alexametrics
27.7 C
Tarakan
Wednesday, August 17, 2022

Orang Gila Kembali Berkeliaran di Tengah Kota

TARAKAN – Pengamanan lingkungan masyarakat terhadap orang dengan gangguan kejiwaan, biasanya dilakukan oleh pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Namun, jelang perayaan Natal kemarin (24/12), orang dengan gangguan kejiwaan tersebut masih ditemukan duduk sambil melihat isi selokan yang berdekatan dengan traffic light di Jalan Yos Sudarso Kota Tarakan.

Kepada Radar Tarakan, Kepala Bidang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Tarakan, Waridi mengatakan bahwa pihaknya baru mendapatkan informasi tersebut dari pewarta Radar Tarakan. Sehingga pihaknya akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi kejiwaan masyarakat tersebut. “Sebentar kami akan kirim anggota untuk mengambil yang bersangkutan untuk diperiksa kejiwaannya,” katanya.

Baca Juga :  Fasilitas dan SDM Harus Seimbang

Waridi mengungkapkan, jika pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat, pihaknya akan segera melakukan tinjauan langsung ke lapangan untuk membawa orang dengan gangguan kejiwaan tersebut ke rumah sakit untuk diperiksa kejiwaannya.

Selanjutnya, Satpol PP akan melakukan pencarian terhadap keluarga orang dengan gangguan jiwa tersebut. Kemudian menghubungi pihak keluarga untuk menginformasikan lokasi pengobatan orang dengan gangguan jiwa tersebut.

Biasanya, jika telah ditangani rumah sakit, pasien dengan gangguan kejiwaan akan dirawat di ruang khusus orang gila selama 3 bulan. Jika sembuh, orang dengan gangguan kejiwaan tersebut akan dikembalikan kepada pihak keluarga, namun jika dinyatakan belum sembuh, maka Satpol PP menyerahkan hal tersebut kepada pihak keluarga dan rumah sakit yang bekerja sama dengan pemerintah untuk melakukan proses penyembuhan terhadap orang gila tersebut. “Jadi kalau menemukan orang gila, ya informasikan saja. Pasti kami angkut,” pungkasnya. (*/shy/fly)

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Menurun, Rumah Sakit Sedikit Lega

TARAKAN – Pengamanan lingkungan masyarakat terhadap orang dengan gangguan kejiwaan, biasanya dilakukan oleh pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Namun, jelang perayaan Natal kemarin (24/12), orang dengan gangguan kejiwaan tersebut masih ditemukan duduk sambil melihat isi selokan yang berdekatan dengan traffic light di Jalan Yos Sudarso Kota Tarakan.

Kepada Radar Tarakan, Kepala Bidang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Tarakan, Waridi mengatakan bahwa pihaknya baru mendapatkan informasi tersebut dari pewarta Radar Tarakan. Sehingga pihaknya akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi kejiwaan masyarakat tersebut. “Sebentar kami akan kirim anggota untuk mengambil yang bersangkutan untuk diperiksa kejiwaannya,” katanya.

Baca Juga :  Si Kental Manis Tak Mengandung Susu

Waridi mengungkapkan, jika pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat, pihaknya akan segera melakukan tinjauan langsung ke lapangan untuk membawa orang dengan gangguan kejiwaan tersebut ke rumah sakit untuk diperiksa kejiwaannya.

Selanjutnya, Satpol PP akan melakukan pencarian terhadap keluarga orang dengan gangguan jiwa tersebut. Kemudian menghubungi pihak keluarga untuk menginformasikan lokasi pengobatan orang dengan gangguan jiwa tersebut.

Biasanya, jika telah ditangani rumah sakit, pasien dengan gangguan kejiwaan akan dirawat di ruang khusus orang gila selama 3 bulan. Jika sembuh, orang dengan gangguan kejiwaan tersebut akan dikembalikan kepada pihak keluarga, namun jika dinyatakan belum sembuh, maka Satpol PP menyerahkan hal tersebut kepada pihak keluarga dan rumah sakit yang bekerja sama dengan pemerintah untuk melakukan proses penyembuhan terhadap orang gila tersebut. “Jadi kalau menemukan orang gila, ya informasikan saja. Pasti kami angkut,” pungkasnya. (*/shy/fly)

Baca Juga :  Sebulan, Tiga Gang Disemenisasi

Most Read

Artikel Terbaru

/