alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Kasus Covid-19 Membludak, RSUKT Batasi Pasien

TARAKAN – Poli Covid-19 di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT), yang sebelumnya untuk melayani kasus terkonfirmasi positif Covid-19, dibatasi khusus pasien yang bergejala.

Direktur RSUKT, dr. Joko Hariyanto mengatakan poli Covid-19 di RSUKT sementara dibatasi khusus untuk pasien yang dirawat maupun pasien yang bergejala rujukan dari puskesmas, klinik dan rumah sakit.

Sementara untuk pasien positif Covid-19 tidak bergejala atau orang tanpa gejala (OTG), ditangani Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan dan puskesmas setempat.

Hal ini juga dipertimbangkan dengan kasus terkonfirmasi yang terus meningkat. Per Rabu (23/12) terdapat lagi tambahan kasus positif sebanyak 48 orang. “Bukan ditutup, sementara dibatasi untuk pasien yang dirawat dan bergejala. Karena jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 terus meningkat,” terangnya.

Dia melanjutkan, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang sementara ini dirawat sekitar 30 orang. Sementara total ruangan untuk pasien positif di RSUKT sebanyak 32 ruangan. “Masih ada (ruangan) untuk pasien dengan gejala. Karena sekarang tidak merawat pasien OTG lagi. Gejala yang dialami pasien positif didominasi batuk dan sesak napas,” lanjutnya.

Baca Juga :  Rehabilitasi Tekan Angka Pengguna Narkoba

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Dinkes Tarakan, dr. Witoyo mengatakan, sementara ini tenaga untuk melayani pasien Covid-19 masih terbatas.

Namun pasien positif yang melakukan isolasi mandiri di rumah, juga perlu difasilitasi untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan. Dengan adanya poli Covid-19 nantinya, akan lebih memudahkan pemeriksaan bagi pasien positif yang isolasi mandiri. “Tapi karena tenaganya kurang, kemarin sempat terhenti. Dari Dinkes mau menyediakan tenaga lagi, tapi sumbernya dari kepegawaian (BKD Tarakan), yang tahu anggarannya untuk merekrut tenaga dalam memenuhi kebutuhan. Jumlahnya belum tahu,” bebernya.

Sembari menunggu dibukanya kembali poli Covid-19, pasien positif yang isolasi mandiri dipantau melalui sambungan telepon. Bila memerlukan obat-obatan, ditindaklanjuti ke puskesmas setempat. “Tapi keputusannya Pak Wali harus dilanjutkan di rumah sakit, karena kalau pemeriksaan di Dinkes dan puskesmas tidak selengkap di rumah sakit. Kalau sudah ada poli Covid, bisa datang ke sana. Jadi tunggu saja rekrut tenaga,” katanya.

Baca Juga :  Hanya Satu Pelaku Usaha Kantongi Rekomendasi

Sedangkan untuk pengawasan isolasi mandiri dilimpahkan ke ketua RT dan kelurahan setempat. “Yang isolasi mandiri sudah dilaporkan ke RT dan kelurahan. Karena kita tidak bisa mengawasi satu per satu, maka kami serahkan kepada yang punya wilayah,” tuturnya.

Kendati demikian diimbaunya bagi orang yang melakukan isolasi mandiri, agar disiplin dan patuh protokol kesehatan hingga dinyatakan sembuh dari Covid-19. (*/one/lim)

TARAKAN – Poli Covid-19 di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT), yang sebelumnya untuk melayani kasus terkonfirmasi positif Covid-19, dibatasi khusus pasien yang bergejala.

Direktur RSUKT, dr. Joko Hariyanto mengatakan poli Covid-19 di RSUKT sementara dibatasi khusus untuk pasien yang dirawat maupun pasien yang bergejala rujukan dari puskesmas, klinik dan rumah sakit.

Sementara untuk pasien positif Covid-19 tidak bergejala atau orang tanpa gejala (OTG), ditangani Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan dan puskesmas setempat.

Hal ini juga dipertimbangkan dengan kasus terkonfirmasi yang terus meningkat. Per Rabu (23/12) terdapat lagi tambahan kasus positif sebanyak 48 orang. “Bukan ditutup, sementara dibatasi untuk pasien yang dirawat dan bergejala. Karena jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 terus meningkat,” terangnya.

Dia melanjutkan, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang sementara ini dirawat sekitar 30 orang. Sementara total ruangan untuk pasien positif di RSUKT sebanyak 32 ruangan. “Masih ada (ruangan) untuk pasien dengan gejala. Karena sekarang tidak merawat pasien OTG lagi. Gejala yang dialami pasien positif didominasi batuk dan sesak napas,” lanjutnya.

Baca Juga :  Awal Karier Terbayang sebagai Teller Bank

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Dinkes Tarakan, dr. Witoyo mengatakan, sementara ini tenaga untuk melayani pasien Covid-19 masih terbatas.

Namun pasien positif yang melakukan isolasi mandiri di rumah, juga perlu difasilitasi untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan. Dengan adanya poli Covid-19 nantinya, akan lebih memudahkan pemeriksaan bagi pasien positif yang isolasi mandiri. “Tapi karena tenaganya kurang, kemarin sempat terhenti. Dari Dinkes mau menyediakan tenaga lagi, tapi sumbernya dari kepegawaian (BKD Tarakan), yang tahu anggarannya untuk merekrut tenaga dalam memenuhi kebutuhan. Jumlahnya belum tahu,” bebernya.

Sembari menunggu dibukanya kembali poli Covid-19, pasien positif yang isolasi mandiri dipantau melalui sambungan telepon. Bila memerlukan obat-obatan, ditindaklanjuti ke puskesmas setempat. “Tapi keputusannya Pak Wali harus dilanjutkan di rumah sakit, karena kalau pemeriksaan di Dinkes dan puskesmas tidak selengkap di rumah sakit. Kalau sudah ada poli Covid, bisa datang ke sana. Jadi tunggu saja rekrut tenaga,” katanya.

Baca Juga :  Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Mendesak

Sedangkan untuk pengawasan isolasi mandiri dilimpahkan ke ketua RT dan kelurahan setempat. “Yang isolasi mandiri sudah dilaporkan ke RT dan kelurahan. Karena kita tidak bisa mengawasi satu per satu, maka kami serahkan kepada yang punya wilayah,” tuturnya.

Kendati demikian diimbaunya bagi orang yang melakukan isolasi mandiri, agar disiplin dan patuh protokol kesehatan hingga dinyatakan sembuh dari Covid-19. (*/one/lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/