alexametrics
30.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Gawat Ini Bah…!!! Kaltara Tembus 3 Ribu Kasus Corona

PAPARAN virus corona atau Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara) sudah tembus 3 ribu kasus. Hal itu setelah munculnya tambahan 87 kasus konfirmasi positif baru yang dirilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kaltara (23/12).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, tambahan 87 kasus konfirmasi positif baru di provinsi ke-34 itu terdiri dari 45 kasua di Tarakan, 11 kasus di Malinau, dan 31 kasus di Bulungan. “Dengan begitu, hari ini (kemarin) total yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltara menjadi 3.036 kasus,” kata Agust kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi kemarin.

Dibeberkannya, 45 kasus konfirmasi positif di Tarakan itu datang dari mereka yang dinyatakan sebagai transmisi lokal/suspek, pelaku perjalanan, kontak erat, dan transmisi lokal. Kemudian, yang 11 kasus di Malinau itu transmisi lokal, pelaku perjalanan, dan kontak erat. “Sedangkan yang 31 kasus di Bulungan itu terdiri dari kontak erat, transmisi lokal/suspek, transmisi lokal, dan klaster pesantren,” sebutnya.

Adapun untuk yang klaster pesantren itu jumlahnya terbilang cukup banyak, yakni 11 orang. Sementara yang dinyatakan sembuh di provinsi termuda Indonesia ini sebanyak 1.763 orang, dengan rincian di Tarakan 856 orang, di Malinau 170 orang, di Nunukan 120 orang, di Tana Tidung 24 orang, dan di Bulungan 593 orang.

“Untuk total yang sembuh di Kaltara ini merupakan akumulasi total sehari sebelumnya ditambah dengan 21 orang yang dinyatakan sembuh hari ini (kemarin),” jelasnya.

Selain itu, kemarin juga ada tambahan satu pasien konfirmasi positif yang meninggal dunia di Tarakan dengan inisial LT (84), seorang perempuan yang berdasarkan hasil pemeriksaan medis ditemukan pneumonia EC Covid-19, ditambah dengan penyakit penyerta hipertensi dan parkinson. “Yang bersangkutan dinyatakan meninggal pada 22 Desember 2020,” ujarnya.

Tambahan satu pasien yang meninggal ini membuat total yang terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal di Kaltara menjadi 39 orang, dengan sebaran 22 orang di Tarakan, 3 orang di Nunukan, dan 14 orang di Bulungan.

Sementara yang masih dirawat di Kaltara hingga kemarin berjumlah 1.234 orang, dengan rincian di Tarakan 855 orang, di Malinau 61 orang, di Nunukan 74 oleh, di Tana Tidung 29 orang, dan di Bulungan 215 orang.

Baca Juga :  Enggak Sempat Pagi, Malam pun Baca Koran

 

KASUS TARAKAN

Satuan Penanganan Covid-19 Tarakan kembali merilis dua pasien yang meninggal dunia, Rabu (23/12). Masing-masing merupakan pasien terkonfirmasi Covid-19 dan kasus probable.

Dikatakan Juru Bicara Satuan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, pasien positif yang meninggal tersebut merupakan kasus ke-1.146 dengan inisial P, seorang perempuan berusia 84 tahun, yang merupakan warga RT 07, Kelurahan Karang Rejo, Tarakan Tengah.

Sementara kasus probable yang meninggal memiliki inisial W (45) warga RT 12, Kelurahan Karang Anyar Pantai. Kasus probable merupakan kasus suspek dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19, namun belum ada hasil pemeriksaan laboratorium PCR. “Sehingga jumlah konfirmasi yang meninggal dunia sebanyak 22 orang, dan kasus probable meninggal dunia sebanyak 1 orang,” terangnya.

Nyatanya sejauh ini kasus terkonfirmasi masih bertambah. Rabu (23/12)  kasus bertambah sebanyak 48 orang. Sehingga jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat dan dipantau mencapai 860 orang.

Bersamaan dengan penambahan pasien terkonfirmasi, juga terdapat 15 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Yakni kasus ke-1.040 LS (35) warga RT 15, Kelurahan Selumit. Kasus ke-1.151 S (52) warga RT 30, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-1.218 AEM (47) warga RT 06, Kelurahan Juata Permai. Kasus ke-1.228 MD (28) warga RT 15, Kelurahan Karang Harapan.

Kasus ke-1.244 SNH (58) warga RT 18, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-1.254 AF (20) warga RT 18, Kelurahan Juata Laut. Kasus ke-1.259 SA (20) warga RT 18, Kelurahan Juata Laut. Kasus ke-1.267 AZU (37) warga RT 23, Kelurahan Pamusian.

Kasus ke-1.273 M (20) warga RT 18, Kelurahan Juata Laut. Kasus ke-1.274 MIM (18) warga RT 18, Kelurahan Juata Laut. Kasus ke-1.288 AMA (20) warga RT 18, Kelurahan Juata Laut. Kasus ke-1.290 MIH (18) warga RT 18, Kelurahan Juata Laut.

Kasus ke-1.425 AZ (38) warga RT 05, Kelurahan Karang Harapan. Kasus ke-1.444 NA (36 ) warga RT 05, Kelurahan Karang Harapan. Kasus ke-1.529 AH (59) warga RT 22, Kelurahan Sebengkok.

Baca Juga :  Perkedel Kentang

“Sehingga jumlah pasien yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 854 orang,” lanjutnya.

Lagi disampaikannya agar masyarakat wajib patuh dan disiplin protokol kesehatan, sebagai bentuk pencegahan Covid-19. Khususnya bagi orang yang melakukan pemeriksaan swab, agar melakukan isolasi mandiri selama masih menunggu keluarnya hasil pemeriksaan.

 

KESADARAN PROKES MENURUN

Semenjak Operasi Lilin dilakukan oleh Polres Tarakan, hasilnya masih banyak ditemukan masyarakat yang tidak disiplin terhadap protokol kesehatan (prokes). Kasat Lantas Polres Tarakan, AKP Arofiek Aprilian Riswanto mengungkapkan, kurangnya tingkat kedisiplinan masyarakat terhadap prokes bisa dinilai dari makin banyaknya angka kasus positif Covid-19 di Tarakan.

“Saya cukup sedih juga kalau ada panggilan untuk pengawalan jenazah Covid-19. Jadi kami memohon masyarakat tetap patuhi prokes, sehingga penyebaran Covid-19 bisa menurun,” katanya.

Saat ini ia melihat bahwa tingkat kepatuhan masyarakat terhadap prokes, sudah mulai berkurang. Khususnya kebiasaan masyarakat dalam berkumpul. Ia pun memastikan selama Operasi Lilin berlangsung, pihak kepolisian akan tetap melakukan upaya pencegahan Covid-19. “Kami melaksanakan operasi yustisi. Kalau dari Satlantas tetap melakukan patroli penggunaan masker. Ketika ada menemukan masyarakat tidak memakai masker, maka akan kami bagi-bagikan,” ungkapnya.

Diakui Arofiek, pihaknya hanya bisa melakukan pendisiplinan dan peneguran saja bagi masyarakat yang tidak patuh terhadap prokes. Begitu juga dengan pelanggaran lalu lintas, selama Operasi Lilin berlangsung. Pihaknya berupaya tidak membebankan masyarakat lagi di tengah pendemi Covid-19. “Tapi ketika yang bersangkutan keterlaluan, maka motornya akan kami lakukan penahanan kendaraan,” tegasnya.

Kabag Ops Polres Tarakan, AKP Ariantony Utama Bangaliano menambahkan, untuk mencegah terjadinya klaster Natal dan Tahun Baru, pihaknya berhadap semua menerapkan prokes dalam melaksanakan ibadah. “Kalau bisa gereja yang memiliki halaman yang luas, bisa melaksanakan ibadahnya di halaman,” ucapnya.

Kemudian diperlukan peran pemerintah daerah juga dalam menekankan agar setiap pelaksanaan ibadah bisa dilakukan dengan menerapkan prokes. “Kalau untuk pengamanan kami sudah mulai lakukan besok (hari ini). Tidak semua juga gereja melaksanakan ibadah secara langsung, karena ada yang melaksanakan secara online,” singkatnya. (iwk/*/one/zar/lim)

 

PAPARAN virus corona atau Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara) sudah tembus 3 ribu kasus. Hal itu setelah munculnya tambahan 87 kasus konfirmasi positif baru yang dirilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kaltara (23/12).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, tambahan 87 kasus konfirmasi positif baru di provinsi ke-34 itu terdiri dari 45 kasua di Tarakan, 11 kasus di Malinau, dan 31 kasus di Bulungan. “Dengan begitu, hari ini (kemarin) total yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltara menjadi 3.036 kasus,” kata Agust kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi kemarin.

Dibeberkannya, 45 kasus konfirmasi positif di Tarakan itu datang dari mereka yang dinyatakan sebagai transmisi lokal/suspek, pelaku perjalanan, kontak erat, dan transmisi lokal. Kemudian, yang 11 kasus di Malinau itu transmisi lokal, pelaku perjalanan, dan kontak erat. “Sedangkan yang 31 kasus di Bulungan itu terdiri dari kontak erat, transmisi lokal/suspek, transmisi lokal, dan klaster pesantren,” sebutnya.

Adapun untuk yang klaster pesantren itu jumlahnya terbilang cukup banyak, yakni 11 orang. Sementara yang dinyatakan sembuh di provinsi termuda Indonesia ini sebanyak 1.763 orang, dengan rincian di Tarakan 856 orang, di Malinau 170 orang, di Nunukan 120 orang, di Tana Tidung 24 orang, dan di Bulungan 593 orang.

“Untuk total yang sembuh di Kaltara ini merupakan akumulasi total sehari sebelumnya ditambah dengan 21 orang yang dinyatakan sembuh hari ini (kemarin),” jelasnya.

Selain itu, kemarin juga ada tambahan satu pasien konfirmasi positif yang meninggal dunia di Tarakan dengan inisial LT (84), seorang perempuan yang berdasarkan hasil pemeriksaan medis ditemukan pneumonia EC Covid-19, ditambah dengan penyakit penyerta hipertensi dan parkinson. “Yang bersangkutan dinyatakan meninggal pada 22 Desember 2020,” ujarnya.

Tambahan satu pasien yang meninggal ini membuat total yang terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal di Kaltara menjadi 39 orang, dengan sebaran 22 orang di Tarakan, 3 orang di Nunukan, dan 14 orang di Bulungan.

Sementara yang masih dirawat di Kaltara hingga kemarin berjumlah 1.234 orang, dengan rincian di Tarakan 855 orang, di Malinau 61 orang, di Nunukan 74 oleh, di Tana Tidung 29 orang, dan di Bulungan 215 orang.

Baca Juga :  Wali Kota Turut Menyumbang Lagu

 

KASUS TARAKAN

Satuan Penanganan Covid-19 Tarakan kembali merilis dua pasien yang meninggal dunia, Rabu (23/12). Masing-masing merupakan pasien terkonfirmasi Covid-19 dan kasus probable.

Dikatakan Juru Bicara Satuan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, pasien positif yang meninggal tersebut merupakan kasus ke-1.146 dengan inisial P, seorang perempuan berusia 84 tahun, yang merupakan warga RT 07, Kelurahan Karang Rejo, Tarakan Tengah.

Sementara kasus probable yang meninggal memiliki inisial W (45) warga RT 12, Kelurahan Karang Anyar Pantai. Kasus probable merupakan kasus suspek dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19, namun belum ada hasil pemeriksaan laboratorium PCR. “Sehingga jumlah konfirmasi yang meninggal dunia sebanyak 22 orang, dan kasus probable meninggal dunia sebanyak 1 orang,” terangnya.

Nyatanya sejauh ini kasus terkonfirmasi masih bertambah. Rabu (23/12)  kasus bertambah sebanyak 48 orang. Sehingga jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat dan dipantau mencapai 860 orang.

Bersamaan dengan penambahan pasien terkonfirmasi, juga terdapat 15 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Yakni kasus ke-1.040 LS (35) warga RT 15, Kelurahan Selumit. Kasus ke-1.151 S (52) warga RT 30, Kelurahan Karang Anyar. Kasus ke-1.218 AEM (47) warga RT 06, Kelurahan Juata Permai. Kasus ke-1.228 MD (28) warga RT 15, Kelurahan Karang Harapan.

Kasus ke-1.244 SNH (58) warga RT 18, Kelurahan Pamusian. Kasus ke-1.254 AF (20) warga RT 18, Kelurahan Juata Laut. Kasus ke-1.259 SA (20) warga RT 18, Kelurahan Juata Laut. Kasus ke-1.267 AZU (37) warga RT 23, Kelurahan Pamusian.

Kasus ke-1.273 M (20) warga RT 18, Kelurahan Juata Laut. Kasus ke-1.274 MIM (18) warga RT 18, Kelurahan Juata Laut. Kasus ke-1.288 AMA (20) warga RT 18, Kelurahan Juata Laut. Kasus ke-1.290 MIH (18) warga RT 18, Kelurahan Juata Laut.

Kasus ke-1.425 AZ (38) warga RT 05, Kelurahan Karang Harapan. Kasus ke-1.444 NA (36 ) warga RT 05, Kelurahan Karang Harapan. Kasus ke-1.529 AH (59) warga RT 22, Kelurahan Sebengkok.

Baca Juga :  Dikira di Juata, Video Kecelakaan Gemparkan Medsos

“Sehingga jumlah pasien yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 854 orang,” lanjutnya.

Lagi disampaikannya agar masyarakat wajib patuh dan disiplin protokol kesehatan, sebagai bentuk pencegahan Covid-19. Khususnya bagi orang yang melakukan pemeriksaan swab, agar melakukan isolasi mandiri selama masih menunggu keluarnya hasil pemeriksaan.

 

KESADARAN PROKES MENURUN

Semenjak Operasi Lilin dilakukan oleh Polres Tarakan, hasilnya masih banyak ditemukan masyarakat yang tidak disiplin terhadap protokol kesehatan (prokes). Kasat Lantas Polres Tarakan, AKP Arofiek Aprilian Riswanto mengungkapkan, kurangnya tingkat kedisiplinan masyarakat terhadap prokes bisa dinilai dari makin banyaknya angka kasus positif Covid-19 di Tarakan.

“Saya cukup sedih juga kalau ada panggilan untuk pengawalan jenazah Covid-19. Jadi kami memohon masyarakat tetap patuhi prokes, sehingga penyebaran Covid-19 bisa menurun,” katanya.

Saat ini ia melihat bahwa tingkat kepatuhan masyarakat terhadap prokes, sudah mulai berkurang. Khususnya kebiasaan masyarakat dalam berkumpul. Ia pun memastikan selama Operasi Lilin berlangsung, pihak kepolisian akan tetap melakukan upaya pencegahan Covid-19. “Kami melaksanakan operasi yustisi. Kalau dari Satlantas tetap melakukan patroli penggunaan masker. Ketika ada menemukan masyarakat tidak memakai masker, maka akan kami bagi-bagikan,” ungkapnya.

Diakui Arofiek, pihaknya hanya bisa melakukan pendisiplinan dan peneguran saja bagi masyarakat yang tidak patuh terhadap prokes. Begitu juga dengan pelanggaran lalu lintas, selama Operasi Lilin berlangsung. Pihaknya berupaya tidak membebankan masyarakat lagi di tengah pendemi Covid-19. “Tapi ketika yang bersangkutan keterlaluan, maka motornya akan kami lakukan penahanan kendaraan,” tegasnya.

Kabag Ops Polres Tarakan, AKP Ariantony Utama Bangaliano menambahkan, untuk mencegah terjadinya klaster Natal dan Tahun Baru, pihaknya berhadap semua menerapkan prokes dalam melaksanakan ibadah. “Kalau bisa gereja yang memiliki halaman yang luas, bisa melaksanakan ibadahnya di halaman,” ucapnya.

Kemudian diperlukan peran pemerintah daerah juga dalam menekankan agar setiap pelaksanaan ibadah bisa dilakukan dengan menerapkan prokes. “Kalau untuk pengamanan kami sudah mulai lakukan besok (hari ini). Tidak semua juga gereja melaksanakan ibadah secara langsung, karena ada yang melaksanakan secara online,” singkatnya. (iwk/*/one/zar/lim)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/