alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Dorong Kesearahan Pikiran, Perasaan dan Hati Nurani

Sejak muda, Nur Ali sangat tertarik dengan hal-hal yang berbau psikologi dan hipnotis. Pria yang juga bekerja pada lembaga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan itu, baru saja diganjar penghargaan. Penghargaan yang ke sekian kalinya. Ia pun berbagi kisahnya menekuni dunia hipnoterapi. Seperti apa?

 

AGUS DIAN ZAKARIA

 

USTAZ Nur Ali. Begitu sebagian rekannya menyapa. Murah senyum dan tak pelit soal ilmu.

Ustaz Nur Ali menyukai dunia psikologi sejak muda. Hingga hal itu kemudian mengantarkannya pada  gelar master hipnoterapi. 2004 silam, ia mulai membuka praktik hipnoterapi. Bermodalkan kajian-kajian dari organisasi dan beberapa sertifikasi dari kursus khusus, praktiknya berkembang pesat. Setiap hari pasiennya terus bertambah hingga akhirnya namanya mulai dikenal banyak orang. “Saya memberi kursus bagi orang yang mau belajar, di situ awal mulanya,” ujar Ustaz Nur Ali yang menerima permintaan wawancara Radar Tarakan, Kamis (22/12).

Sepuluh tahun kemudian, ia mengikuti seleksi trainer hipnotis yang diikuti 200 peserta dari seluruh Indonesia. Dari program tersebutlah berhasil mendapatkan penghargaan. Sejak saat ini itu namanya makin dikenal di dunia hipnoterapi.

“Pertama kali mendapat penghargaan ini berawal dari Jawa Pos Group (Induk Radar Tarakan). Tahun 2014, di antara 200 itu yang lulus saya, akhirnya saya dikontrak untuk mengajar di salah satu tabloid di Jawa Pos. Akhirnya saya dikenal karena kegiatan saya sering di-publish,” ujarnya.

Menjadi yang terbaik, dari seluruh Indonesia bukanlah impiannya. Meski begitu ia bersyukur dengan penghargaan tersebut. Ia menerangkan penilaian tersebut berdasarkan atas jam terbang dan jumlah alumni dari murid yang pernah diajar.

Baca Juga :  Motor Dikendarai Anak di Bawah Umur, Seruduk Angkot

“Alumni yang diajar harus lebih dari 200,” tuturnya.

Tahun ini 2018, ia mendapat penghargaan berupa Sertifikasi Profesi Nasional di Jakarta. Sertifikasi tersebut disematkan pada pada 43 peserta yang terdiri dari berbagai jenis ilmu disiplin yang berbau hipnotis dan psikologi.

“Jadi kemarin ada 43. Jadi 43 itu semua banyak disiplin ilmu ada ahli hipnotis ahli terapi, tarot ada ahli keris macam-macam. Kalau saya sendiri disiplin ilmu hipnoterapi. Penghargaan 2018 ini langsung dari lembaga Profesi Indonesia yang diketuai Pak Sutiyoso, mantan Gubernur DKI,” tuturnya

Hipnoterapi merupakan disiplin ilmu yang memanfaatkan hipnotis untuk mengobati atau menyelesaikan berbagai macam persoalan seseorang. Seperti ketergantungan terhadap narkoba, meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan kemampuan menyerap ilmu dari belajar atau menghilangkan sikap egois, keras kepala, gengsi dan lain-lain. “Hipnoterapi itu, menerapi seseorang atau menerapi manusia dengan memanfaatkan ilmu hipnosis. Apa yang digunakan, yang digunakan adalah sugesti dengan menurunkan gelombang otak. Dari beta ke alfa ke teta di saat ke teta, itulah gerbang kritikal area manusia terbuka. Kritikal area itu pembatas antara alam sadar dan alam bawah sadar,” jelasnya.

“Misalnya pasiennya pecandu narkoba, racunnya dibuang menggunakan auto sugesti atau di-regresi dimensi waktunya dimundurkan. Misalnya dia kenal narkoba pada bulan Februari 2018 maka pikirannya dimundurkan ke Januari 2018 di mana pikirannya kembali seperti saat ia belum mengenal narkoba,” tambahnya.

Seluruh sifat negatif manusia dapat diubah tanpa terkecuali. Namun ia menerangkan jika hipnoterapi tersebut bergantung kepada keinginan pasien sendiri untuk mengubahnya. Karena menurutnya hipnoterapi hanya bergantung kepada keseriusan seseorang untuk membuang aura negatif pada jiwanya. Selain itu, baginya setiap orang dapat mengalami perubahan karakter menjadi lebih baik jika 3 unsur dalam jiwanya berjalan searah. Namun, jika ada salah satu dari ketiga unsur tersebut tidak sejalan, maka upaya hipnoterapi tidak dapat bekerja.

Baca Juga :  Utang Pemkot Dilunasi hingga 2020

“Alam sadar itu otak kiri alam bawah sadar itu otak kanan. Penyakit manusia dalam ilmu terapi disebabkan tiga hal. Satu sebabnya karena pikiran, perasaan dan hati nurani. Banyak orang tidak bisa terkoneksi antara pikiran, perasaan dan hati. Kadang pikiran iya, hati tidak, kadang hati iya perasaan tidak kadang perasaan iya pikiran tidak. Hidup adalah pilihan, kalau pikiran iya perasaan iya, ketiga pikiran harus iya semua. Kalau tidak, berarti ketiga-tiganya harus tidak juga karena itu bisa menjadi dilema dalam diri manusia,” jelasnya.

Telah ribuan manusia yang telah ia obati dan berhasil mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Selain itu, ia menerangkan jika tidak ada obat atau mantra khusus dalam pengobatan. Melainkan, pengobatan tersebut hanya menggunakan sugesti yang dapat membersihkan hal negatif ke pikiran pasiennya dan menggantinya dengan hal positif.

“Hipnoterapi ini tidak menggunakan obat,  tidak menggunakan herbal, tidak menggunakan ramuan atau minyak. Murni menggunakan sugesti atau kata-kata. Jadi sugesti yang bisa menembus dengan alam bawah sadar. Itu seorang terapis harus membuka kritikal area-nya klien, maka keberhasilan bisa dijamin. Nah syarat orang yang bisa diterapi satu adalah kemauan diri sendiri, kedua rasa kemauan ingin sembuh tinggi, ketiga harus mau mendengarkan nasihat terapis,” imbuhnya. (***/lim)

 

Dorong Kesearahan Pikiran, Perasaan dan Hati Nurani

Sejak muda, Nur Ali sangat tertarik dengan hal-hal yang berbau psikologi dan hipnotis. Pria yang juga bekerja pada lembaga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan itu, baru saja diganjar penghargaan. Penghargaan yang ke sekian kalinya. Ia pun berbagi kisahnya menekuni dunia hipnoterapi. Seperti apa?

 

AGUS DIAN ZAKARIA

 

USTAZ Nur Ali. Begitu sebagian rekannya menyapa. Murah senyum dan tak pelit soal ilmu.

Ustaz Nur Ali menyukai dunia psikologi sejak muda. Hingga hal itu kemudian mengantarkannya pada  gelar master hipnoterapi. 2004 silam, ia mulai membuka praktik hipnoterapi. Bermodalkan kajian-kajian dari organisasi dan beberapa sertifikasi dari kursus khusus, praktiknya berkembang pesat. Setiap hari pasiennya terus bertambah hingga akhirnya namanya mulai dikenal banyak orang. “Saya memberi kursus bagi orang yang mau belajar, di situ awal mulanya,” ujar Ustaz Nur Ali yang menerima permintaan wawancara Radar Tarakan, Kamis (22/12).

Sepuluh tahun kemudian, ia mengikuti seleksi trainer hipnotis yang diikuti 200 peserta dari seluruh Indonesia. Dari program tersebutlah berhasil mendapatkan penghargaan. Sejak saat ini itu namanya makin dikenal di dunia hipnoterapi.

“Pertama kali mendapat penghargaan ini berawal dari Jawa Pos Group (Induk Radar Tarakan). Tahun 2014, di antara 200 itu yang lulus saya, akhirnya saya dikontrak untuk mengajar di salah satu tabloid di Jawa Pos. Akhirnya saya dikenal karena kegiatan saya sering di-publish,” ujarnya.

Menjadi yang terbaik, dari seluruh Indonesia bukanlah impiannya. Meski begitu ia bersyukur dengan penghargaan tersebut. Ia menerangkan penilaian tersebut berdasarkan atas jam terbang dan jumlah alumni dari murid yang pernah diajar.

Baca Juga :  Maluku Tenggara Kepincut Rumput Laut Tarakan

“Alumni yang diajar harus lebih dari 200,” tuturnya.

Tahun ini 2018, ia mendapat penghargaan berupa Sertifikasi Profesi Nasional di Jakarta. Sertifikasi tersebut disematkan pada pada 43 peserta yang terdiri dari berbagai jenis ilmu disiplin yang berbau hipnotis dan psikologi.

“Jadi kemarin ada 43. Jadi 43 itu semua banyak disiplin ilmu ada ahli hipnotis ahli terapi, tarot ada ahli keris macam-macam. Kalau saya sendiri disiplin ilmu hipnoterapi. Penghargaan 2018 ini langsung dari lembaga Profesi Indonesia yang diketuai Pak Sutiyoso, mantan Gubernur DKI,” tuturnya

Hipnoterapi merupakan disiplin ilmu yang memanfaatkan hipnotis untuk mengobati atau menyelesaikan berbagai macam persoalan seseorang. Seperti ketergantungan terhadap narkoba, meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan kemampuan menyerap ilmu dari belajar atau menghilangkan sikap egois, keras kepala, gengsi dan lain-lain. “Hipnoterapi itu, menerapi seseorang atau menerapi manusia dengan memanfaatkan ilmu hipnosis. Apa yang digunakan, yang digunakan adalah sugesti dengan menurunkan gelombang otak. Dari beta ke alfa ke teta di saat ke teta, itulah gerbang kritikal area manusia terbuka. Kritikal area itu pembatas antara alam sadar dan alam bawah sadar,” jelasnya.

“Misalnya pasiennya pecandu narkoba, racunnya dibuang menggunakan auto sugesti atau di-regresi dimensi waktunya dimundurkan. Misalnya dia kenal narkoba pada bulan Februari 2018 maka pikirannya dimundurkan ke Januari 2018 di mana pikirannya kembali seperti saat ia belum mengenal narkoba,” tambahnya.

Seluruh sifat negatif manusia dapat diubah tanpa terkecuali. Namun ia menerangkan jika hipnoterapi tersebut bergantung kepada keinginan pasien sendiri untuk mengubahnya. Karena menurutnya hipnoterapi hanya bergantung kepada keseriusan seseorang untuk membuang aura negatif pada jiwanya. Selain itu, baginya setiap orang dapat mengalami perubahan karakter menjadi lebih baik jika 3 unsur dalam jiwanya berjalan searah. Namun, jika ada salah satu dari ketiga unsur tersebut tidak sejalan, maka upaya hipnoterapi tidak dapat bekerja.

Baca Juga :  Utang Pemkot Dilunasi hingga 2020

“Alam sadar itu otak kiri alam bawah sadar itu otak kanan. Penyakit manusia dalam ilmu terapi disebabkan tiga hal. Satu sebabnya karena pikiran, perasaan dan hati nurani. Banyak orang tidak bisa terkoneksi antara pikiran, perasaan dan hati. Kadang pikiran iya, hati tidak, kadang hati iya perasaan tidak kadang perasaan iya pikiran tidak. Hidup adalah pilihan, kalau pikiran iya perasaan iya, ketiga pikiran harus iya semua. Kalau tidak, berarti ketiga-tiganya harus tidak juga karena itu bisa menjadi dilema dalam diri manusia,” jelasnya.

Telah ribuan manusia yang telah ia obati dan berhasil mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Selain itu, ia menerangkan jika tidak ada obat atau mantra khusus dalam pengobatan. Melainkan, pengobatan tersebut hanya menggunakan sugesti yang dapat membersihkan hal negatif ke pikiran pasiennya dan menggantinya dengan hal positif.

“Hipnoterapi ini tidak menggunakan obat,  tidak menggunakan herbal, tidak menggunakan ramuan atau minyak. Murni menggunakan sugesti atau kata-kata. Jadi sugesti yang bisa menembus dengan alam bawah sadar. Itu seorang terapis harus membuka kritikal area-nya klien, maka keberhasilan bisa dijamin. Nah syarat orang yang bisa diterapi satu adalah kemauan diri sendiri, kedua rasa kemauan ingin sembuh tinggi, ketiga harus mau mendengarkan nasihat terapis,” imbuhnya. (***/lim)

 

Dorong Kesearahan Pikiran, Perasaan dan Hati Nurani

Most Read

Artikel Terbaru

/