alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Tidak Fit, KSOP Imbau Nakhoda Jangan Berlayar

TARAKAN – Penurunan jumlah penumpang terjadi di Pelabuhan Tengkayu I (SDF), Selasa (25/12). Berdasarkan data Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan jumlah penumpang berangkat 1.632 orang, sementara penumpang yang tiba mencapai 1.457 orang.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli pada KSOP Kelas III Tarakan Syaharuddin mengatakan, penurunan jumlah penumpang wajar, karena puncaknya sudah terjadi pada hari Senin. Terdapat 1.952 penumpang tiba dan 1.939 penumpang berangkat.

“Meski sudah terjadi penurunan, anggota kami tetap standby di lapangan,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru), sejauh ini dirinya menilai berjalan dengan lancar. “Memang ada permasalahan kecil, seperti masih ditemukan life jacket yang tidak layak, namun hal tersebut sudah bisa kami atasi,” ujarnya.

Baca Juga :  ASTAGA..!! Produk Ekspor Mengandung Corona

Selain memastikan semuanya berjalan lancar, dirinya juga mengimbau kepada nakhoda kapal ataupun speedboat untuk tidak berangkat bila kondisi badan tidak fit. Tujuannya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan ketika akan berlayar. “Bila memang nakhoda merasa tidak fit, tentunya berpengaruh ketika akan berlayar, yang kami takutkan nakhoda tidak fokus membawa speedboat yang bisa berakibat fatal yakni terjadinya kecelakaan,” tuturnya.

Dirinya mengimbau terkait hal ini kepada nakhoda, agar memastikan kondisi badan fit ketika akan berlayar. “Karena yang dibawa ini tidak hanya barang, tapi ada juga penumpang yang dibawa, jadi saya mengharapkan nakhoda memastikan bahwa dirinya dalam kondisi fit dalam membawa speedboat,” ujarnya.

Baca Juga :  Sampel PCR Dikirim ke Jakarta Lagi

Dirinya juga mengimbau kepada nakhoda kapal untuk selalu mengistirahatkan badan pada malam hari, agar keesokan paginya tidak harus melawan kantuk. “Mengantuk saat berlayar juga sangat berbahaya, jadi saya mengimbau nakhoda agar tidak begadang bila keesokan harinya akan membawa speedboat,” ujarnya.

Imbauan yang pihaknya sampaikan kali ini bertujuan untuk memastikan pelayaran selamat sampai tujuan. “Biasanya malam Tahun Baru itu identik dengan begadang sambil menunggu detik-detik pergantian tahun. Nanti pada hari itu kami akan periksa apakah ada nakhoda yang begadang, bila ada kami akan minta dia tidak berangkat dulu demi keselamatan dalam pelayaran,” pungkasnya. (jnr/lim)

TARAKAN – Penurunan jumlah penumpang terjadi di Pelabuhan Tengkayu I (SDF), Selasa (25/12). Berdasarkan data Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan jumlah penumpang berangkat 1.632 orang, sementara penumpang yang tiba mencapai 1.457 orang.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli pada KSOP Kelas III Tarakan Syaharuddin mengatakan, penurunan jumlah penumpang wajar, karena puncaknya sudah terjadi pada hari Senin. Terdapat 1.952 penumpang tiba dan 1.939 penumpang berangkat.

“Meski sudah terjadi penurunan, anggota kami tetap standby di lapangan,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru), sejauh ini dirinya menilai berjalan dengan lancar. “Memang ada permasalahan kecil, seperti masih ditemukan life jacket yang tidak layak, namun hal tersebut sudah bisa kami atasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Sedih Melihat Anak Berebut Baju Bekas

Selain memastikan semuanya berjalan lancar, dirinya juga mengimbau kepada nakhoda kapal ataupun speedboat untuk tidak berangkat bila kondisi badan tidak fit. Tujuannya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan ketika akan berlayar. “Bila memang nakhoda merasa tidak fit, tentunya berpengaruh ketika akan berlayar, yang kami takutkan nakhoda tidak fokus membawa speedboat yang bisa berakibat fatal yakni terjadinya kecelakaan,” tuturnya.

Dirinya mengimbau terkait hal ini kepada nakhoda, agar memastikan kondisi badan fit ketika akan berlayar. “Karena yang dibawa ini tidak hanya barang, tapi ada juga penumpang yang dibawa, jadi saya mengharapkan nakhoda memastikan bahwa dirinya dalam kondisi fit dalam membawa speedboat,” ujarnya.

Baca Juga :  Sampel PCR Dikirim ke Jakarta Lagi

Dirinya juga mengimbau kepada nakhoda kapal untuk selalu mengistirahatkan badan pada malam hari, agar keesokan paginya tidak harus melawan kantuk. “Mengantuk saat berlayar juga sangat berbahaya, jadi saya mengimbau nakhoda agar tidak begadang bila keesokan harinya akan membawa speedboat,” ujarnya.

Imbauan yang pihaknya sampaikan kali ini bertujuan untuk memastikan pelayaran selamat sampai tujuan. “Biasanya malam Tahun Baru itu identik dengan begadang sambil menunggu detik-detik pergantian tahun. Nanti pada hari itu kami akan periksa apakah ada nakhoda yang begadang, bila ada kami akan minta dia tidak berangkat dulu demi keselamatan dalam pelayaran,” pungkasnya. (jnr/lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/