluruhan, dan diperkirakan baru mencapai angka 30 hingga 40 persen.

Baca Juga :  Ledakan Kasus Covid-19 di Tarakan Tak Terbendung

“Misalnya ada data beberapa ribu harusnya masuk semua ke aplikasi baru kami dapat melihat berapa persen angkanya. Jadi masih banyak data yang belum masuk,” jelasnya.(*)






Reporter: Yedidah Pakondo

TARAKAN- Penginputan data stunting di Kalimantan Utara saat ini baru mencapai angka 30 persen.

Karena itu, Pemprov Kaltara belumm bisa memastikan perkembangan kasus stunting di Bumi Benuanta.

Kasi Kesehatan Keluarga (Kesga) dan Gizi Dinas Kesehatan Kalimantan Utara, Dadang Hermanto menjelaskan, terdapat dua sumber data stunting yakni berasal dari aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) dan survei nasional.

“Kalau e-PPGBM itu belum maksimal, jadi kemungkinan data prevalensi stunting bisa lebih tinggi atau lebih rendah,” ungkap Dadang.

Permasalahannya, lanjut Dadang, data stunting ini seharusnya telah terinput 100 persen ke dalam aplikasi e-PPGBM, namun saat ini data stunting tersebut belum masuk secara keseluruhan, dan diperkirakan baru mencapai angka 30 hingga 40 persen.

Baca Juga :  Laka Lantas Anak di Bawah Umur Meningkat

“Misalnya ada data beberapa ribu harusnya masuk semua ke aplikasi baru kami dapat melihat berapa persen angkanya. Jadi masih banyak data yang belum masuk,” jelasnya.(*)






Reporter: Yedidah Pakondo

Most Read

Artikel Terbaru

/