alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Merasa Tidak Pernah Meresahkan Warga, Ini Pembelaan Terduga Lesbian

TARAKAN – Adanya fenomena kehadiran kelompok Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) di Tanjung Pasir Kelurahan Mamburungan membuat masyarakat setempat geram dan sempat mengancam akan mengusir LGBT di Mamburungan lantaran dianggap meresahkan.

Saat dikonfirmasi, JM salah satu terduga LGBT (lesbian) di Tanjung Pasir mengaku selama 7 tahun tinggal di Tanjung pasir ia dan beberapa teman sesama jenisnya merasa tidak pernah meresahkan masyarakat.

Ia beralasan kehadirannya di Tanjung Pasir hanya untuk mencari nafkah di salah satu perusahaan yang berada di lokasi tersebut.

“Saya pribadi hampir 7 tahun di sini tidak pernah melakukan seperti itu. Saya tinggal bersama sepupu. Cuma memang penampilanku begini, aku merasa senang berpenampilan seperti laki-laki. Kalau kami mau direhabilitasi kami tidak keberatan,”ujarnya, Selasa (28/6/2022).

Baca Juga :  Tiba di Palembang, Kontingen Kaltara Didampingi Tiga Dokter

“Kami sadar sesama jenis tidak dibenarkan dalam agama mana pun, saya pun juga mendukung itu. Tapi penampilan kan tidak selamanya menunjukan apa yang kita lihat. Barangkali hanya penampilannya saja, tapi ada yang bergaya perempuan tulen juga lesbi,”sambungnya.

Ia mengakui, sebagai manusia biasa ia sulit mengalahkan naluri kelesbiannya saat melihat wanita. Namun ia menegaskan selama ini tidak pernah merusak rumah tangga orang lain atau pun menggoda wanita yang sudah bersuami.

“Kalau yang tinggal di sini sekitar 10 orang. Kalau yang dari luar kurang tahu berapa. Kami yang kerja di perusahaan ini hidup normal saja tidak pernah menganggu siapa pun apalagi sampai membuat resah. Mungkin ada yang dituduhkan warga itu bukan dari (perbuatan) kami, tapi dari tomboy yang datang main ke sini,”tukasnya. (*).

Baca Juga :  Begini Penampakan Mobil Senilai Rp 2 Miliar Milik HSB yang Disita Polda Kaltara





Reporter: Agus Dian Zakaria

TARAKAN – Adanya fenomena kehadiran kelompok Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) di Tanjung Pasir Kelurahan Mamburungan membuat masyarakat setempat geram dan sempat mengancam akan mengusir LGBT di Mamburungan lantaran dianggap meresahkan.

Saat dikonfirmasi, JM salah satu terduga LGBT (lesbian) di Tanjung Pasir mengaku selama 7 tahun tinggal di Tanjung pasir ia dan beberapa teman sesama jenisnya merasa tidak pernah meresahkan masyarakat.

Ia beralasan kehadirannya di Tanjung Pasir hanya untuk mencari nafkah di salah satu perusahaan yang berada di lokasi tersebut.

“Saya pribadi hampir 7 tahun di sini tidak pernah melakukan seperti itu. Saya tinggal bersama sepupu. Cuma memang penampilanku begini, aku merasa senang berpenampilan seperti laki-laki. Kalau kami mau direhabilitasi kami tidak keberatan,”ujarnya, Selasa (28/6/2022).

Baca Juga :  Tiba di Palembang, Kontingen Kaltara Didampingi Tiga Dokter

“Kami sadar sesama jenis tidak dibenarkan dalam agama mana pun, saya pun juga mendukung itu. Tapi penampilan kan tidak selamanya menunjukan apa yang kita lihat. Barangkali hanya penampilannya saja, tapi ada yang bergaya perempuan tulen juga lesbi,”sambungnya.

Ia mengakui, sebagai manusia biasa ia sulit mengalahkan naluri kelesbiannya saat melihat wanita. Namun ia menegaskan selama ini tidak pernah merusak rumah tangga orang lain atau pun menggoda wanita yang sudah bersuami.

“Kalau yang tinggal di sini sekitar 10 orang. Kalau yang dari luar kurang tahu berapa. Kami yang kerja di perusahaan ini hidup normal saja tidak pernah menganggu siapa pun apalagi sampai membuat resah. Mungkin ada yang dituduhkan warga itu bukan dari (perbuatan) kami, tapi dari tomboy yang datang main ke sini,”tukasnya. (*).

Baca Juga :  Setelah Lokalisasi, Bidik Praktik Terselubung





Reporter: Agus Dian Zakaria

Most Read

Artikel Terbaru

/