alexametrics
25.7 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

Tunjukan Toleransi di Hari Raya Galungan

TARAKAN – Dalam menyambut pelaksanaan hari raya Galungan di Bumi Paguntaka, Umat Hindu Kota Tarakan menggelar ibadah bersama yang dilaksanakan pada Rabu (26/12) malam kemarin.

Dewan Penasihat Agama Hindu Kota Tarakan, I Ketut Winarta mengatakan, hari raya Galungan merupakan hari raya rainan jagat yang dirayakan setiap 210 hari sekali dengan menggunakan kalender Bali dan jatuh tepat pada Rabu Kliwon kemarin.

Dalam pelaksanaan hari raya Galungan ini, Umat Hindu menyembah yang kuasa berharap agar mendapat karunia dari Tuhan. Ketut menyatakan bahwa pada dasarnya makna hari raya Galungan ini memiliki makna kemenangan dari Dharma melawan Adharma, yakni kebenaran melawan kekacauan.

“Kebenaran ini terletak pada pikiran kami masing-masing kemudian melawan kekacauan yang ada di dalam pikiran,” ujarnya.

Nah, bertepatan dengan hari kedua hari raya umat Kristiani, pihaknya tetap menunjukkan sikap saling toleransi. Sebab setiap agama memiliki ritual keagamaannya masing-masing, sehingga pihaknya tetap saling menghargai.

Baca Juga :  Ekonomi Diprediksi Membaik setelah Vaksinasi

Lanjut, 10 hari kemudian Umat Hindu akan melaksanakan hari raya Kuningan. Pada hari tersebut, akan dilakukan ritual persembayangan kepada para leluhur yang hendak diantarkan ke alam swargaloka. “Nanti jatuhnya ada hari Sabtu Kliwon. Kami akan melakukan upacara yang sama tapi siang hari,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Pinandita Kalimantan Utara, Pinandita I Nyoman Simpen menambahkan bahwa di wilayah Kalimantan Utara ini, dirinya merasa sedih sebab Hindu sedang merayakan Galungan. Sementara umat Kristiani merayakan Natal hari kedua dan melaksanakan acara kegiatan yang dihadiri Menteri dan anggota Komisi 8 DPR. “Inilah salah satu di antaranya, hari raya Galungan populer di Bali,” ucapnya.

Pada dasarnya pelaksanaan hari raya Galungan dilakukan pada pagi hari, namun di Kota Tarakan lebih toleransi kepada umat Hindu dan pekerjaannya, sehingga hal tersebut menjadi kendala pelaksanaan pagi hari. “Mudah-mudahan ke depannya pemerintah dapat melihat kami minoritas,” bebernya.

Baca Juga :  Penyidik Serahkan Dua HP dan Satu Komputer

Wakil Ketua Pengurus Lembaga Hindu Kaltara, I Wayan Suaba menambahkan bahwa dalam menyambut perayaan Tahun Baru 2019, pihaknya selalu mengajak umat Hindu untuk melakukan persembayangan di pura dan menyambut tahun baru bersama.

Dalam menyambut tahun politik ini, Wayan menyatakan bahwa umat yang bijak dipastikan memilih wakil rakyat dengan bijak dan mengerti karakter pimpinan dengan baik. “Kami tidak mengarahkan umat Hindu untuk memilih salah satu kandidat, tapi jadilah pemilih yang pintar,” ucapnya.

Wayan menyatakan bahwa pihaknya selalu mengikuti arus pemerintah, begitu pula dengan menjalin hubungan dengan agama lainnya selalu terjalin rukun. (*/shy/eza)

 

TARAKAN – Dalam menyambut pelaksanaan hari raya Galungan di Bumi Paguntaka, Umat Hindu Kota Tarakan menggelar ibadah bersama yang dilaksanakan pada Rabu (26/12) malam kemarin.

Dewan Penasihat Agama Hindu Kota Tarakan, I Ketut Winarta mengatakan, hari raya Galungan merupakan hari raya rainan jagat yang dirayakan setiap 210 hari sekali dengan menggunakan kalender Bali dan jatuh tepat pada Rabu Kliwon kemarin.

Dalam pelaksanaan hari raya Galungan ini, Umat Hindu menyembah yang kuasa berharap agar mendapat karunia dari Tuhan. Ketut menyatakan bahwa pada dasarnya makna hari raya Galungan ini memiliki makna kemenangan dari Dharma melawan Adharma, yakni kebenaran melawan kekacauan.

“Kebenaran ini terletak pada pikiran kami masing-masing kemudian melawan kekacauan yang ada di dalam pikiran,” ujarnya.

Nah, bertepatan dengan hari kedua hari raya umat Kristiani, pihaknya tetap menunjukkan sikap saling toleransi. Sebab setiap agama memiliki ritual keagamaannya masing-masing, sehingga pihaknya tetap saling menghargai.

Baca Juga :  Hari Keenam Sisir Hutan Bakau

Lanjut, 10 hari kemudian Umat Hindu akan melaksanakan hari raya Kuningan. Pada hari tersebut, akan dilakukan ritual persembayangan kepada para leluhur yang hendak diantarkan ke alam swargaloka. “Nanti jatuhnya ada hari Sabtu Kliwon. Kami akan melakukan upacara yang sama tapi siang hari,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Pinandita Kalimantan Utara, Pinandita I Nyoman Simpen menambahkan bahwa di wilayah Kalimantan Utara ini, dirinya merasa sedih sebab Hindu sedang merayakan Galungan. Sementara umat Kristiani merayakan Natal hari kedua dan melaksanakan acara kegiatan yang dihadiri Menteri dan anggota Komisi 8 DPR. “Inilah salah satu di antaranya, hari raya Galungan populer di Bali,” ucapnya.

Pada dasarnya pelaksanaan hari raya Galungan dilakukan pada pagi hari, namun di Kota Tarakan lebih toleransi kepada umat Hindu dan pekerjaannya, sehingga hal tersebut menjadi kendala pelaksanaan pagi hari. “Mudah-mudahan ke depannya pemerintah dapat melihat kami minoritas,” bebernya.

Baca Juga :  Minim Pembangunan Drainase

Wakil Ketua Pengurus Lembaga Hindu Kaltara, I Wayan Suaba menambahkan bahwa dalam menyambut perayaan Tahun Baru 2019, pihaknya selalu mengajak umat Hindu untuk melakukan persembayangan di pura dan menyambut tahun baru bersama.

Dalam menyambut tahun politik ini, Wayan menyatakan bahwa umat yang bijak dipastikan memilih wakil rakyat dengan bijak dan mengerti karakter pimpinan dengan baik. “Kami tidak mengarahkan umat Hindu untuk memilih salah satu kandidat, tapi jadilah pemilih yang pintar,” ucapnya.

Wayan menyatakan bahwa pihaknya selalu mengikuti arus pemerintah, begitu pula dengan menjalin hubungan dengan agama lainnya selalu terjalin rukun. (*/shy/eza)

 

Most Read

PMI Butuh Jaminan Kesehatan

Resep Bolu Kukus

Pindah Partai, Siap-Siap PAW

Artikel Terbaru

/