alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Perilaku LGBT Kian Meresahkan Masyarakat di Kawasan Ini

TARAKAN – Adanya dugaan fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), di Tanjung Pasir Kelurahan Mamburungan Timur, membuat warga Kelurahan Tanjung Pasir melangsungkan pertemuan dalam membahas penindakan terhadap kelompok LGBT yang dianggap semakin melampaui batas.

Kemarahan warga tidak terlepas dari banyaknya korban yang terjadi sejak tahun 2017. Saat dikonfirmasi, perwakilan masyarakat Tanjung Pasir, Solihin Effendhi menerangkan pihaknya sudah muak menolerir LGBT yang semakin meresahkan lantaran merusak beberapa rumah tangga warga. Hal itu karena LGBT kerap beraksi menggoda istri warga dan akhirnya memperdaya wanita dan menambah jumlah LGBTdi kawasan tersebut.

“Kami resah karena LGBT di Tanjung Pasir sudah melalang buana di lingkungan kami. Sudah banyak kejadian istri maupun anak warga yang dirusak LGBT ini. Fenomena LGBT di sini ada kelompok wanita Lesbi yang sering menggoda istri dan anak warga,” ujarnya, Jumat (24/6).

Baca Juga :  Permenaker soal JHT Direvisi, Ini Respons Serikat Buruh

Bukannya tanpa upaya, beberapa tahun lalu warga sudah melaporkan hal ini ke pihak kelurahan setempat. Namun, peneguran tidak dapat menyurutkan aktivitas LGBT di lingkungan tersebut. Bahkan pihaknya menyebut sebelumnya, LGBT sudah diusir secara paksa dari Tanjung Batu sehingga LGBT yang terusir pindah dan berkumpul di Tanjung Pasir.

“Di sini menyebar di empat RT. Mereka juga terang-terangan menunjukan perilakunya di depan umum. Sejujurnya sejak 2017 kami sangat resah dengan kejadian ini, kesabaran kami sudah habis. Kami meminta pemerintah untuk turun tangan sebelum warga mengambil tindakan sendiri,” tegasnya. (*)






Reporter: Agus Dian Zakaria

TARAKAN – Adanya dugaan fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), di Tanjung Pasir Kelurahan Mamburungan Timur, membuat warga Kelurahan Tanjung Pasir melangsungkan pertemuan dalam membahas penindakan terhadap kelompok LGBT yang dianggap semakin melampaui batas.

Kemarahan warga tidak terlepas dari banyaknya korban yang terjadi sejak tahun 2017. Saat dikonfirmasi, perwakilan masyarakat Tanjung Pasir, Solihin Effendhi menerangkan pihaknya sudah muak menolerir LGBT yang semakin meresahkan lantaran merusak beberapa rumah tangga warga. Hal itu karena LGBT kerap beraksi menggoda istri warga dan akhirnya memperdaya wanita dan menambah jumlah LGBTdi kawasan tersebut.

“Kami resah karena LGBT di Tanjung Pasir sudah melalang buana di lingkungan kami. Sudah banyak kejadian istri maupun anak warga yang dirusak LGBT ini. Fenomena LGBT di sini ada kelompok wanita Lesbi yang sering menggoda istri dan anak warga,” ujarnya, Jumat (24/6).

Baca Juga :  Pasca Idulfitri, KKMB Diserbu Pengunjung

Bukannya tanpa upaya, beberapa tahun lalu warga sudah melaporkan hal ini ke pihak kelurahan setempat. Namun, peneguran tidak dapat menyurutkan aktivitas LGBT di lingkungan tersebut. Bahkan pihaknya menyebut sebelumnya, LGBT sudah diusir secara paksa dari Tanjung Batu sehingga LGBT yang terusir pindah dan berkumpul di Tanjung Pasir.

“Di sini menyebar di empat RT. Mereka juga terang-terangan menunjukan perilakunya di depan umum. Sejujurnya sejak 2017 kami sangat resah dengan kejadian ini, kesabaran kami sudah habis. Kami meminta pemerintah untuk turun tangan sebelum warga mengambil tindakan sendiri,” tegasnya. (*)






Reporter: Agus Dian Zakaria

Most Read

APK Caleg Akan Dilepas

Satu Rumah Ludes, Tersisa Pakaian di Badan

Memerdekakan UMKM, Mempercepat Inklusi

Artikel Terbaru

/