alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Penyeberangan Meningkat, Ada yang Kehabisan Tiket

TARAKAN – Mendekati Natal dan Tahun Baru (Nataru), peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terjadi di Pelabuhan Tengkayu I (SDF), Sabtu (22/12). Berdasarkan data dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan jumlah penumpang yang berangkat berjumlah 2.205 orang, sementara jumlah penumpang yang tiba mencapai 1.908 orang.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli pada KSOP Kelas III Tarakan Syaharuddin mengatakan, seluruh speedboat reguler yang biasa beroperasi terpantau sudah terisi penuh oleh penumpang. “Banyaknya penumpang yang berangkat pada hari ini, ada penumpang yang kehabisan tiket, sehingga kami arahkan untuk membeli tiket untuk speedboat yang akan berangkat selanjutnya,” ujarnya.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kebanyakan penumpang yang berangkat pada tahun ini didominasi tujuan ke Malinau dan Tanjung Selor. “Paling banyak tujuan Malinau dan Tanjung Selor, karena banyak saudara-saudara kita yang ingin merayakan Natal dengan berkumpul dengan keluarga besarnya di kampung halaman,”  tuturnya.

Dirinya menjelaskan, peningkatan jumlah penumpang pada hari Sabtu dikarenakan sudah memasuki masa libur panjang terutama bagi pegawai negeri sipil (PNS). “Peningkatan jumlah penumpang masih akan terjadi pada hari Minggu, diperkirakan puncaknya akan terjadi pada hari Senin,” ungkapnya.

Meningkatnya jumlah penumpang mendekati Natal membuat pihaknya terus meningkatkan pengawasan, terutama berkaitan dengan keselamatan pelayaran. “Untuk life jacket sudah kami lakukan penindakan, sebelum-sebelumnya kami juga sudah melakukan pengecekan rutin terkait kondisi speedboat sebelum digunakan untuk mengangkut penumpang,” ujarnya.

Baca Juga :  Empat Titik PJU Tak Berfungsi

Memasuki libur panjang dimanfaatkan beberapa penumpang berangkat ke kampung halamannya pada hari Sabtu. Hal tersebut diungkapkan salah satu penumpang tujuan Kabupaten Tana Tidung (KTT), Feni Suryanti yang berinisiatif berangkat lebih awal agar tidak kehabisan tiket. “Karena sudah libur, kami sekeluarga berangkat ke KTT, takutnya kalau menunggu dua hari lagi tiketnya sudah habis,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan penumpang lainnya yakni Sadri, pria  yang akan berangkat tujuan Tanjung Selor ini mengambil keberangkatan hari Sabtu karena takut kehabisan tiket. “Selain takut kehabisan tiket, saya juga ingin cepat-cepat ketemu istri dan anak saya yang ada di Tanjung Selor,” ujarnya.

 

H-2, LONJAKAN TIDAK SIGNIFIKAN

Jumlah penumpang menjelang Nataru di Pelabuhan Tunon Taka dipastikan meningkat. Hanya, peningkatannya tidak terlalu signifikan. Berbeda dengan tahun sebelumnya.

Sebagian besar warga warga memilih untuk menikmati Nataru di Nunukan saja. Sementara penumpang transit yang didominasi tenaga kerja Indonesia (TKI) tak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya.

“Lonjakan penumpang itu terlihat H-14 lalu. Karena, banyak TKI itu mempertimbangkan jadwal kapal. Karena kapal laut itu perjalanan butuh perjalanan lama,” kata Pelaksana Harian (PH) Ka. KSOP Nunukan Ahmad Kosasih kepada media ini.

Baca Juga :  Tenang, BCA Akan Bertanggung Jawab

Selain persoalan waktu perjalanan, sejumlah faktor yang menyebabkan penumpang mulai mudik sebelum hari H itu karena bertepatan dengan musim libur pelajar di Tawau, Malaysia. Dengan kondisi itu, peningkatan penumpang justru terjadi lebih awal.

“Tapi, kalau saat ini sudah tidak terlihat. Justru, peningkatan penumpang itu di pekan kedua Desember ini,” ujarnya.

Selain di Pelabuhan Tunon Taka, lonjakan penumpang juga terjadi di Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung Nunukan. Apalagi di H-2 ini, lebih banyak penumpang yang berangkat. Karena, untuk aparatur sipil negara (ASN) kini sudah masuk libur bersama. “Untuk speedboat rute Nunukan-Tarakan sedikit meningkat. Karena, libur pegawai,” ungkapnya.

Bahkan jika melihat dari pengalaman sebelumnya, di hari H, pelayanan speedboat tetap dibuka. Karena banyak juga penumpang yang ingin ke Tarakan. “Biasanya ada saja dua sampai tiga speedboat yang membuka pelayanan,” ujarnya lagi.    

Dikatakan, arus mudik Nataru ini sangat berbeda dengan arus mudik Lebaran. Kendati demikian, untuk pelayanan, khususnya dalam memperhatikan keselamatan kapal dalam pelayaran tetap sama. “Pengamanan tetap sama. Tidak ada perbedaan. Utamanya pelayanan. Semuanya mengutamakan keselamatan penumpang,” bebernya. (jnr/raw/lim)

TARAKAN – Mendekati Natal dan Tahun Baru (Nataru), peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terjadi di Pelabuhan Tengkayu I (SDF), Sabtu (22/12). Berdasarkan data dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan jumlah penumpang yang berangkat berjumlah 2.205 orang, sementara jumlah penumpang yang tiba mencapai 1.908 orang.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli pada KSOP Kelas III Tarakan Syaharuddin mengatakan, seluruh speedboat reguler yang biasa beroperasi terpantau sudah terisi penuh oleh penumpang. “Banyaknya penumpang yang berangkat pada hari ini, ada penumpang yang kehabisan tiket, sehingga kami arahkan untuk membeli tiket untuk speedboat yang akan berangkat selanjutnya,” ujarnya.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kebanyakan penumpang yang berangkat pada tahun ini didominasi tujuan ke Malinau dan Tanjung Selor. “Paling banyak tujuan Malinau dan Tanjung Selor, karena banyak saudara-saudara kita yang ingin merayakan Natal dengan berkumpul dengan keluarga besarnya di kampung halaman,”  tuturnya.

Dirinya menjelaskan, peningkatan jumlah penumpang pada hari Sabtu dikarenakan sudah memasuki masa libur panjang terutama bagi pegawai negeri sipil (PNS). “Peningkatan jumlah penumpang masih akan terjadi pada hari Minggu, diperkirakan puncaknya akan terjadi pada hari Senin,” ungkapnya.

Meningkatnya jumlah penumpang mendekati Natal membuat pihaknya terus meningkatkan pengawasan, terutama berkaitan dengan keselamatan pelayaran. “Untuk life jacket sudah kami lakukan penindakan, sebelum-sebelumnya kami juga sudah melakukan pengecekan rutin terkait kondisi speedboat sebelum digunakan untuk mengangkut penumpang,” ujarnya.

Baca Juga :  Empat Titik PJU Tak Berfungsi

Memasuki libur panjang dimanfaatkan beberapa penumpang berangkat ke kampung halamannya pada hari Sabtu. Hal tersebut diungkapkan salah satu penumpang tujuan Kabupaten Tana Tidung (KTT), Feni Suryanti yang berinisiatif berangkat lebih awal agar tidak kehabisan tiket. “Karena sudah libur, kami sekeluarga berangkat ke KTT, takutnya kalau menunggu dua hari lagi tiketnya sudah habis,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan penumpang lainnya yakni Sadri, pria  yang akan berangkat tujuan Tanjung Selor ini mengambil keberangkatan hari Sabtu karena takut kehabisan tiket. “Selain takut kehabisan tiket, saya juga ingin cepat-cepat ketemu istri dan anak saya yang ada di Tanjung Selor,” ujarnya.

 

H-2, LONJAKAN TIDAK SIGNIFIKAN

Jumlah penumpang menjelang Nataru di Pelabuhan Tunon Taka dipastikan meningkat. Hanya, peningkatannya tidak terlalu signifikan. Berbeda dengan tahun sebelumnya.

Sebagian besar warga warga memilih untuk menikmati Nataru di Nunukan saja. Sementara penumpang transit yang didominasi tenaga kerja Indonesia (TKI) tak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya.

“Lonjakan penumpang itu terlihat H-14 lalu. Karena, banyak TKI itu mempertimbangkan jadwal kapal. Karena kapal laut itu perjalanan butuh perjalanan lama,” kata Pelaksana Harian (PH) Ka. KSOP Nunukan Ahmad Kosasih kepada media ini.

Baca Juga :  Pengecer Panen, Elpiji 3 Kg Dihargai Rp 35 Ribu

Selain persoalan waktu perjalanan, sejumlah faktor yang menyebabkan penumpang mulai mudik sebelum hari H itu karena bertepatan dengan musim libur pelajar di Tawau, Malaysia. Dengan kondisi itu, peningkatan penumpang justru terjadi lebih awal.

“Tapi, kalau saat ini sudah tidak terlihat. Justru, peningkatan penumpang itu di pekan kedua Desember ini,” ujarnya.

Selain di Pelabuhan Tunon Taka, lonjakan penumpang juga terjadi di Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung Nunukan. Apalagi di H-2 ini, lebih banyak penumpang yang berangkat. Karena, untuk aparatur sipil negara (ASN) kini sudah masuk libur bersama. “Untuk speedboat rute Nunukan-Tarakan sedikit meningkat. Karena, libur pegawai,” ungkapnya.

Bahkan jika melihat dari pengalaman sebelumnya, di hari H, pelayanan speedboat tetap dibuka. Karena banyak juga penumpang yang ingin ke Tarakan. “Biasanya ada saja dua sampai tiga speedboat yang membuka pelayanan,” ujarnya lagi.    

Dikatakan, arus mudik Nataru ini sangat berbeda dengan arus mudik Lebaran. Kendati demikian, untuk pelayanan, khususnya dalam memperhatikan keselamatan kapal dalam pelayaran tetap sama. “Pengamanan tetap sama. Tidak ada perbedaan. Utamanya pelayanan. Semuanya mengutamakan keselamatan penumpang,” bebernya. (jnr/raw/lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/