alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Pompa Rusak, Air PDAM ‘Macet’ Lagi

TARAKAN – Pemadaman air kembali dikeluhkan masyarakat Bumi Paguntaka, di mana diperkirakan sudah hampir seminggu terjadi pemadaman air yang dilakukan oleh PDAM Tirta Alam.

Adanya pemadaman air diungkapkan seorang warga Kelurahan Lingkas Ujung, Hariyani, dirinya sudah beberapa pekan merasakan air tidak mengalir lancar di rumahnya. “Airnya kadang nyala, kadang tidak nyala, hal ini tentunya menyulitkan kita yang sehari-harinya untuk melakukan kegiatan mandi, cuci, dan kakus yang sangat bergantung pada air PDAM,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan warga Kelurahan Karang Anyar Pantai, Herman yang terpaksa membeli air untuk untuk dapat melakukan kegiatan MCK di rumahnya. “Iya, kadang nyala, kadang mati, ini saja harus beli air lagi biar bisa mandi,” ujarnya.

Baca Juga :  Sabu di Dubur Pakai Lotion

Dirinya mendapatkan informasi adanya pemadaman air kali ini disebabkan adanya kerusakan alat untuk mendistribusikan air PDAM. “Kemarin sempat komplain, katanya memang ada kerusakan jadi pelayanan terganggu,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Dirut PDAM Tirta Alam, Said Usman Assegaf mengatakan, bahwa penyebab pemadaman air yang terjadi kurang lebih dua pekan terakhir, disebabkan adanya kerusakan pada salah satu pompa pendistribusian air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Persemaian.

“Di IPA Persemaian ada dua pompa pendistribusian air, salah satunya mengalami kerusakan. Sehingga untuk pelayanan hanya bisa digunakan satu pompa saja. Satu pompa ini tidak bisa menjangkau seluruh wilayah, sehingga dilakukan pemadaman bergilir,” ungkapnya, Rabu (26/12).

Saat ini pihaknya berusaha memperbaiki pompa pendistribusian yang rusak, namun terkendala pada alatnya yang tidak ada di Indonesia. Sehingga harus memesan ke pabriknya yang ada di Polandia. “Butuh waktu lima bulan untuk alat yang dari Polandia ini bisa tiba di Tarakan, sehingga kami berharap masyarakat dapat memahami kondisi saat ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemanfaatan Transfer Depo Belum Maksimal

Dirinya menjelaskan bahwa adanya kerusakan pada alat-alat yang digunakan untuk mendistribusikan air ke masyarkat, menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi PDAM Tirta Alam.

“Selain air baku, kendala lainnya alat kita yang mengalami kerusakan dan untuk memperbaikinya juga butuh waktu, karena barang-barang ini semuanya buatan luar negeri yang bila ada kerusakan serius, harus memesan lagi barangnya dari luar negeri,” pungkasnya. (jnr/eza)

 

TARAKAN – Pemadaman air kembali dikeluhkan masyarakat Bumi Paguntaka, di mana diperkirakan sudah hampir seminggu terjadi pemadaman air yang dilakukan oleh PDAM Tirta Alam.

Adanya pemadaman air diungkapkan seorang warga Kelurahan Lingkas Ujung, Hariyani, dirinya sudah beberapa pekan merasakan air tidak mengalir lancar di rumahnya. “Airnya kadang nyala, kadang tidak nyala, hal ini tentunya menyulitkan kita yang sehari-harinya untuk melakukan kegiatan mandi, cuci, dan kakus yang sangat bergantung pada air PDAM,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan warga Kelurahan Karang Anyar Pantai, Herman yang terpaksa membeli air untuk untuk dapat melakukan kegiatan MCK di rumahnya. “Iya, kadang nyala, kadang mati, ini saja harus beli air lagi biar bisa mandi,” ujarnya.

Baca Juga :  Bukan Main, Mantan Kepala SDN 052 Tarakan Tilap Dana Rp 700-an Juta

Dirinya mendapatkan informasi adanya pemadaman air kali ini disebabkan adanya kerusakan alat untuk mendistribusikan air PDAM. “Kemarin sempat komplain, katanya memang ada kerusakan jadi pelayanan terganggu,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Dirut PDAM Tirta Alam, Said Usman Assegaf mengatakan, bahwa penyebab pemadaman air yang terjadi kurang lebih dua pekan terakhir, disebabkan adanya kerusakan pada salah satu pompa pendistribusian air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Persemaian.

“Di IPA Persemaian ada dua pompa pendistribusian air, salah satunya mengalami kerusakan. Sehingga untuk pelayanan hanya bisa digunakan satu pompa saja. Satu pompa ini tidak bisa menjangkau seluruh wilayah, sehingga dilakukan pemadaman bergilir,” ungkapnya, Rabu (26/12).

Saat ini pihaknya berusaha memperbaiki pompa pendistribusian yang rusak, namun terkendala pada alatnya yang tidak ada di Indonesia. Sehingga harus memesan ke pabriknya yang ada di Polandia. “Butuh waktu lima bulan untuk alat yang dari Polandia ini bisa tiba di Tarakan, sehingga kami berharap masyarakat dapat memahami kondisi saat ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Ramaikan Pawai Pembangunan

Dirinya menjelaskan bahwa adanya kerusakan pada alat-alat yang digunakan untuk mendistribusikan air ke masyarkat, menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi PDAM Tirta Alam.

“Selain air baku, kendala lainnya alat kita yang mengalami kerusakan dan untuk memperbaikinya juga butuh waktu, karena barang-barang ini semuanya buatan luar negeri yang bila ada kerusakan serius, harus memesan lagi barangnya dari luar negeri,” pungkasnya. (jnr/eza)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/