alexametrics
29.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Semenisasi Hancur, Muncul Besi di Badan Jalan

TARAKAN – Setiap hari dilewati, kerusakan jalan pun selalu menjadi sorotan warga setempat. Apalagi konstruksi besinya muncul di permukaan badan jalan yang dapat membahayakan pengguna jalan. Khususnya di RT 4, Kelurahan Lingkas ujung.

Beberapa titik jalan lingkungan di Gang RT II, RT 4 ini semenisasinya hancur. Padahal, jalan ini baru disemenisasi sekitar 2015 lalu. Namun ketahanan konstruksinya sudah rusak dan hancur. Maklum, jalan yang memiliki lebar empat meter ini, sebelumnya sering dilewati kendaraan berat seperti truk. “Waktu ada timbunan kan banyak truk keluar masuk. Apalagi hanya disemenisasi, jadi mungkin mempercepat kerusakan,” kata Nurhayati selaku Ketua RT 4.

Meski sudah mengajukan perbaikan jalan melalui program tahunan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrenbang), item yang diusulkan tak kunjung direalisasikan. Jika melihat kondisi keuangan pemerintah kota, ia pun memaklumi dan tak berharap banyak. “Kami usulkan sekalian diaspal. Tapi kalau memang bisa dikerjakan, Alhamdulillah. Tapi kalau tidak, kami menunggu lagi,” lanjutnya.

Baca Juga :  Gandeng Media, Deklarasikan Anti Hoax

Sebagian wilayahnya termasuk daerah pesisir, dari rumah ke rumah warga pun dihubungkan melalui jembatan. Jembatan sekaligus jalan bagi warga RT 4 ini, beberapa titik jembatan yang masih bertiang kayu ulin ini perlahan-lahan mulai miring.

Mengingat menjadi akses vital warga setempat, sehingga perlu ditangani dengan serius. Belum lagi lebarnya hanya sekitar 1,5 meter. “Kami usulkan yang kecil saja tidak terealisasi, bagaimana dengan usulan pembangunan yang mungkin butuh anggaran besar. Tapi semogalah yang diusulkan bisa direalisasikan pemerintah,” harapnya. (*/one/ash)

 

TARAKAN – Setiap hari dilewati, kerusakan jalan pun selalu menjadi sorotan warga setempat. Apalagi konstruksi besinya muncul di permukaan badan jalan yang dapat membahayakan pengguna jalan. Khususnya di RT 4, Kelurahan Lingkas ujung.

Beberapa titik jalan lingkungan di Gang RT II, RT 4 ini semenisasinya hancur. Padahal, jalan ini baru disemenisasi sekitar 2015 lalu. Namun ketahanan konstruksinya sudah rusak dan hancur. Maklum, jalan yang memiliki lebar empat meter ini, sebelumnya sering dilewati kendaraan berat seperti truk. “Waktu ada timbunan kan banyak truk keluar masuk. Apalagi hanya disemenisasi, jadi mungkin mempercepat kerusakan,” kata Nurhayati selaku Ketua RT 4.

Meski sudah mengajukan perbaikan jalan melalui program tahunan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrenbang), item yang diusulkan tak kunjung direalisasikan. Jika melihat kondisi keuangan pemerintah kota, ia pun memaklumi dan tak berharap banyak. “Kami usulkan sekalian diaspal. Tapi kalau memang bisa dikerjakan, Alhamdulillah. Tapi kalau tidak, kami menunggu lagi,” lanjutnya.

Baca Juga :  Bukan Illegal Logging, tapi Fokus Narkoba

Sebagian wilayahnya termasuk daerah pesisir, dari rumah ke rumah warga pun dihubungkan melalui jembatan. Jembatan sekaligus jalan bagi warga RT 4 ini, beberapa titik jembatan yang masih bertiang kayu ulin ini perlahan-lahan mulai miring.

Mengingat menjadi akses vital warga setempat, sehingga perlu ditangani dengan serius. Belum lagi lebarnya hanya sekitar 1,5 meter. “Kami usulkan yang kecil saja tidak terealisasi, bagaimana dengan usulan pembangunan yang mungkin butuh anggaran besar. Tapi semogalah yang diusulkan bisa direalisasikan pemerintah,” harapnya. (*/one/ash)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/